Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
belanja


__ADS_3

pagi ini Bagas bangun agak kesiangan karena semalam sulit tidur,,dia segera mandi dan berangkat ke kantor cabangnya,,hari ini dia memutuskan untuk pulang...


setelah mendapatkan solusi untuk kantornya dan memerintahkan untuk membuat laporan Ulang Bagas segera pulang..dia meminta pada Aska untuk datang ke Jakarta mengganti kan nya...


***


Naura dan Arini sedang melakukan perawatan di salon kecantikan,sudah lama sekali Arini tidak ke salon sejak Naura sibuk mempersiapkan pernikahan nya Arini tak memiliki teman untuk ke salon tapi hari ini mereka berdua seperti menikmati masa Abg nya lagi....


dua jam berkutat di salon kecantikan Naura dan Arini memilih mengisi perut mereka di salah satu Restoran


" ra.. seperti nya itu mami kamu" ucap Arini menunjuk wanita yang duduk di sudut meja dengan lelaki tua,bahkan jauh lebih tua dari Bagas


" nggak usah di lihat Bun" jawab Naura


Mereka meneruskan makan nya,tetapi mata Arini terus tertuju Pada Karin yang bergelayut manja di lengan lelaki tua itu


" siapa dia? tidak mungkin kan kalau itu ayah nya, kedekatan mereka pun bukan seperti ayah dan Anak" batin Arini


" bun....nggak usah di lihat terus,nanti dia kesini,malah bikin masalah lagi,biarkan saja dia mau melakukan apapun,itu bukan urusan kita" ucap Naura yang melihat Arini terus menatap kearah Karin


"iya...maaf .ayo kita pergi" ajak Arini yang mulai hilang mood nya melihat Karin


mereka memutuskan untuk belanja pakaian


" ra,,kesana yuk" tunjuk Arini pada salah satu toko pakaian dalam wanita


Naura dan Arini melihat beberapa bra dan CD terbaru


" bun..kaya' nya lingerie ini cantik deh bun" tunjuk Naura pada salah satu lingerie merah menyala yang di pajang di patung


" kalau kamu yang pake' pantas ra,kamu pengantin baru,kalau aku yang pake' kesannya lucu,yang pengantin baru kamu yang kegenitan aku" ucap Arini sambil terkekeh


" nyenengin suami sekali-kali nggak papa lah bun, pulang kerja capek-capek di suguhkan pemandangan indah,kan halal...." ujar Naura sambil memegang lingerie nya


" ayo lah bun,kamu beli juga,,kalau nggak mau warna merah yang hitam aja,bagus di kulit putih kamu bun" bujuk Naura

__ADS_1


" tapi terlalu jarang Ra,,malu..." kekeh Arini


" sama suami sendiri kenapa musti malu bun"


Arini tampak berpikir sejenak


" sedangkan nggak pake lingerie aja pikiran mesum papi udah kemana-mana,apa lagi nggak lingerie,, bisa-bisa nggak tidur aku semalaman" batin Arini


" ayo bun,kamu ambil dua hitam sama pink ini,aku ambil merah sama hitam, hitung-hitung koleksi kita" Naura memberikan pada karyawan toko


Arini mengambil beberapa bra dan CD terbaru karena banyak CD nya yang hancur di robek oleh Bagas kalau sedang tidak sabaran...


" bun..kenapa CD yang kamu ambil bahan nya tebal gini,panas bun,mending yang ini,agas sedikit modis" Naura mengangkat satu buah CD transparan dan berbahan lembut


"huf....itu sekali sentak buyar di tangan papi mu" batin Arini


" ini untuk menstruasi saja ra,biar lebih tebal" alasan Arini


" kali ini aku yang bayar bun,tadi waktu perawatan kamu yang bayar, nanti Arkan bisa marah kartu nya tidak aku gunakan" ucap Naura mengeluarkan kartu sakti yang sudah di berikan Arkan padanya


" bun,,uang mahar kamu dulu di gunakan buat apa aja bun?" tanya Naura


" aku beli perhiasan separuh dan aku simpan 70 juta nya aku simpan di tabungan,30 juta nya aku bagi-bagi kan pada orang yang tidak mampu, seperti sedekah lah,ada anak yatim dan fakir miskin yang membutuhkan bantuan kita" jawab Arini


" papi nggak marah kamu sedekah sebanyak itu bun?"


