
pagi ini Bram sudah bangun duluan,dia melirik ke arah istrinya yang sedang bergelung tanpa mengenakan pakaian sehelai pun,di cium nya pucuk kepala Intan berkali-kali...
" hmmmm....mas" ucap Intan serak karena merasa terganggu tidur nya
" bangun,,subuh dulu,,nanti lanjut tidur" bisik Bram sambil menggigit daun telinga Intan pelan
" cepat sekali subuh nya" gumam Intan pelan
" mungkin karena kita tidur sudah larut semalam,,ayo sayang nanti keburu pagi" Bram menggendong tubuh istrinya
selesai subuh Intan meringkuk kembali di Ranjang...sedangkan Bram bersiap untuk kekantor...
" jadi pergi jalan-jalan nya yank?" tanya Bram
" jadi mas...nanti sekitar jam sembilanan"
" mas.....nanti aku ambil uang lagi ya?" tanya Intan
" ambil saja semau mu,,nanti mas isi lagi...beli semua keperluan kita selama bulan madu yank"
" kenapa di isi lagi mas,masih banyak kok uang nya"
" kalau masih banyak habiskan dulu,biar mas isi lagi" ucap Bram sambil memasang kemejanya
Intan berdiri untuk membantu memasangkan dasi suaminya ini dan merapikan baju Bram
__ADS_1
" selesai....!!! tampan sekali suamiku" puji Intan
" hahaha....baru sadar kamu yank,kemana saja selama ini..." jawab Bram mencium gemas pipi Intan
" jangan terlalu asik belanja sampai telat makan" lanjut Bram
mereka keluar bersama dari dalam kamar,senyum terpancar dari wajah natural Intan....
" sarapan dulu mas" ajak Intan mengambilkan satu buah roti dan memanggang nya sebentar...
setelah sarapan Bram segera pergi,Intan melambaikan tangan nya melihat mobil meninggal kan pekarangan rumah mereka....
" buk,mau sarapan dulu?" tanya Bik Ida saat melihat Intan masuk kedalam rumah
" nanti saja bik, saya mau bersiap dulu"jawab Intan masuk kedalam kamar nya
****
" pulang nya jangan kesorean bun,kasihan Daffa"ingat Bagas
" iya... selesai dari salon belanja sebentar terus pulang,Naura juga nggak mau ninggalin Raka lama-lama" jawab Arini
" kalau kamu ke salon berarti malam nanti boleh di coba bun?" tanya Bagas mengedipkan sebelah matanya menggoda
" apa nya yang di coba?" tanya Arini pura-pura tidak mengerti
" itu...."tunjuk Bagas pada dada Arini
__ADS_1
" semakin tua,semakin mesum saja,ayo berangkat.... pagi-pagi sudah bicara aneh,nanti telat ke kantor nya" oceh Arini
" kalau mengoceh begini kamu kelihatan semakin cantik bun" goda Bagas mencium pipi Arini
" sudah pih....nanti telat" ingat Arini
" bun,perginya jangan pake baju ketat,kalian bukan anak remaja lagi,ingat anak dan suami di rumah" peringatan Bagas
" iya..iya.... sesekali mengingat masa muda apa salah nya sih pih" goda Arini
" jangan mengujiku bun,aku paling tidak suka milik ku di lirik orang lain" tegas Bagas
" iya suami ku tersayang,ayo berangkat kerja, semangat cari uang nya papi"bisik Arini
setelah mencium kening Arini sekilas Bagas segera berangkat dan Arini pun bersiap
***
" bun.....sudah siap?" tanya Naura yang baru sudah memerah Asi nya,Naura banyak meninggalkan stock asi untuk Raka karena takut kalau Mereka akan pergi lama, sedangkan Daffa sekarang sudah pintar makan jadi tidak bergantung pada Asi Arini...
" Ayo Ra.... diantar pak Udin saja nanti pulang nya minta antar Tami" ujar Arini
" Tami nya sudah tau bun?" tanya Intan
" sudah tan,sudah aku Wa" sahut Naura sambil menyiapkan keperluan Raka
" mama berangkat dulu ya" bisik Naura pada putra nya dan mencium pipi Raka
__ADS_1
" sayang..jangan nakal dan menyusahkan oma..bunda pergi dulu" ujar Arini pada Daffa
ketiga perempuan cantik ini pergi meninggalkan rumah,,,,