
hari yang di nanti pun tiba Naura sudah di hias rapi untuk mendampingi acara Wisuda Arkan,hari ini Naura di antar oleh pak Udin karena Arkan sudah stay di gedung tempat Wisuda...
Arini tidak bisa menghadiri acara Wisuda kampus nya karena tidak ingin meninggalkan Daffa di rumah...
***
" Lo cantik banget Beb" puji Tami yang melihat Naura datang dengan gaun selutut nya, polesan make up tipis membuat Naura makin cantik
" makasih beb" ucap Naura sedikit malu
Naura,Intan dan Tami menjadi salah satu panitia acara Wisuda tahun ini...
di dalam Aula sudah berjejer rapi peserta Wisudawan dan Wisudawati,Arkan terlihat gagah dengan memakai Toga nya..
Rangkaian Acara berjalan dengan lancar, beberapa selamat di tujukan untuk semua peserta, selesai acara Arkan mencari Naura untuk mengajak berfoto bersama keluarga nya
" sayang..kamu cantik" puji Arkan
Naura yang di puji pun terlihat gugup dan malu,padahal ini bukan pertama kali Arkan memujinya tetapi tetap saja rasa Malu Naura begitu kuat...
setelah selesai sesi foto bersama keluarga Arkan mama dan papa nya pamit duluan,kini tinggal Arkan dan Naura yang berfoto berdua
" besok saat kamu wisuda mungkin kita sudah ada Arkan junior atau Naura junior" goda Arkan
" amiinn...semoga saja ya yank"jawab Naura
" kamu tidak berniat untuk menunda kehamilan kan ra?" tanya Arkan
" nggak,,aku ikut saja semua pemberian tuhan,jika memang sudah di percaya kenapa harus di tunda,bukan nya anak itu rezeky dari yang maha kuasa,aku yakin setiap anak mempunyai rezekinya masing-masing" jawab Naura bijak
" pintar sekali calon istriku,makin cinta aku sama kamu ra" Arkan mencubit gemas hidung Naura
__ADS_1
" aw...sakit yank" ringis Naura
" maaf....maaf...aku terlalu senang dengan jawaban mu sayang" Arkan menggosok pelan hidung Naura
" semua bunda Arini yang ajarkan ke aku" ungkap Naura
" oh ya,, beruntung ya kamu punya ibu sambung seperti nya"
" iya,,dia sosok malaikat tak bersayap bagi keluarga kami,dia bukan hanya bisa menjadi ibu,tetapi juga bisa menjadi sahabat yang selalu mendengar kan curhatan ku" jelas Naura
" jadi kamu sering curhat pada bunda Arini?" tanya Arkan penasaran
" bukan sering lagi tapi semua masalah ku dia tau,bahkan ibu kandung ku saja tidak semengerti dia" ungkap Naura
" kapan-kapan kenalkan aku dengan ibu kandung mu ra,masa aku ingin meminang anak nya,tidak izin dulu pada dirinya" pinta Arkan
" iya...suatu saat akan aku kenalkan tapi tidka sekarang yank,karena masih banyak sesuatu yang belum kamu ketahui"
" ada deh,,jangan kepo" goda Naura
" ayo cerita ra,,aku penasaran" ujar Arkan sedikit menggelitik pinggang Naura
" yank...geli... banyak orang malu" rengek Naura manja
" aku tidak perduli,kita juga akan menikah,apa hak mereka melarang kita bermesraan,kan tidak yang lebih" ucap Arkan cuek
" ayo kita pergi,hari ini aku ingin merayakan hari bahagia ku bersamamu" Arkan menarik tangan Naura menuju mobil
" jadi kapan aku bisa datang membawa orang tua ku kerumah mu ra?" tanya Arkan saat mereka sudah di dalam mobil
" kamu mau nya kapan?" goda Naura menaikan alisnya
__ADS_1
" mau nya aku jangan si tanya,malam ini juga mau,biar bisa menikah cepat dengan mu" jawab Arkan santai dan di hadiahi cubitan kecil dari Naura
" aw.....mulai main kekerasan kamu sayang" ucap Arkan sambil terkekeh
"makanya jangan kebelet nikah" cebik Naura
" jadi harus bagaimana,kan kamu yang nanya,aku yang jawab"
" ya,,di kasih jeda lah yank,apa minggu depan,bulan depan atau tahun..."
" nggak.....jangan sampai tahun depan yank,nggak kuat aku,,minggu depan aja" potong Arkan cepat
" lebih cepat lebih baik ra,jangan di tunda lagi, bisa-bisa mati berdiri aku" gumam Arkan
" hahaha...kok kamu udah mulai bucin sekarang yank,sama kaya' papi...."
" ya,,kan aku memang cinta sama kamu,takut nanti kamu berubah pikiran"
" tapi kalau di pikir-pikir lucu ya yank,awal kita bertemu berantem gara-gara Sinta,terus kamu naksir sama bunda Arini,he malahan sekarang kita mau nikah" cerocos Naura
" nggak usah di ingat lagi waktu ketemu nya ra,di inget pas lagi bahagianya aja" protes Arkan
" mana bisa begitu,kan semua ada proses nya,nggak mungkin kan tiba-tiba kita nikah tanpa kenal"
" mungkin aja,kan bisa ta'aruf" potong Arkan
" tetap aja ada jalan nya untuk ta'aruf,tapi tiba-tiba aku kepikiran Sinta yank,gimana kabarnya ya?" tanya Naura
" Nggak tau aku, semenjak dia masuk penjara kan kita sama-sama nggak pernah ketemu dia lagi,nggak usah ngomongin dia yank,udah malas denger nya"
" kenapa??? jadi keingat mantan kamu,, inget moment dengan nya?" todong Naura
__ADS_1
" kan jadi salah lagi,ntar salah jawab jadi ribut nggak jelas,kenapa perempuan suka nya mancing-mancing ya,nanti di jawab malah buat dia baper sendiri,udah ah...aku nggak mau bahas masa lalu,karena kamu masa depan aku" Arkan menarik Naura ke pelukan nya,takut Naura memperpanjang pertanyaan yang tidak jelas menurut Arkan