Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
mood buruk


__ADS_3

Arkan mengantarkan Naura kembali lagi ke kampus karena Naura masih ada mata kuliah..


Arini kali ini pulang di jemput oleh Bagas di parkiran kampus,jadwal Bagas tidak terlalu padat hari ini jadi menyempatkan diri untuk menjemput Arini


" capek..." tanya Bagas saat Arini masuk kedalam mobil dan menyalimi tangan Bagas sedangkan Bagas membalas mengecup singkat kening Arini


"Lumayan,," jawab Arini singkat


" Naura belum pulang sayang?" tanya nya lagi


" dia ada kuliah sore pih hari ini,jadi belum pulang"


" kita langsung pulang apa mau mampir dulu?" tanya Bagas pada istrinya ini


" mau ke supermarket deket rumah Pih,mau beli persediaan pembalut,aku lupa membawa nya dari rumah kemaren,karena sebelum kita menikah aku sudah datang bulan jadi kelupaan deh ,takutnya tamu bulanannya datang malam,kalau lupa beli kan gawat..bisa kececeran" bawel Arini


" sekalian mau beli cemilan, seperti nya aku stress tugas kuliah deh pi,jadi bawaan nya pengen makan mulu" lanjutnya mengoceh


Bagas menepi kan mobilnya di sebuah parkiran mini market dekat rumah mereka


" sayang aku harus ikut?" tanya Bagas

__ADS_1


" ya iya lah,,mau aku jalan sendiri di dalam" jawab Arini ketus


sebelum Nyonya nya merajuk Bagas segera turun,kalau sudah merajuk bisa panjang urusannya,,,


Arini memilih-milih belanjaan nya,tak sengaja dia menangkap sepasang bola mata memandangnya


" Arkan.." gumamnya kecil


" apa sayang??" tanya Bagas


" he,tidak tadi seperti nya melihat teman kuliah ku pih" jawab Arini


Arini memang tak pernah menolak perlakuan manis Bagas padanya asalkan masih sebatas wajar di muka umum,mereka memang acap kali mengumbar kemesraan nya...


setelah dirasa semuanya cukup Arini menuju kasir untuk membayar...


" sayang ini" Bagas memberikan sebuah kartu debit pada Arini..


" uang yang kemaren ayank kasih masih ada,pakai itu saja yank" ucap Arini


Dia sengaja tidak memanggil papi di depan kasir tersebut,karena dari tadi mata karyawan itu terus menatap kearah suaminya,Arini sedikit kesal,mood nya seketika berubah seperti ingin menelan hidup-hidup mbak-mbak kasir nya.

__ADS_1


selesai berbelanja Arini menggenggam lengan Bagas mereka kembali menuju parkiran untuk pulang kerumah.


" ternyata papi Naura memang masih gagah,wajar saja Arini menyukai nya,,sial aku sempat tertarik dengan istri orang" umpat Arkan keluar dari persembunyiannya saat Arini melihat nya tadi..


" bahkan Arini tidak malu sedikitpun memperlihatkan kemesraan mereka,berarti memang mereka saling mencintai,aku tidak boleh mengganggu hubungannya" lanjut Arkan pergi meninggalkan mini market


"Sayang kaya' nya bete banget" tanya Bagas


" iya...mbak kasir nya terus melotot in kamu pih,pengin aku congkel deh mata nya buat santapan ikan hiu" ucap Arini ketus


" hahaha...sejak kapan istri ku yang cantik ini berubah menjadi pyscho?" tanya Bagas pura-pura bergedik ngeri


" jangan menggoda ku pih,mood ku sedang buruk"


" cup...cup...sini aku cium,jangan sampai mood istri ku tidak membaik malam ini,bisa-bisa ular ku karatan" goda Bagas


" papi......." pekik Arini memanyunkan bibirnya


"iya sayang....sini" jawab Bagas meraih tangan Arini untuk memeluk nya


sesampainya di rumah Arini segera masuk kedalam kamar,barang-barang belanjaannya sudah di letakan bagas di dapur,kecuali barang pribadi Arini langsung di bawa nya kedalam kamar..

__ADS_1


__ADS_2