
" tidak ada salah nya di coba,mumpung dia masih dalam masa Nifas" pikir mayang yang senyum-senyum sendiri
" mikir apa kamu Mayang,jangan yang tidak-tidak,,bu Arini perempuan yang baik,jangan mencoba mengganggu" ucap Bi Sumi mengingatkan
" nggak boleh su'uzon bik,orang saya lagi ingat pacar saya di kampung" elak Mayang
" kalau masih mau kerja jangan kebanyakan ngayal,ntar nggak makan tu ibu mu di kampung...!!" ucap Bik Sumi keluar membawa kan kopi buat suaminya
"mana tau saja bisa...!!,kamu orang yang duluan aku tendang keluar" gumam Mayang kesal
***
" yank,,kenapa pengasuh nya muda,aku nggak suka yank,apa kamu sengaja nyari yang muda?" tuduh Arini saat sudah masuk kedalam rumah
" mana aku tau sayang kan aku minta nya dari yayasan,bukan aku yang cari,kalau kamu nggak suka kita pulang kan saja" jawab Bagas sambil menimang Daffa
" kalau di pulangkan kasihan juga sih" gumam Arini pelan
" kok kamu jadi minder gitu yank,jauh lah kalah dia dari kamu,dari segi cantik cantikan kamu,dari segi muda muda an kamu,dari segi apa pun menang kamu lah yank" puji Bagas
Arini tersenyum mendengar pujian Bagas
" sini deh bunda,,lihat sini" pinta Bagas
Arini mendekat ke arah ranjang di mana Bagas sedang menimang Daffa
" mirip aku ya bun" ucap Bagas mencium pipi Arini
" ya,,,yang hamil aku,yang banyak kerja aku lahirnya mirip kamu,nggak adil banget ya pih" keluh Arini
__ADS_1
"hahahah....makanya kalau aku suruh di atas jangan banyak cemberut nya,jadi nya kan begini..." ucap Bagas terkekeh
" apa hubungan nya,dasar otak mesum"omel Arini
***
Pagi ini Naura sudah di jemput oleh Arkan ke kampus sejak kejadian Arkan menolong Naura Bagas sudah menyetujui mereka pacaran tapi tetap masih dalam pengawasan Bagas dan Arini
" ra,,aku besok udah jarang ke kampus tinggal nyusun skripsi" ucap Arkan saat mereka di mobil
" iya...aku ngerti kok,tenang aja kalau kamu nggak sempat antar jemput Aku bawa mobil sendiri aja" jawab Naura masih asik dengan ponselnya
"kalau aku tamat kuliah,kamu mau nggak kita nikah" tanya Arkan
Naura seketika menghentikan aktivitas nya
" yank,,kok kamu nggak ada romantis-romantisnya sih,dulu nembak aku datar aja, sekarang ngelamar aku juga gitu,gak asik kamu" kesal Naura
" tau ah...." Naura keluar membanting pintu mobil nya
" salah lagi...." gumam Arkan pelan mengikuti langkah Naura
****
sore ini Bagas sengaja pulang cepat karena ingin bermain dengan Daffa
" mana Daffa yank?" tanya Bagas
" main sama oma di belakang" jawab Arini sambil mengambil tas kerja Bagas dan mencium pipi serta tangan Bagas
__ADS_1
Mayang yang memperhatikan mereka tersenyum sinis
" pasti mau harta nya pak Bagas saja,soalnya dari segi umur dia sangat muda" batin Mayang
Arini menyadari kalau dari semalam Mayang memperhatikan suaminya
" mau di kasih yang lebih ekstrim lagi ne kaya' nya" batin Arini
" yank,," panggil Arini memeluk Bagas mesra
" nggak biasanya kamu meluk erat gitu bun" bisik Bagas
" kangen...." ucap Arini lirih
Bagas sedikit curiga dengan perubahan Arini tetapi dia menikmati setiap sentuhan tangan Arini
" yank,,kekamar ya,aku nggak tahan kalau di sini" ucap Bagas lembut menarik Arini kedalam pelukan nya
setelah di kamar pintu di kunci oleh Bagas
" nanti Daffa nangis pih"
" kan ada oma nya" Bagas langsung mencium Arini dengan rakus
" yank,,kamu harus tanggung jawab,gimana cara nya ni belalai harus tidur,aku udah nggak tahan"oceh Bagas
" kok aku sih pih,kan kamu yang cium aku" protes Arini
" kamu yang mancing"
__ADS_1
" habis nya tu pengasuh ngelihat kamu kaya' kucing ngelihat ikan segar" kesal Arini
" bukan salah aku lah yank,ayo tuntas kan ini dulu,jangan banyak bicara sedikit bekerja yank" Bagas menarik tangan Arini masuk kedalam kamar mandi mau tak mau Arini mengikuti kemauan suaminya