
jam sudah menunjukan pukul 4 sore sepasang pengantin baru ini masih terlelap,Airin bangun duluan,saat hendak kekamar mandi untuk buang air kecil terasa sekali pedih di bagian bawah nya,Airin sedikit meringis menahan sakit saat buang air kecil...
Airin segera mandi besar dan berendam lagi menggunakan air hangat
selesai mandi Airin segera Sholat dan membangun kan Bagas
" pih,,bagun sudah Ashar....." Arini menyentuh lengan kekar suaminya
Bagas masih terlelap di dalam mimpinya
Dikecupnya pipi Bagas lalu berbisik"Ayank...bangun..."
" hmmm" Bagas hanya berdehem mungkin Bagas merasakan seperti mimpi
" Yank....bangun sholat dulu" panggil Airin Lirih
Bagas mengejap kan mata nya,Airin mengusap pipi suaminya ini
" Bagun dulu yank,segera Sholat lalu kita pulang" ucap Airin
" kenapa cepat sekali sayang" protes Bagas
" aku tidak mau lagi menginap di sini,kamu seharian mengurungku,tanpa membiarkan aku istirahat,kita pulang saja" ucap Airin sambil membereskan pakaian mereka
" ayo cepat mandi,sholat kita pulang" perintah Airin
Bagas segera bangkit menuju kamar mandi,setelah semuanya selesai segera cek out dari hotel
" mau makan dulu yank?" tanya Bagas
" iya,aku lapar lagi pih"
" kamu memang harus makan banyak untuk persiapan malam nanti" goda Bagas
" nggak ada pih,malam ini puasa dulu,aku lelah,ini ku masih sakit" tunjuk Airin pada bagian bawahnya
" kalau sudah terbiasa lama-lama juga hilang sakitnya sayang,yang ada tinggal nikmatnya" bujuk bagas
__ADS_1
" nggak....nggak....aku nggak mau" tolak Airin
Bagas menepikan mobilnya di sebuah kafe, Dibukanya pintu mobil Arini,lalu mereka bergandeng tangan masuk kedalam kafe
" disana saja pih" tunjuk Arini pada bangku kosong yang ada di sudut Ruangan
Bagas memesan makanan untuk mereka berdua,,setelah makan Arini duluan bangkit dari duduknya terdengar seseorang memanggil nama Arini
" Rin....Arini...." pekiknya
Arini menoleh pada pemilik suara
" Tama..." ucap nya
Tama mendekati Arini " hay Rin....sudah lama tidak kelihatan" sapa Tama
" he..iya Tam,sejak lulus kita tidak pernah bertemu" jawab Arini kaku
" dengan siapa kesini Rin?" tanya Tama
Bagas segera berdiri dan memperkenalkan diri mengulurkan tangan pada Tama
" tam,kenalkan ini..." belum sempat Arini memperkenalkan
" Tama...ayo" pekik mama Tama
" aku permisi dulu Rin,mama ku sudah memanggil kami ada acara keluarga" ucap Tama pamit
" duluan om" sapa nya sopan lalu berjalan kemeja mamanya
" bocah sialan...." umpat Bagas pelan
Arini mengusap pelan dada suaminya sambil sedikit tersenyum
" kamu suka aku di ledekin sama bocah itu" marah Bagas
" kok marah nya sama aku pih" jawab Arini
__ADS_1
" ya kesal lah,nggak lihat apa tampang sebegini kerennya di bilang om-om" sungut Bagas
" memang kamu om-om,sudah punya Anak lagi" sindir Arini
" jadi kamu secara tidak langsung mengejekku tua"
" kok jadi sensian sih pih,lagi PMS ya??"
" tau ah,,,bocah itu membuat mood ku buruk" Rajuk bagas lalu keluar dari Kafe
" yank....sayang....kok jadi aku di tinggalin" ucap Arini manja
" bahaya ni aki-aki kalau cemburu,lebih susah dari ngebujuk bocah" gumam Arini pelan
" papi sayang jangan ngambek lagi donk" bujuk Arini saat mereka sudah di mobil
" sepertinya bocah tadi menyukaimu...!!" tebak Bagas
" memangnya papi dukun bisa nebak isi hati seseorang,ck dukun aja tebakan nya belum tentu benar" omel Arini
" nggak usah mengalihkan pembicaraan,benarkan dia menyukaimu?" tanya Bagas penuh selidik
" suami ku,sayang ku,cinta ku...biar pun ada beribu lelaki yang menyukaiku tidak akan aku tanggapi,karena di dunia ini hanya dua lelaki yang aku sayang dan cintai" ucap Arini
" dua lelaki?? jadi selama ini bukan aku cinta pertamamu?" ujar Bagas mulai emosi
" adeeh.....mulai lagi cemburu buta ni aki-aki" ucap Arini pelan
" apa katamu??"
" sayang....dengarkan aku,lelaki yang pertama aku cintai adalah lelaki yang saat aku lahir telah memeluk ku,mencium ku dan mengajar kan aku banyak hal...yaitu Ayah" kata Arini tersenyum
" lelaki kedua yang aku cintai adalah suami ku,imam ku yang akan mengantarkan aku ke syurga allah,karena Ridho suami adalah Syurga untuk istri,,,kamu lelaki yang menjadikan ku sosok perempuan sempurna...aku hanya bisa berharap hanya maut yang akan memisahkan kita" ucap Arini tulus
" bijak sekali istri ku,,aku akan berusaha sekuat tenaga selalu membimbing mu kejalan Allah,kita saling mengingat kan ya sayang,kalau aku salah kamu harus menegurku,karena aku hanya manusia biasa yang tak kan luput dari khilaf dan dosa,sama-sama kita mencari ridho Allah" Bagas meraih tubuh Arini untuk mendekap memeluk nya.
sepanjang perjalanan Arini memeluk Bagas karena bayi besarnya ini mulai manja tidak mau di lepas
__ADS_1
" pegal juga nih pinggang,tapi kalau di lepas bisa-bisa ngamuk lagi,susah lagi gue ngebujuk in nya" batin Arini