
Bagas menarik tangan Naura secara paksa membuat tautan tangan mereka terpisah
" pih,, jangan marah-marah nanti bisa jantungan,papi tidak mau kan mati cepat, kasihan bunda Arini yang saat ini sedang mengandung adik ku" ucap Naura mencoba mencairkan suasana
" kenapa kamu di sini?" tanya Bagas yang mulai mengendalikan emosinya
" sedang nonton bioskop om" jawab Arkan jujur
" kenapa kamu terlalu jujur" bisik Naura pada Arkan
" kata mama ku tidak boleh berbohong pada orang tua,bisa kualat" jawab Arkan yang juga berbisik
" tapi saat ini situasi berbeda,berbohong untuk menyelamatkan diri tidak apa" bisik Naura lagi
" Apa yang kalian bicarakan,sudah tertangkap basah masih saja berusaha mengelak" bentak Bagas membuat Naura terkaget
" maaf pih,kami hanya menonton bioskop di atas, tidak ngapa-ngapain" jawab Naura gugup
" tidak mungkin sepasang lelaki dan wanita berdua di tempat gelap tidak ngapa-ngapain" ucap Bagas
" tidak berdua om,banyak yang lain juga ikut menonton" jawab Arkan
__ADS_1
" tetapi tetap saja tempat nya Gelap,papi suruh kamu kuliah Naura bukan malah asik pacaran"
" kami belum pacaran pih" potong Naura
" ya om,kami belum pacaran,saya belum tembak Naura,rencana nya hari ini saya mau tembak Naura tapi keburu ketemu om" sanggah Arkan
" ha,,,kenapa Lo ngomong gitu ogeb,,bikin papi tambah marah tau" ucap Naura kesal
" jadi hari ini kamu mau ajak anak saya pacaran,kuliah saja belum tamat sudah berani mau ajak anak orang pacaran, selesai kan dulu kuliahnya baru bisa pacaran,Naura ayo pulang,,,jangan sekali-kali kamu pergi tanpa izin papi lagi" ucap Bagas menarik tangan Naura
" om...tunggu" pekik Arkan yang berlari menghampiri Naura dan Bagas
Naura sudah tersenyum manis pikirnya Arkan akan memperjuangkan cinta nya seperti di FTV yang sering Naura tonton saat orang tua si wanita tidak setuju si pria dengan gagah nya maju menarik si wanita dari ayah nya tetapi itu hanya khayalan Naura semata karena saat mereka sudah berhadapan Arkan hanya bicara
hancur,,hancur hati Naura karena tidak adanya perjuangan Arkan
Naura pulang dengan wajah kusut,,Bagas membawa mobil Naura pulang sementara mobilnya di bawa oleh sekretaris nya
Naura membanting pintu mobil kuat lalu berlari masuk kedalam kamar,ntah kesal pada Bagas yang menarik nya pulang atau pada Arkan yang tidak memperjuangkan nya
" kenapa yank?" tanya Arini yang melihat anak sambungnya ini berlari ke arah kamar dengan menangis
__ADS_1
" aku ajak pulang..." jawab Bagas singkat
"kamu marahi dia?" tanya Arini lagi
" aku bertemu nya di mall sedang pegang an tangan dengan si Arkan-arkan itu,terus aku tarik pulang" belum selesai bagas menjelas kan sudah di potong oleh Arini
" kenapa kamu tarik pulang?? ya jelas lah dia ngambek,kamu keterlaluan yank,dia tadi sudah izin sama aku buat pergi dengan Arkan" ucap Arini kesal melihat suaminya ini
" kok kamu kasih izin yank,dia kan masih kuliah,belum waktunya pacaran"
" terus apa kabar dengan aku,yang masih kuliah sudah bunting anak kamu..!!" marah Arini
" kan beda kalau kamu kita sudah menikah" sanggah Bagas
" masih mending Naura saat kuliah baru kenal pacaran,Lah aku saat SMA sudah tau pacaran,sama lelaki dewasa kayak kamu lagi" terang Arini yang membuat Bagas mati kutu tidak bisa menjawab
" aku nggak suka ya cara kamu begitu,Arkan lelaki baik,aku yakin dia nggak akan berniat macam-macam dengan Naura" bela Arini
"itu kan hanya pemikiran kamu yank,di tempat umum saja mereka berani pegangan tangan apa lagi di dalam bioskop yang sepi" ucap Bagas
" nggak semua orang isi otak nya mesum sama kaya kamu yank,kalau memang niat mereka mau berbuat senonoh nggak perlu ke bioskop,di toilet kampus pun bisa..!! tapi nyatanya mereka masih bisa jaga diri,biarlah Naura menentukan lelaki pilihan nya,kita orang tua hanya mengarahkan yang baik saja jangan terlalu ikut campur" ujar Arini dengan nada yang tidak lagi bersahabat
__ADS_1
Baru kali ini Bagas melihat istrinya emosi seperti itu hanya karna Bagas memarahi Naura
" kalau saja semua orang tua berpikiran seperti mu pasti kita tidak akan menikah" ucap Arini lalu meninggalkan Bagas mematung di depan ruang keluarga