Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
di terima


__ADS_3

air mata Naura tidak dapat di bendung nya lagi keluar begitu saja,ada rasa haru dan bahagia bercampur jadi satu


" Gimana ra??" tanya Arkan masih berlutut


" iya aku mau" jawab Naura malu-malu


" yes......." pekik Arkan mengangkat tubuh Naura Tinggi


terdengar suara kembang api besar berbunyi dan Bagas serta Arini keluar dari persembunyian mereka


" selamat ya Ra" ucap Arini


" Bunda...papi ada di sini" ujar Naura kaget


" iya Ra,semua sudah di rencana kan dengan Arkan,untung saja tidak gagal gara-gara Lo ngambek sore tadi" jawab Tami yang keluar juga dari persembunyiannya


" aduh...cucu Oma sudah besar ya,sudah mau di lamar" Bu Surti dan pak Bastian juga ada hanya Oma yang tidak mau ikut dia ingin menemani Daffa karena tidak percaya untuk meninggalkan cucu nya pada Mayang


" yah...telat ya tante" ucap Rindu yang baru datang dengan Suaminya dan Syifa


" jadi kalian semua sudah tau??" tanya Naura


"iya lah....orang kami yang membantu Arkan menyiapkan semuanya" jawab Intan


" he...kok Ada buk Rani dan pak Surya" tanya Rindu Heran melihat rekan bisnis suaminya ada di acara lamaran keponakan nya


" tante kenal??" tanya Arkan

__ADS_1


" iya lah,,Pak surya kan sedang menjalin kerjasama dengan papa nya Syifa" jawab Rindu


" ini kedua orang tua saya tante" ucap Arkan


" ya ampun jadi Arkan anak nya ibu dan bapak,saya tidak tau" ujar Rindu


" ayo,,,kita duduk dulu...kita ngobrol sambil menikmati hidangan nya" Bagas membawa mereka duduk di meja panjang yang sudah di sediakan


" nggak nyangka ya bu, keponakan saya berpacaran dengan anak ibu" ucap Rindu membuka pembicaraan


" iya,saya juga nggak tau, tiba-tiba Arkan minta kami untuk hadir di acara lamaran nya, padahal sebelumnya dia nggak pernah mengenal kan siapa pun ke kami" jelas Bu Rani


" ra..lo nggak nyalamin camer Lo" bisik Tami


" ntar aja..malu gue tam" balas Naura berbisik


" kenapa Tam" tanya Bagas


" nggak Om,makanan nya enak" elak Tami yang ketahuan mengolok-olok Naura


" jadi bagaimana untuk selanjutnya pak Bagas?" tanya Pak Surya


" saya menyerahkan penuh keputusan pada Naura,jika dia bersedia saya bisa apa pak,saya selaku orang tua ingin yang terabik untuk anak saya" jawab Bagas


Arini tersenyum manis menggenggam tangan suaminya ini di bawah meja,dia merasa kalau Bagas sudah membuat keputusan baik...


" mau nya gimana kan?" tanya Rindu

__ADS_1


" sesudah saya Wisuda kami akan menikah" jawab Arkan cepat


Naura melihat kearah Arkan


" kenapa nggak diskusi dulu yank?" bisik Naura yang merasa belum siap


" terima saja ra,cepat atau lambat kita pasti akan menikah" bisik Arkan balik


" gimana ra? Arkan udah kebelet tu" goda Rindu


" ya...tante juga mau punya mantu secepatnya,Arkan anak kami satu-satunya,dulu kami menikah sudah 10 tahun baru mendapatkan Arkan ,jadi ya sekarang sudah tua anak baru tamat Kuliah..." cerita Bu Rani


Naura menjadi tidak enak menolak permintaan calon mertua nya ini


" Menurut bunda gimana bun?" tanya Naura pada Arini yang dari tadi hanya diam saja


" kalau jodoh sudah datang kita tidak dapat lagi mengelak nya ra,ikuti kata hati mu,jika kamu yakin pada Arkan segera lah menikah,tidak baik menunda-nunda..." jawab Arini


" iya ra..kalau memang kalian saling mencintai kenapa harus di tunda,toh kalian bakal nikah juga,Arini saja dulu masih 18 tahun menikah dengan papi mu,sedangkan kamu sudah mau masuk 20 tahun nanti,sudah cukup lah untuk menjadi istri" nasehat Bu Surti


" baik lah Naura menerima nya" ucap Naura mantap


" uluh-uluh keponakan ku sudah mau jadi istri orang, harus mulai belajar masak dengan bunda ne di rumah" goda Rindu membuat Naura tertunduk malu


" tapi maklumi saja ya Kan sifat Naura memang sedikit manja" ucap Bagas


" bukan sedikit om,tapi memang manja " jawab Arkan di hadiahi cubitan kecil dari Naura

__ADS_1


Semua tergelak melihat Naura yang tertunduk malu...


__ADS_2