Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
meminta Vita di bawa Pulang


__ADS_3

"tadi Kirana dari sini Lo ra" Lapor Tami pada sahabat nya ini


" hmmm..kenapa nggak mampir tu anak"


" katanya tadi nggak sengaja lewat,terus Rangga ada acara malam ini,minggu besok saja kita ngumpul bareng" jawab Tami mengambil Vita dari gendongan pengasuh nya


"gimana kelihatan nya Kirana beb seneng nggak wajah nya sesudah menikah dengan Rangga atau malah makin menderita?" selidik Naura


" seneng banget malahan,aku yang lihat pun cukup senang,,Rangga memperlakukan Kirana dengan baik,Kirana juga sudah nggak canggung manggil Rangga sayang di depan aku, berarti kan memang sudah terbiasa" jelas Tami


" syukurlah kalau mereka bahagia,aku sempat takut Rangga nggak bisa move on dari kamu"


" nggak mungkin lah,aku aja cepat move on nya dari dia"


" beda beb,rasa menyesal itu lebih dominan dari pada putus dengan cara baik-baik,tapi kalau mereka bahagia Alhamdulillah,,semoga cepat dapat momongan"


" kata Kirana dia sudah telat tapi belum periksa,minggu besok kita tanya lagi ke dia,,nanti kalau aku lupa tolong share di grup ya minggu ini kumpul di sini aja,mau bawa Vita keluar masih rentan,dia belum 40 hari" jelas Tami


" iya...nanti aku share,tadi nggak sempat bawa handphone,Raka udah nangis-nangis minta kesini"


setelah puas bermain bersama Vita bayi yang belum tau apa-apa itu Raka meminta Vita di bawa kerumah nya..


" nanti ayah Vino pulang,dia kesulitan cari anak nya,,tunggu dedek Vita nya besar ya nak kita bawa kerumah nggak usah di pulangin lagi" ucap Naura membujuk Raka yang merengek minta membawa Vita


" kode tu ra,minta buatin adik" senyum Tami


" ngurus satu aja Ribet,apa lagi nambah lagi,nggak kuat deh" ucap Naura cepat

__ADS_1


"ayo sayang papa abang Raka udah pulang nanti dia cari Abang di rumah" bujuk Naura yang juga ikut memanggil Raka Abang


" kita biarin ibu Tami bobok dulu nanti kita culik dedek Vita nya bujuk Naura lagi


Tami dan Vino membiasakan panggilan mereka ayah dan ibu sedangkan Naura mama dan papa sama seperti Intan dan Bram,,


mereka semua sengaja membiasakan panggilan yang sama untuk anak-anak mereka tanpa membeda-bedakan,hanya Raka saja yang memanggil Oma dan Opa pada Arini dan Bagas selebihnya papi dan Bunda...


akhirnya Raka pun terkena bujuk Rayu mamanya,mereka pulang karena memang hari sudah jam lima sore...


mobil Vino masuk kedalam halaman rumah,Tami segera memberikan Vita dengan pengasuh nya dan dia menyambut kedatangan suaminya...


" mana Vita yank" tanya Vino yang tak melihat Vita di gendongan Tami



" kenapa bawa bunga?" tanya Tami heran


" ini untuk ibu dari anak ku,yang sudah lelah hari ini menjaga buah hati kita tanpa bantuan ku" ucap Vino yang memang baru hari ini mulai bekerja


" terimakasih ayah" ucap Tami mengambil bunga nya


Vino mencium pucuk kepala Tami dan mengajak nya masuk kedalam kamar


" seperti nya lelah sekali kak?" tanya Tami meletakkan bunga di atas meja kamar mereka


" iya yank....banyak sekali pekerjaan menumpuk,mana harus kejar target yank kan dua bulan lagi mau ke Lombok,mas Bagas maunya pekerjaan harus selesai semua sebelum berangkat"

__ADS_1


" kalau memang nggak sanggup kita nggak usah pergi saja kak" ucap Tami


" mana bisa begitu yank, kalau satu nggak pergi semua nggak akan ikut pergi,kamu tau sendiri kan Arini,dia mana mau bersenang-senang tanpa kalian,apalagi Intan bisa-bisa aku di amuk nya karena mengira tak membolehkan mu ikut" jelas Vino


" ya sudah,,mau aku siapkan apa?"


" aku mau mandi saja yank,gerah..." jawab Vino


" aku letakkan baju kamu di ranjang ya,," ucap Tami hendak berbalik badan kearah lemari tapi di cegah oleh Vino yang hendak menciumnya



" tok....tok..." ketukan pintu membuat Vino menghentikan aksinya yang baru saja akan di mulai nya


" sial...siapa lagi yang mengganggu ku" kesal Vino


" itu larangan kak,karena aku belum selesai nifas" bisik Tami berjalan kearah pintu kamar nya


" maaf buk mengganggu,,Vita nangis mungkin haus" ucap sang pengasuh


" oh iya,memang tadi belum sempat menyusu mbak karena asik bermain bersama Abang Raka" ujar Tami mengambil Vita dari gendongan pengasuh nya dan membawa kekamar


" ayah jangan marah-marah,anak gadis nya sedang haus yah" ucap Tami menirukan bahasa anak kecil


" kalau princess ayah yang ganggu ayah nggak bisa berbuat apa-apa sayang" Ujar Vino ikut mendekat dan mencium pipi Vita


" mandi dulu yah,banyak keringat dan kuman" ingat Tami

__ADS_1


Vino berjalan kearah kamar mandi untuk membersihkan diri...


__ADS_2