
pintu kamar operasi terbuka,semua keluarga mendekat...
" selamat anggota keluarga kalian bertambah,ibu Arini melahirkan bayi perempuan" ucap Sang dokter menepuk pundak Bagas lalu pergi
Bagas masih bengong seperti orang bodoh,,dia belum sepenuhnya sadar karena kecemasan nya....
" pih....adik ku sudah lahir" pekik Naura
" apa ra,,sudah lahir..." ucap Bagas menyakinkan ucapan Naura
" iya pih,, perempuan"
" selamat gas,,kamu mendapatkan perempuan lagi..." ucap Bram memberikan selamat
Bagas senyam-senyum sendiri,,,sudah tak sabar melihat buah hatinya...
setelah Arini di bersihkan lalu di pindahkan keruang perawatan..
" azan kan dulu anak mu Gas,," ucap Oma Surti mengingat kan
Mereka semua masuk kedalam ruangan Arini, sedang kan Bagas pergi melihat anak nya di ruang bayi...
" belum di bawa kesini pih?" tanya Arini melihat Bagas tak membawa anak mereka
" kata nya nanti saat mau di susui" jawab Bagas mendekat pada Arini
"tak terasa bun,sudah tiga anak ku..!!" seru Bagas
__ADS_1
" masih mau nambah mas?" tanya Vino
" tidak Vin...cukup tiga, tanggung jawab seorang ayah itu besar Vin,apa lagi pada anak perempuan nya,,harus bisa membimbing,,menjadi contoh yang baik,,aku takut tak bisa menjaga mereka hingga dewasa...." ucap Bagas dengan mata berkaca-kaca
Naura mendekat pada Bagas dan memeluk nya..
" kau lelaki yang paling terkuat yang aku kenal kau lelaki hebat yang pernah ku temui,dan kau lelaki terbaik dalam hidup ku" ucap Naura terisak
Bagas menggosok pundak Naura pelan, memberikan kasih sayang pada putrinya ini
" kalian tau,kalian adalah harta terindah yang aku punya" ucap Bagas menggenggam erat satu tangan pada Arini dan satu lagi pada Naura
Intan dan Tami yang melihat pemandangan itu ikut hanyut dalam kesedihan, mereka menyandarkan kepalanya pada pundak suami masing-masing
" tanggung jawab papi pada mu sudah selesai bahkan harta papi pun sudah papi berikan untuk mu, Sekarang tinggal Daffa dan adiknya,satu harapan papi pada kalian jangan pernah bertengkar memperebutkan harta,kalian semua sama di mata papi,sama-sama anak papi yang paling papi sayang...porsi kalian masing-masing sama" ingat Bagas pada putrinya itu
cukup lama mereka berbicara suster pun datang membawa Bayi perempuan cantik tersebut
" boleh belajar di susui ya bu" ucap Sang suster
" mirip sekali dengan Arini sewaktu kecil" gumam Oma Surti
" cantik,, seperti bundanya" ucap Bagas
" kali ini maaf pih,dia mewarisi wajah ku,kalau Daffa sudah wajah mu semua" ucap Arini terkekeh
Bagas menutup tirai nya karena Arini akan menyusui bayi mereka..
__ADS_1
" kali ini apa yang akan kau hitung pih menunggu masa nifas ku?" tanya Arini sambil menyusui bayi nya
" sudah aku persiapkan jauh-jauh hari bun,, aku sudah membeli 4 pak Nutrisari dengan rasa berbeda,jadi kali ini aku tak kan kecolongan lagi,aku sudah minta pada bik Sumi untuk membuatkan ku satu Nutrisari hangat setiap malam, hanya aku yang boleh meminum nya,jadi aku mengetahui jadwal habis nya" jawab Bagas enteng
" kau ini benar-benar ya pih" geleng Arini
" tenang saja aku beri kelonggaran selama di rumah sakit bun, sesudah sampai di rumah baru mulai di hitung"
" terserah kau saja pih,buka tirai nya ,panas..." pinta Arini
" sudah menyusui nya?" tanya Bagas
" sudah..."
Bagas membuka tirai nya...
" siapa nama nya bun?" tanya Intan
" siapa pih? aku belum tau ntan" sahut Arini
" Bianca Adtmaja" jawab Bagas menatap putrinya
" berikan pada oma nya,," pinta Oma Surti melihat Baby Bianca
" aku sudah semakin tua ya,,,sudah memiliki banyak cucu,,,bahkan sudah menjadi buyut" gumam Oma Surti tersenyum menatap cucu perempuan nya ini...
" semoga selalu di berikan kesehatan ya oma,agar bisa melihat cucu yang ini" ucap Tami mengelus lembut perut nya
__ADS_1
" amiinnn" jawab semua serentak