Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
belanja


__ADS_3

pagi ini keadaan semua sudah membaik....


mereka semua sedang menikmati sarapan nya.


" bun,,jangan terlalu banyak" ujar Bagas


" kenapa pih, makanan nya enak" sahut Naura


" papi terlalu banyak makan akhir-akhir ini,berat badan sudah naik drastis...tenaga sudah menghilang" jawab Bagas


" jadi mencoba diet" Ucap Bram


" bukan diet hanya mengurangi porsi makan karena sudah tak pernah berolahraga lagi Bram" lanjut Bagas


"aku juga tak pernah berolahraga lagi gas,hanya olahraga ranjang saja" seru Bram santai


" huks....huks..." Intan terbatuk mendengar ucapan Suaminya ini, bisa-bisa nya Bram menyebutnya saat semua berkumpul


Arini hanya mengulum senyum menatap Intan yang wajah nya memerah


" hati-hati yank" Bram menyodorkan satu gelas air putih

__ADS_1


" kamu tidak bisa lagi mengontrol omongan " kesal Intan sesudah menghabiskan air nya


setelah sarapan mereka semua pergi untuk jalan-jalan,,,anak mereka kali ini di bawa semua untuk berkeliling,hanya Aira dan Vita yang menunggu di dalam mobil bersama pengasuh...


" mau itu??" tunjuk Daffa pada mainan yang terpanjang di depan toko


" bun,, Daffa mau mainan" lapor Bagas,saat ini Daffa berada di gendongan nya


" mainan yang mana sayang?" tanya Arini


Daffa menunjukkan salah satu helikopter mainan yang terpajang


" itu kode bun,kali ini Daffa minta helikopter mainan,, besok-besok minta yang asli" potong Aska


" bukan aku tak mampu membeli kan tapi itu hal yang tak penting,lebih baik berinvestasi di properti dan emas dari pada hal seperti itu...hanya untuk jalan-jalan saja sedangkan kita kalau jalan-jalan selalu berombongan mana cukup satu heli" jelas Bagas


" ya dua heli lah,kan masih ada satu sultan lagi" ujar Arkan menatap om Bram


"no....no....no....jangan menghasut yang tidak-tidak kan" Intan menatap tajam Arkan


" kau semakin galak tante" ujar Arkan tersenyum

__ADS_1


" aku saja tak menyangka dia bisa menampar Monica kemarin, padahal selama ini dia selalu bersikap lembut tak pernah menggunakan kekerasan" sahut Bram


" ada kala nya menggunakan kekerasan untuk menyelesaikan masalah,tetapi masih di jalan yang benar" tekan Intan


" sudah-sudah jangan di bahas lagi,nanti membuat mu tidur di luar,tak akan ada yang mau berbagi tempat tidur pada mu Bram di saat seperti ini..." Bagas menyudahi obrolan mereka dan memilih kan tiga mainan untuk Daffa dan Bianca serta Raka


Bram pun ikut memilih untuk anak kembarnya


" kalian benar-benar enak ya,hanya memiliki anak, fasilitas sudah di sediakan oleh opa nya" ucap Aska menyindir Arkan


" jangan beranggapan negatif kan,,,Raka masih di fasilitasi oleh opa nya tapi Naura membuat tabungan ku terkuras habis..." ungkap Arkan


" gila belanja Intan tak segila belanja Naura,dari dulu dia sudah terbiasa di beri hal yang berlebihan dari oma dan papi,jadi sebagai suami aku harus bisa mengimbangi nya" lanjut Arkan lagi


" mas..itu suara hati Arkan meminta tambahan warisan" sindir Aska


" hahaha......boleh juga cara mu kan" ejek Bram


" tidak pih....jangan di dengar"Arkan menggelengkan Kepala nya cepat karena takut mertuanya salah sangka


" kau saja yang sudah di kuasai Naura,,semua hak Naura sudah aku berikan,dan transfer tiap bulan nya juga masuk" sahut Bagas

__ADS_1


" aku tak pernah menanyakan uang nya pih,itu hak dia,tugas ku sebagai suami memberikan nafkah semampu ku" jelas Arkan


" Uang nya aku tabung pih,,,Arkan memang tak pernah menanyakan apapun padaku,aku yang menyimpan semua" jawab Naura sambil melihat-lihat benda yang menurut nya unik...


__ADS_2