
hari ini Naura pergi ke kampus dalam keadaan masih kesal...
" bun,,aku duluan ya" pamitnya langsung keluar
" mulai nggak sopan tu anak" oceh Bagas
" udah nggak usah di perpanjang masih kesal mungkin sama kamu" ucap Arini
" bela saja terus yank,biar tambah ngelunjak dia"
" lagian kamu sensi amat sekarang pih,yang bunting aku yang marah mulu kamu,ayo cepat aku ada kuliah pagi,mau nganterin aku apa nggak...!!" ujar Arini sedikit kesal
" iya lah...sabar"
****
sesampainya di depan kampus Arini menyalami punggung tangan Bagas
" nggak usah ceramah pih aku udah telat,semua nya sudah aku hapalin dan terekam di sini" ucap Arini menunjuk kepalanya
" baiklah,aku tidak mau terjadi apa-apa pada anak ku,,," ujar Bagas sedikit tersenyum
" aku masuk dulu sayang,hati-hati kamu bawa mobilnya" Arini mencium pelan pipi Bagas dan segera keluar
selesai dengan kuliah pagi nya Naura hendak keluar kampus,hati nya masih kesal untuk bertemu Arkan..
" Ra....." panggil Arkan lirih
Naura menoleh sesaat "kenapa??" tanya nya
__ADS_1
" kok bete gitu muka nya?"
" nggak ada,cuma mood gue lagi buruk"jawab Naura ketus
" bukan nya kemaren udah aku kamu ra,kok sekarang jadi Lo gue lagi,nggak asik ra" ucap Arkan duduk di pinggir parkiran
" dulu waktu pacaran sama Sinta siapa yang nembak Lo?" tanya Naura
" Sinta...!!" Jawab Arkan jujur
" hmmm... pantasan"
" pantasan apa??" tanya Arkan bingung
" nggak,,pantasan gue kaya' orang ogeb nungguin Lo" ucap Naura masuk kedalam mobilnya
" kamu nungguin aku?? kenapa nggak bilang dari tadi,aku juga nungguin kamu ra,mau ngomong sesuatu" ucap Arkan
sebenarnya Arkan mengerti akan arah pembicaraan Naura hanya saja dia masih mengulur waktu takut Naura menolaknya,tapi kali ini dia akan memberanikan diri untuk mengungkapkannya
" ra.....maaf kalau buat kamu kesal" ucap Arkan sambil memegang tangan Naura
jantung Naura kembali berdegub kencang,keringat mulai bercucuran keluar dari dahinya
"sebenarnya kemaren aku udah pengen ungkapin ke kamu tapi malah papi kamu keburu datang mengacaukan nya,,Ra...aku bukan lelaki yang romantis dan bisa merangkai kata indah seperti papi kamu,tapi...."
" tunggu....tunggu...kenapa jadi bawa papi aku??" potong Naura
" kalai nggak romantis nggak mungkin kan Arini bisa suka orang papi kamu sudah tua" ucap Arkan
__ADS_1
.
" jadi kamu secara tidak langsung bilang papi aku tua??" Naura sedikit melotot
" jangan marah ra,kan hilang deh rangkaian kata aku,udah susah-susah siapin jadinya bleng gini" omel Arkan
" kok jadi kamu yang marah,memangnya yang salah aku??"
" nggak,,,kamu nggak salah aku yang salah,nggak usah pake ungkapan deh ra langsung aja,kamu mau jadi pacar aku??" tanya Arkan cepat
" apa???nggak salah Kamu nembak aku?" tanya Naura
" kan salah lagi,ayo Jawab ra,,panas ini...!! AC nya nggak kamu nyalain" ucap Arkan dengan peluh di mengalir di pipi nya
" iya,,lupa" Naura segera menghidupkan mesin mobilnya dan menyalakan Ac
" jadi gimana ra?" tanya Arkan lagi
" apa nya?"
"jawabannya Naura" tekan Arkan kesal
" hehehhe,,belum jadi pacar udah berani marah,papi nanti gimana?"
" kok jadi papi sih ra,jawab aja dulu,mau apa nggak,soal papi kamu nanti kita hadapi sama-sama" yakin Arkan
Naura menganggukan kepala malu
" yes...jadi aku di terima ra???" tanya Arkan sambil memeluk erat Naura
__ADS_1