Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
obrolan pagi


__ADS_3

pagi ini mereka sedang menikmati sarapan di resto hotel....


" bun,,sudah Semua membelikan pesanan oma?" tanya Naura


" sudah" sahut Arini singkat


" oma Surti?" tanya Bagas


" hmmm"


" ka,jangan lupa untuk mertua mu,nanti malah mengomel tak jelas" ujar Bagas lagi


" sudah mas,semua sudah beres...itu adalah hal yang pertama bagiku,karena membawa anak dan cucu nya pergi butuh sogokan besar" jawab Aska terkekeh


" tapi bude Sumi sudah jauh berubah,dia jadi lebih ramah" potong Intan


" ya jelas lah,,belanja bulanan nya dari menantu nya ini membuat senyum nya selalu terbit" ujar Aska


" itu kewajiban ka, jangan di jadikan beban" ingat Bagas


" iya mas,aku ikhlas orang lain saja aku berikan apa lagi mertua ku" jawab Aska cepat


" memberikan kepada orang tua pahala nya besar Lo,, siapa lagi yang akan kita Bahagia kan kalau bukan keluarga" ucap Arini

__ADS_1


" kalau aku bun...siapa lagi,bunda sudah banyak uang nya,papi apalagi" ujar Naura terkekeh


" pemberian anak itu beda ra, walaupun orang tua mempunyai percetakan uang sekalipun dia tetap akan bahagia di berikan oleh anak nya, selagi orang tua kita hidup kita bisa membahagiakan nya,kalau dia mati mau pabrik nya pun kita berikan tak akan ada gunanya,yang ada hanya penyesalan karena belum sempat membahagiakan mereka" jelas Arini panjang lebar


"itu kode keras ra untuk mu, walau pun bunda dan papi banyak uang mereka masih menginginkan pemberian mu" ujar Intan


" bukan menginginkan dalam artian tamak ya,tapi hanya Bahagia anak masih mengingat orang tua nya, contoh nya oma,apalagi yang dia tak punya,tapi saat kami pulang dari manapun kalau di berikan hadiah pasti dia akan bahagia padahal yang di berikan harganya tak seberapa.....tapi oma selalu menghargai nya" jawab Arini


" itu yank,,, dengar kan nasehat Arini" ucap Bram


" aku selalu memberikan untuk mama jika berpergian mas,bahkan jika mama menginginkan punya ku tetap aku berikan asal jangan barang kesayangan ku saja..." sahut Intan cepat, dia tak ingin di nilai menantu yang tak ingat mertua


" kenapa tidak boleh barang kesayangan mu ntan?" tanya Tami


" karena barang kesayangan nya harga nya selangit" jawab Bram


" tapi harga nya jauh turun kebawah,coba berinvestasi di emas atau properti pasti akan terus meningkat" kali ini Arkan yang akan bicara


" kamu menyindir ku by" ucap Naura jengah


" bukan sayang,hanya mengemukakan pendapat,kalau perempuan lebih senang berinves di barang branded" jawab Arkan menggeleng takut


" itu kesenangan mereka para perempuan,,kalau menurut ku uang kan bisa kita cari, kebahagiaan istri itu yang terpenting,,di mana lagi mencari senyuman istri selain membiarkan mereka shopping sepuasnya,,aku tak pernah mempersoalkan masalah uang,yang terpenting kebahagiaan mereka yang utama" jawab Bram menatap Intan

__ADS_1


" betul Om,,aku suka prinsip mu,dari pada memberikan pada orang lain lebih baik pada istri" sahut Kirana


" iya na....aku juga tak pernah mempersoalkan mas Bram memberikan pada keluarga atau sedekah dengan orang lain,asal memang ditempat yang tepat..." tekan Intan


" jadi kalau memberikan pada ku tidak masalah tante?" tanya Arkan


" jika memang kamu membutuhkan nya tidak masalah,aku hanya tak suka jika milik ku yang di ganggu, kalau hanya masalah uang aku tak sepelit itu" cebik Intan


" poinnya kamu merasa membutuhkan tidak?" tanya Vino,dia memang tau sifat adik perempuan nya ini dari dulu cuek kalau masalah uang,yang terpenting semua kebutuhan nya terpenuhi.


" kalau untuk saat ini belum Vin,tapi belum tau kedepannya bagaimana" jawab Arkan


" mertua mu memiliki percetakan uang,kamu jangan Khawatir" goda Aska


" Roda itu berputar ka,,kini bisa saja nasib kita semua di atas siapa tau nantinya berada di bawah,,kita tidak bisa menilai sesuatu dari yang terlihat di luar saja belum tau di dalam nya,,kini hanya perbanyak tabungan dan bekerja, semoga kita semua do jauhkan dari marabahaya dan segala kemungkinan buruk" jawab Bram


" iya Ka,,aku bukan tak boleh Naura berfoya-foya,,aku tau uang nya saja tidak kan habis untuk nya apalagi di tambah uang ku hanya saja memikirkan kedepannya,hidup kita masih panjang" ujar Arkan


" tapi kalau tidak di nikmati juga tak kan seru kan" sahut Rangga


" betul.... sesekali boleh saja menikmati nya, seperti saat ini...selama ini bekerja memeras otak tapi ada saat nya menikmati hasilnya,tapi harus dalam batas wajar" potong Bagas sambil menyesap teh nya


" Intinya untuk saat ini nikmati saja dulu,yang terpenting pundi-pundi uang masih tersimpan aman,kalau terus di perdebatkan tak kan ada habisnya,kami hanya tak suka kalau uang kalian para suami tak tau arah nya kemana,kalau untuk istri dan keluarga oke-oke saja" tekan Intan menatap Bram

__ADS_1


" semua uang ku sudah tercatat rapi yank di buku harian mu,jangan lagi menatap ku curiga" ujar Bram cepat


" bukan menuduh atau apa lah,kami perempuan ini hanya mengingatkan" lanjut Tami buka suara


__ADS_2