
seminggu berlalu Arini merasakan kesepian karena Naura sudah tidak kembali lagi ke rumah mereka,Saat ini Arkan dan Naura sedang ada di Bali untuk berbulan madu...
ponsel Arini berbunyi ternyata ada VC dari Naura
" assalamu'alaikum bun" pekik Naura di sebrang sana
" waalaikumsalam ra...yang lagi bulan madu sempet juga buat nelpon" sindir Arini
" bun...kangen...aku kangen bunda,Papi,Oma tapi yang lebih kangen sama Daffa bun,mana adik gembul ku itu" tanya Naura yang saat ini sedang duduk di tepi pantai menikmati semilir angin
" ada,, sebentar" ujar Arini membawa ponselnya keluar
" ini dia Daffa,,hay kak Naura" ujar Arini meniru suara anak kecil menghadap kan ponselnya di depan Daffa
" si gembul tayang nya aku ....kangen..muach..muach...." ucap Naura histeris di seberang sana karena sudah hampir dua minggu tak bertemu Daffa
" kalau kangen kapan pulang nya?" tanya Oma yang ikut nimbrung pada VC mereka
" oma.....aku kangen Oma,,ini si Arkan belum mau pulang,oma bicara sendiri padanya" Naura mengalihkan ponselnya pada Arkan yang sedang duduk menikmati es kelapa nya
" hallo oma..." sapa Arkan
__ADS_1
" hallo juga cucu ku,,kapan kalian akan pulang,jangan lupa bawa oleh-oleh buat oma" pesan oma
" tenang saja oma,aku sedang berusaha membawa oleh-oleh yang paling oma suka,,do'a bulan depan Arkan junior sudah hadir,jadi bisa untuk menemani Daffa bermain" ujar Arkan santai di hadiahi cubitan kecil dari Naura
" by....malu tau bicara seperti itu pada oma" gerutu Naura
" hahahah.... tidak masalah sayang,oma memang menginginkan cicit secepatnya" kekeh Oma
" astaga....lucu ya oma kalau aku yang masih 21 tahun ini sudah jadi Oma,,hahahha" Arini geli sendiri membayangkan dirinya di panggil Oma
" salah sendiri mengapa menikahi aki-aki" olak Naura di sebrang sana
" biarpun aki-aki begitu masih banyak yang minat pada nya ra,jangan salah usianya boleh tua,jiwa nya selalu muda,karena bunda mu ini merawat nya dengan baik" ucap Arini membanggakan diri nya
" yank....puas banget ngetawain papi sendiri" tegur Arkan
" upss..maaf by nih bunda mancing-mancing aku"
" bun,,udah dulu ya" ujar Naura
" jangan lupa pulang,mau jadi orang bali kamu,nggak pulang-pulang,, jangan lupa oleh-oleh nya...." ucap Arini
__ADS_1
" iya...iya bunda ku sayang,Lusa kami pulang,siapin makanan yang banyak buat menyambut kedatangan anak dan menantu mu ini ya,, assalamualaikum.....bye Daffa..muach.." Naura menutup panggilannya saat Arini sudah membalas salam nya
" Hubby aku mau lihat sunset nya,,kata orang di sini bagus Lo by sunset nya" Naura merapat kan duduknya di sebelah Arkan dan mengeratkan pelukannya
" di manapun akan indah melihat sunset nya asal dengan mu" Arkan mencium pucuk kepala Naura
*****
" Kenapa nggak semangat gitu yank?" tanya Bagas saat mereka sudah di kamar untuk tidur
" pih... seperti nya aku mau menambah anak deh pih,sepi banget Naura nggak ada" keluh Arini
Bagas membaringkan tubuhnya dan si ikuti Arini disebelah nya...
" belum dulu lah bun,,aku masih trauma kamu lahiran,lagi pula kalau hamil lagi kuliah kamu kapan kelar nya,,nanti udah tua masih jadi mahasiswa"
" ilmu itu nggak di ukur dari tua muda pih, siapapun boleh kuliah sekalipun sudah bangkotan asalkan masih mempunyai niat dan kemampuan"
" tapi aku ingin kamu menyelesaikan kuliah mu segera yank,biar lebih cepat fokus pada ku dan Daffa,urusan anak biar Naura saja yang memberikan kita cucu,kan nggak lucu kamu kalau saingan sama Naura hamilnya" jelas Bagas
" tapi rumah sepi banget pih"
__ADS_1
" itu karena Daffa belum bisa bicara,kalau sudah bisa pasti rumah ini akan heboh dengan celotehan nya,,aku masih ingin bermanja-manja dengan mu,satu Daffa saja sudah mengurangi jatah ku,apa lagi ada satu lagi,belum lagi nanti anak Naura, membuat ku akan lebih sulit berdua an dengan mu...." terang Bagas memeluk Arini