Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
ketakutan Arkan


__ADS_3

"yank...aku melihat Arya di parkiran tadi,apa dia kemari mengganggu mu?" tanya Arkan khawatir


" tidak by,,dia hanya datang meminta maaf pada ku dan Papi serta bunda" jawab Naura memberikan Raka pada Arkan karena baru sudah di susui nya


" terus??" tanya Arkan penasaran


" dimaafkan lah by,aku belajar dari bunda kalau kita tidak boleh menyimpan dendam,lagi pula itu kan masa lalu...aku tidak ingin kita hidup dalam lingkaran dendam" jelas Naura


" aku hanya takut kamu punya perasaan pada nya yank?" ungkap Arkan pelan


" tenang saja by,aku akan berusaha menjaga hati dan cintaku untuk mu,asal kau jangan macam-macam diluar sana" ucap Naura


" aku tidak pernah macam-macam yank,kau saja yang pikirannya su'uzon pada ku,sejak aku mengucapkan ijab qobul bukan hanya berjanji pada papi mu,tapi juga pada tuhan dan diriku sendiri akan setia sampai mati"


" aku pegang ucapan mu,jika kau berani melenceng akan aku pastikan kau tidak akan bertemu dengan ku dan Raka lagi,kau tau siapa papi ku bukan.." ancam Naura

__ADS_1


" saat ini bukan aku yang harus di takut kan tapi kamu yank, karena Arya sudah datang kembali,aku takut kamu berpaling pada nya" ketus Arkan


" kamu tidak perlu takut,jangan kan model si Arya yang ganteng lebih dari Arya saja aku tolak karena sudah memilih mu"


" manis sekali ucapan mu,baiklah kalau begitu aku lega sekarang" ujar Arkan mendekat pada Naura dan mencium bibir istrinya ini, beruntung Bagas dan Arini sudah pulang saat Arkan datang tadi kalau tidak mereka pasti akan di tegur karena bermesraan di rumah sakit....


****


seusai makan malam pengantin baru ini masuk kembali kedalam kamar karena hari ini Intan cukup lelah membereskan pakaian nya di lemari,Bram sudah melarang tetapi Intan bersikeras membereskan nya,dia tidak terbiasa orang lain masuk kedalam kamar nya karena menurut Intan kamar adalah tempat privasi nya,jadi cukup dia dan Bram yang tau seluk-beluk kamar mereka...


" mas,besok Naura pulang jam berapa ya?" tanya Intan


" nanti mas coba hubungi Arkan,kita menunggu di rumah mereka saja yank" jawab Bram


Intan mengusap krim malam nya setelah itu ikut berbaring di ranjang,dua hari menikah dengan Bram membuat Intan sedikit tau kebiasaan suaminya ini yang sebelum tidur dan bangun tidur harus minum air putih hangat...

__ADS_1


" oh ya mas sampai lupa" ucap Bram bangkit dan mengambil dompet nya di dalam lemari


" yank,ambik ini" ujar Bram menyodorkan kartu ATM untuk Intan


" apa ini mas?" tanya Intan yang memang selama ini tidak pernah memakai ATM karena selama ini papa nya selalu memberikan uang cash untuk jajan tetapi Intan tidak udik dia bisa menggunakan nya karena sering melihat Naura dan Arini


" ini ATM yank,uang belanja dari mas,akan mas tranfser ke sini tiap bulan nya,kamu bisa mengambil nya semau mu,pin nya tanggal pernikahan kita" ucap Bram ikut berbaring kembali setelah meletakan dompetnya


" apa kamu butuh kartu kredit?" tanya Bram


" tidak usah mas,ini juga cukup... nanti saat kumpul dengan Arini dan Naura aku jadi khilaf belanja" ucap intan terkekeh


" kalau kamu suka beli saja yank,jangan di tahan..mas bekerja untuk mu dan keluarga kita,jika memang butuh beli saja" ingat Bram


" mas,,kamu menantang ku??jangan di beri celah mas, perempuan itu makhluk yang paling tidak tau diri jika sedang belanja...lebih baik tidak tau dari pada tau malah ketagihan" ungkap Intan tersenyum

__ADS_1


" hahahaha.....baik lah,mas percaya pada mu.. terimakasih sudah mau menemani sisa hidup mas" Bram menarik Intan kedalam pangkuan nya....


__ADS_2