" nggak,,,kata dia uang mahar itu kan hak nya aku,jadi mau di pake buat apa pun urusan aku,,papi kamu nggak pernah marah selagi uang nya aku pake untuk yang bermanfaat,beli perhiasan kan untuk investasi ra,,bukan sekedar gaya-gaya an..."


" tapi aku nggak pernah lihat kamu pake gelang atau cincin banyak gitu"


" males ra,,malu di kira toko mas berjalan,aku pake cukup dua cincin,satu cincin kawin satu nya lagi ya untuk menghiasi jari saja,kalau kalung ini memang sering aku pake,ini pemberian papi pertama kali saat kami baru menikah,bentuk nya nggak terlalu mencolok jadi aku suka" ucap Arini menunjuk Kalung berlian simpel di lehernya


" papi tau kamu beli perhiasan bun?" tanya Naura lagi


" ya tau lah,kami suami istri saling terbuka,dan aku beli perhiasan ini besok untuk Daffa juga,kalau papi sudah tidak mampu lagi mencari uang kan masih ada tabungan serta perhiasan yang bisa aku jual ra"

__ADS_1


" kalau papi tua kan ada Daffa bun yang bisa menggantikan nya?" ucap Naura saat kaki mereka melangkah di salah satu toko tas ternama


" kita nggak tau nasib ra,belum tentu Daffa mau,setiap anak beda-beda prinsipnya,aku juga tidak mau terlalu mengekang Daffa dengan cita-cita nya,jadi lebih baik aku persiapkan dari sekarang"


" aku yakin bun Daffa mau,kalau nggak kamu hamil lagi saja bun"


" itu memang mau ku,tetapi papi belum mau" terang Arini


" seperti nya ini kesukaan oma bun" tunjuk Naura pada tas Hermes keluaran terbaru


" ambil saja Ra,,biar cepat ini sudah jam 1,kita cari mushola dulu di atas" ajak Arini yang mengeluarkan kartunya untuk membayar tas Oma


selesai Sholat rupanya dua wanita satu generasi ini masih melanjutkan belanjaannya Arini melihat dasi dan kemeja untuk Bagas sedangkan Naura mencari untuk Arkan


selesai dengan belanjaan suami-suami mereka Arini melihat baju Gamis cantik terpajang di patung butik


" kalau aku pake hijab cocok nggak ya ra" tanya Arini"


" yakin bun,,sudah siap?" tanya Naura


" sebenarnya sudah siap lahir batin,tapi belum diskusi dengan papi,nanti di bicarakan lagi,aku pengen menutup Aurat Ra" gumam Arini


"kita pulang apa masih lanjut belanja bun?" tanya Naura


" ayo pulang,,sudah cukup seperti nya" jawab Arini


akhirnya dua perempuan cantik ini mengakhiri acara belanjanya dan segera pulang...


***


mampir di novel sebelah ku Sugar baby cerita nya nggak kalah seru dari Arini dan Bagas ya..


hidup di kota metropolitan membuat Empat sekawan itu memilih cara pintas mendapatkan uang dengan cara menjadi sugar baby untuk para pengusaha tetapi mereka mengingkari perjanjian nya tidak bermain dengan hati,mereka saling jatuh cinta pada pasangan nya,tetapi terlalu banyak rintangan yang membuat mereka sulit bersatu...


baca terus karya-karya ku yang lain..... terimakasih atas dukungan dan Like nya 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2