
malam ini semua keluar dan mendatangi rumah Tami dan Vino
" kenapa kalian baru datang?" tanya Tami
" kemana saja?"
" hmmm.....Raka sedikit rewel Tam,jadi aku menemani nya" ucap Naura berbohong takut pada Arini
" Kamu kemana bun?" Tami menatap Arini
" menemani papi memeriksa laporan kantor" sahut Arini
" kamu tan?"
" tadi sedikit mual,,jadi istirahat di kamar" jawab Intan menatap suami nya agar tak buka suara
" untung ada Aska dan Irene kemari jadi mereka yang membantu ku memindahkan barang-barang..." ucap Tami
" wah ..sudah di isi ya Tam...!!!" seru Naura
" iya,,tadi kak Vino belanja online,aku lelah jadi tak bisa langsung ketoko"
" hmmm...berapa ronde sampai kelelahan begitu?" tanya Intan
" mau tau banget..kepo..." cebik Tami
para mama muda ini keteras belakang untuk melanjutkan acara ngerumpi nya
__ADS_1
" bagaimana pih,misi berhasil?" tanya Arkan
" oke....kalian bilang apa sampai tu nyonya nyusul pulang?" tanya Bagas
" Arkan bilang kamu mau Meeting sama perempuan cantik di kafe siang tadi" sahut Bram
" huf....untung dia nggak tambah marah" ucap Bagas kaget
" tapi nyatanya kan papi seneng, berarti misi kita berhasil,,om gimana?" tanya Arkan
" kan sudah om bilang,tante mu itu tidak akan mengerti sampai kesitu,di rayu sedikit saja sudah luluh,dia tidak bisa tidur tanpa om gosok dulu Perut nya,karena nyonya Sultan saja yang mempengaruhi nya kemarin" kesal Bram kalau mengingat dia tidur bersama Bagas dan Arkan
" jangan menyalahkan istri ku,kalau dia dengar tamat lah riwayat kalian"
" Bagaimana rumah nya kak,suka?" tanya Bram pada Vino
" dulu kamu tidak mau saat papi ingin belikan untuk kalian" ucap Bagas
"dulu aku ingin membuktikan pada papi kalau Naura akan hidup bahagia dengan ku,coba yang ngasih papa Tami pasti di tolak juga sama Vino" jelas Arkan
" karna yang ngasih Mas bagas maka nya aku terima" jawab Vino cepat
" tapi sekali lagi terimakasih atas hadiah nya Tami Sangat suka karena dia bisa berdekatan dengan sahabat-sahabat nya itu" ucap Vino tulus
" semoga kita kelak bisa terus menjadi saudara ya,dan makin di pererat" ujar Bagas
" aamiiin....." sahut mereka bersama
__ADS_1
****
" jadi gimana Tam,sudan ngerasain kan pecah per*wan nya gimana,sakit nggak?" tanya Naura
" hmmm...awalnya sih iya ra tapi sudah itu nggak lagi" jawab Tami apa adanya
" hey..jangan di teruskan cukup sebatas itu,ini malah privasi pasangan,bukan untuk konsumsi publik" ingat Arini
" ye ..bunda...baru juga mau ngegosip" keluh Intan
" cukup sebatas itu...kan kita sama-sama sudah ngerasain nya,kalau malam pertama nya perawan rasanya sama kok, sama-sama sakit, sama-sama nikmat sesudah itu dan lama-lama terbiasa,,," ujar Arini
Naura mencebik kesal karena tidak bisa mendengar cerita Tami
" apa yang di rasakan Tami sudah kamu rasakan jadi tidak perlu penasaran,kalau mau bisa minta pada Arkan nggak usah bahas malam pertama,yang lain saja" ucap Arini menutup topik mereka
"bagus di kasih bunga ini Tam,biar seperti taman,jadi nyaman kalau sedang duduk di sini" ucap Arini melihat kearah tanah yang masih kosong....
" baru juga hari ini datang bun,masih capek, pakaian saja masih banyak yang belum di ambil di rumah mama"
" bawa secukupnya saja,kan bisa beli lagi aku dulu juga gitu,jadi pas mau main kerumah orang tua pakaian kita di sana masih ada" jelas Naura
" kapan peresmian rumah baru nya kakak ipar?" tanya Intan
" mungkin setelah acara pernikahan Aska dan Irene agar tak terlalu buru-buru,mereka juga ingin datang,karena dua hari lagi mereka sudah di pingit" jelas Tami
" oh iya minggu ini acara Om aska ya,aku sampai lupa" gumam Naura pelan yang baru tadi di ingatkan oleh oma nya kalau minggu ini harus pergi mengantar Aska
__ADS_1