Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
Rumit


__ADS_3

" aku akan berusaha memaafkan nya tetapi,aku bukan perempuan bodoh yang ingin mengenal nya lagi, konsekuensi dari pengkhianatan adalah di tinggalkan" ucap Tami memejamkan matanya


" berani menyakiti berarti berani bertanggung jawab dengan perbuatannya,anggap saja hanya sekedar kenal untuk menjadi sahabat ku itu tidak akan mungkin karena sahabat ku hanya kalian,ingin masuk di renah persahabatan kita itu tidak mudah,karena orang baru hanya akan menyusahkan kita" lanjut Tami


Dinda meremas tangan nya kuat,,ada terselip rasa bersalah karena sudah berani masuk dalam hubungan Tami dan Rangga walaupun dulu dia yang meninggalkan Rangga atas permintaan orang tua nya,hati kecilnya sangat mencintai Rangga tetapi untuk menyakiti Perempuan sebaik Tami membuat Dinda bimbang ingin merebut Rangga kembali..


"sekarang aku ingin bertanya pada mu Din?" ucap Tami


membuat Adinda gelisah dengan pertanyaan yang akan di berikan Tami


" apa ada.sesuatu yang ingin kau Jelaskan sebelum kita pulang kembali ke Jakarta"? tanya Tami menatap tajam pada Dinda membuat semua mata tertuju pada Dinda,lidah Dinda sendiri seakan kelu tidak mampu bersuara saat ini...


"bun.....sudah,ayo kita main disana" panggil Bagas menunjuk Pada hamparan Lautan luas dengan menenteng jaket untuk Arini


" huf......." Adinda menghela nafas panjang karena merasa kali ini terselamatkan oleh Bagas


" Yank....ayo kita berenang?" pekik Bram pada Intan


Dan Arkan sediri menarik Naura dari para Sahabatnya


" kau masih punya hutang jawaban pada ku" bisik Tami berdiri dan meninggalkan tempat tersebut


Adinda sendiri hanya menunduk sedih,,ntah perasaan macam apa yang di rasakan Saat ini,ingin merelakan Rangga pada Tami tetapi hati nya belum ikhlas,ingin merebut Rangga tetapi dirinya tidak tega.....


" Aaarggggg........siapa pun bantu aku?" pekik Dinda kesal


" kenapa??" tanya Vino menepuk pundak Dinda dan duduk di sebelah nya

__ADS_1


" tidak" jawab Dinda cepat


" aku sudah tau semua nya,malam itu aku mendengar kan kau berteriak bilang mencintai Rangga" ujar Vino


" apa mungkin Tami juga mendengar nya,tetapi tidak mungkin karena Tami tertidur pulas,bahkan saat aku pulang Tami masih tidur" batin Dinda


" kau tau semua nya?" tanya Dinda


" tidak,,hanya mendengar pekikan mu" jawab Vino


" Kak,,apa aku salah mencintai kekasih ku,apa aku salah mengharapkan Rangga kembali karena Rangga kami saling mencintai?" tanya Dinda menangis


" tidak.....semua nya tidak salah...hanya saja saat ini yang salah keadaan Din,,, keadaan yang tidak bersahabat dengan mu,Rangga sudah punya Tami di sisi nya,,cobalah belajar Ikhlas menerima nya,jodoh tak kan kemana Din,sejauh apa pun Rangga lari jika dia jodohmu pasti akan kembali pada mu" jelas Vino merangkul Adinda


tanpa Vino sadari Rangga melihat nya dan mengepalkan tangan,Rangga tidak bisa menyembunyikan kalau dia masih mencintai Dinda hanya saja saat ini dia harus menjaga hati Tami calon tunangan nya,,


" hmmm...... serumit ini kah cinta sebelah tangan" gumam Tami lirih sambil tersenyum kecut


" yank...sini..." panggil Bram yang sedang berada di kolam berenang pada Intan yang duduk di kursi santai menikmati buahnya



Intan segera mendekati suaminya...


" Yank...kalian curhat apa?" terlihat serius?" tanya Bram


" urusan perempuan mas" sahut Intan memeluk suaminya

__ADS_1


" hmmm apa tentang lelaki?" tanya Bram cemberut


" jangan cemburu buta Mas,kamu tidak pantas lagi seperti anak kecil yang merajuk tidak dapat permen" ujar Intan mencium bibir Bram sekilas


" yang lama yank" rengek Bram


" mas.... sepertinya aku butuh satu lelaki dewasa lagi" ucap Intan


" untuk apa? jangan bilang kamu mau mendua yank" tebak Bram terkejut


" pikiran mu,, mengurus mu satu saja membuat ku tepar sepanjang malam apalagi dua,,mungkin langsung mati" cebik Intan kesal


" lalu untuk apa nyonya? asisten mu,,tidak...jangan yang lelaki, perempuan saja,aku tidak ingin kau tergoda karena terbiasa" sanggah Bram


" bukan,,,untuk Tami...." ucap Intan


" kenapa??? bukan kah ada Rangga? tanya Bram penasaran


" ceritanya panjang,aku butuh satu lelaki dewasa untuk mengobati rasa patah hati Tami pada Rangga?"


Bram tampak berpikir sejenak


" kenapa tidak kak Vino saja yank,dia lelaki dewasa,baik dan pintar aku yakin suatu saat kakak mu akan sukses bergabung dengan kami para pebisnis hebat" Sombong Bram


" kenapa aku tidak kepikiran ya mas,padahal dulu Tami pernah menyimpan rasa pada kak Vino,tetapi ntah lah kalau kak Vino aku belum pernah bertanya" ucap Intan


" aku yakin kak Vino mau dengan Tami,karena saat ini Tami bukan bocah ingusan lagi,kalian sudah bertransformasi menjadi bidadari cantik...." puji Bram membuat Intan merona

__ADS_1


"nanti akan aku coba dekatkan mereka perlahan" gumam Intan melanjutkan acra renangnya


__ADS_2