
" bun...." panggil Bagas pada Arini yang sedang asik ngerumpi di dalam kamar Raka
" kenapa pih" sahut Arini
" ini Daffa menangis cari in kamu" ucap Bagas menurunkan Daffa dari gendongan nya dan memberikan pada Arini yang sudah membuka handel pintu
"kenapa??" tanya Arini
"biasa berantem dengan Syifa,lagian kalian betah banget di sini,oma di belakang lagi siapin makanan,nggak enak bun kalau kalian pada ngobrol" tegur Bagas
" astagfirullah...keenakan ngobrol pih,iya....kami kebelakang,,,,makanan nya udah dateng pih?" tanya Arini
" sudah lagi siapkan oleh oma Surti dan yang lainnya" jawab Bagas sambil berjalan ke teras belakang...
"say... keluar dulu yuk,makanan nya sudah datang, nggak enak dengan yang tua,masa' yang muda asik bercerita yang tua Bekerja" ucap Arini keluar dari kamar menggendong Daffa
"kapan datang makanan nya ma?" tanya Arini pada mertua nya
" baru saja,, langsung di letakan di meja saja ya Rin,biar nanti nggak repot lagi" ucap oma
__ADS_1
" iya ma,biar aku yang angkat,mama bantu pindahin sambalnya saja kedalam tempat ini" ucap Arini menunjuk mangkok besar berhias bunga....
Arini,Intan,Tami dan tante Rindu sibuk menyiapkan meja prasmanan nya, sedangkan Iren dan adinda lagi menyusun kue..Rangga...Vino serta Arkan menyusun kursi dan Air mineral,semua sudah ada tugas masing-masing,hanya para lelaki dewasa saja yang tidak bekerja...
Bram,Bagas,Zyin,papa Arkan pak Surya dan Ayah Arini sedang mengobrol di taman belakang....
para oma sedang di dapur membantu menyiapkan piring dan yang lain nya....
keluarga mereka memang sangat kompak dan harmonis,para tetangga yang melihat kerap kali merasa iri dengan perkumpulan para sahabat ini,mereka pun tidak menyangka yang awal nya persahabatan bisa terikat dengan tali persaudaraan yang kuat....
Daffa dan Syifa bermain di temani Radit adik Arini serta pengasuh nya,sedangkan Naura memang belum di perbolehkan bergerak banyak...jadi hanya duduk mengawasi sambil memegang satu toples cemilan yang di buat Arini
***
selesai acara keluarga mereka masih berkumpul...
Bude sumi menatap sinis pada Aska,setiap pergerakan Aska di awasi nya...
" ntar copot tu mata baru tau" sindir Bude Sri
__ADS_1
" kamu tidak usah ikut campur Sri,,Iren anak saya,saya tau yang terbaik untuk nya" ketus bude Sumi
" malang sekali kamu ren, mendapatkan ibu seperti nya" ungkap Bude Sri
" hus...nggak boleh begitu Sri,,Iren anak mu juga, keponakan kita" ingat Oma Surti
" aku yang jadi gerget ya mbak" ucap bude Sri
" sudah lah bude,Restui saja,Aska lelaki yang baik,Iren tidak akan menderita hidup dengan nya,percaya sama saya" ujar Arini ikut duduk dengan para oma tua ini
" iya,,kenapa kamu kekeh sekali melarang mereka Sum" kini Oma yang bersuara
" bukan begitu oma,Aku hanya belum mengenal Aska sepenuhnya" elak bude Sumi
" setelah menikah kamu akan mengenal nya,bahkan akan tau siapa dirinya...jadi terima saja dulu" bujuk Oma
" ya... akan tau kalau dia hanya pegawai biasa" ketus Bude Sumi
" harta tidak di bawa mati Sum"Ingat Oma surti
__ADS_1
" ya,,tapi tidak ada harta akan mati mbak" potong bude Sumi
" sudah lah mbak percuma menasehati nya,wong nya keras kepala,anak nya kabur baru tau rasa,kalau nggak bunuh diri tu kaya' di sinetron-sinetron" ucap Bude Sri menakut-nakuti membuat Bude Sumi berpikir sejenak