
" kak buka pintu nya dulu" pinta Tami,dada nya sudah berdegub kencang
" ponselnya sudah aku matikan kenapa ketukan pintu yang menggangu" batin Vino kesal berjalan ke depan pintu
" kamu tetap di sini,jangan kemana-mana" ucap Vino berjalan keluar
" kenapa?" tanya Vino melihat Bagas,Bram dan juga Arkan yang sudah berada di depan pintu kamar nya
" keluar dulu ada yang ingin kami tunjukkan padamu" ucap Bram
" jangan macam-macam aku tak mengganggu malam pertama kalian "tegas Vino mengikuti langkah kaki ketiga lelaki tersebut
" jangan su'uzon kakak ipar,ini hanya kejutan kecil untuk mu" ucap Bram merangkul pundak Vino
Mereka membawa Vino dalam ruangan yang ada di dalam hotel,ruangan yang memang sengaja mereka buat untuk berkumpul
" minum ini..." Bram memberikan satu gelas wine tanpa alkohol
" aku tak biasa minum minuman keras" tolak Vino
" tenang saja ini tanpa alkohol,hanya sekedar menghangatkan badan,karena kalian akan malam pertama" goda Bram
" jadi kenapa kalian mengajak ku kemari?"tanya Vino tak ingin berbasa-basi
" ini..." Bagas memberikan satu buah kunci rumah
" apa???" tanya Vino heran
__ADS_1
" hadiah dari kami,satu buah unit rumah,yang tepat nya di depan Rumah Arkan dan Naura"ucap Bagas
" yang benar??" tanya Vino tak percaya
" iya...itu sebagai hadiah dari kami,,kau sudah bisa mengajak Tami pindah kerumah itu" jawab Bagas
" wah... terimakasih..kalian memang keluarga terbaik" ucap Vino tersenyum dan meminum minuman yang di berikan Bram tadi
" untuk sertifikat nya bisa kau urus atas nama Tami,karena harta atas nama istri akan lebih baik di banding suami,membuat rasa kekhawatiran mereka berkurang" ucap Bagas menepuk pundak Vino
tiba-tiba Vino merasa kantuk dan beberapa kali menguap,,dia izin kembali masuk kedalam kamar...
Vino masuk kedalam kamar melihat Tami sudah tertidur pulas mungkin karena kelelahan seusai acara mereka,Vino pun merasa mengantuk berat,dan ikut tertidur di sebelah Tami....
****
" kau yakin dosis nya sedikit,aku tak mau terjadi apa-apa pada nya,bisa di gantung Intan aku" ucap Bram menatap Arkan
" ini ide mu gas,,kalau sampai Intan marah kau juga harus tanggungjawab" ucap Bram menunjuk Bagas
" hanya sedikit gangguan saja Bram,,malam besok mereka juga bisa melakukan nya,hanya menunda semalam" jawab Bagas terkekeh
ketiga lelaki ini memasukan obat tidur dalam minuman yang sudah di minum Vino tadi...
" ayo kembali kekamar,, istri-istri kita sudah menunggu,kalau mereka bertanya jangan ada yang buka suara" ingat Bagas pada Bram dan Arkan
****
__ADS_1
pagi ini Tami bangun dan melihat Vino tertidur nyenyak di samping nya, Tami Melihat baju nya yang masih utuh,walau ada rasa kecewa karena Vino pergi ntah kemana malam tadi tetapi ada perasaan lega,,dia belum merasakan sakit yang di bayangkan nya..
" kakak...bangun subuh dulu"ucap Tami
Vino tak kunjung Bangun,,Tami memegang Kening Vino ,suhu tubuh nya normal mungkin hanya kelelahan saja...
Tami memutuskan untuk mandi dan sholat duluan..sudah pukul tujuh pagi Vino tak kunjung bangun,Tami menghubungi Naura meminta bajunya,,
jam sudah pukul delapan pagi Tami keluar dari kamar,dia mengira kalau Vino terbiasa bangun siang di hari Libur,jadi Tami tak berani membangun kan nya,Tami memutuskan untuk keluar kamar mencari sarapan
" mana kak Vino?" tanya Arini
" masih tidur"
" wah...berapa ronde semalam,sampai nggak bisa bangun dia" goda Naura
" berapa ronde apa nya,semalam kak Vino pulang sudah larut malam di bawa oleh suami-suami kalian" ucap Tami yang semalam mendengar suara Bagas,Bram dan Arkan
ketiga wanita cantik itu menatap suaminya masing-masing dengan tatapan Horor,mereka susah payah menyembunyikan koper Tami ,malah di rusak oleh suami-suami nya....
" pih.....masuk" ajak Arini ingin mengintrogasi Bagas
" by....ayo" ajak Naura
" Mas.....Kalau kamu terbukti bersalah,terima hukuman mu" bisik Intan di kuping Bram
"oma sudah sarapan" tanya Tami pada oma yang sedang menyesap teh nya
__ADS_1
" hmmm.....bangun kan suami mu,ajak dia sarapan" ucap Oma
Tami segera berdiri dan berjalan kearah kamar nya...