Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
berkumpul


__ADS_3

tak lama kemudian terdengar bunyi mesin mobil yang masuk di pekarangan rumah Bagas...


Bagas membawa barang Naura,sedangkan Arkan menuntun Naura untuk masuk,Arini menggendong baby Raka


semua menunggu baby Raka di ruang tengah kecuali para lelaki masih mengobrol di teras belakang


" wah....sudah rame saja rumah kita...!!" seru Bagas melihat rumah nya penuh dengan keluarga besar mereka...


" kapan datang bu? ayah mana?" tanya Bagas melihat kearah mertua nya


" baru saja,ada di teras belakang sedang mengobrol dengan Zyin dan Bram" jawab oma Surti


" pengantin baru juga ada" goda Bagas menatap pada Intan


" papi... jangan menggoda sahabat ku begitu,dia sahabat sejati ku kami satu nasib dan seperjuangan" sahut Arini


" hahahha.... seperti zaman penjajahan saja bun, seperjuangan..." ucap Bagas


" ya iya lah....di jajah sama kaum duda seperti kalian,,iya nggak say,,gimana sudah belah duren nya?" ceplos Arini


" bun.....malu" pekik Intan dan di tertawa kan dengan yang lain nya


" nanti kita curhat bareng ya ntan, sekarang rumah kita sudah berdekatan jadi nggak sepi lagi deh,sudah ada tetangga sebelah"

__ADS_1


" asal ingat suami saja bun,jangan keenakan ngegosip kamu,jadi lupa sama suami" ingat Bagas berjalan ke arah teras belakang


" bun...mau gendong" pinta Intan


" hey...oma muda nanti ya,oma tua dulu,dari kemarin kangen,kebayang terus wajah baby Raka" ucap Mama Arkan


" oma tidak kesini ma?" tanya Arkan


" oma mu sedang ke Jakarta karena ada urusan di sana" jawab pak Surya papa Arkan yang ikut berdiri di sebelah istrinya yang sedang menggendong Raka


" Sayang,mau di kamar atau di luar?" tanya Arkan pada Naura


" di sofa saja By,bosan di kamar..." jawab nya duduk di sofa depan Televisi


" om Daffa....sini" panggil Naura


" rindu deh sama kamu,, Sekarang usah jadi om" ucap Naura mencium Daffa yang duduk di sebelah nya


" lihat itu" tunjuk Naura pada Raka yang dalam gendongan oma nya


" itu nama nya Raka, keponakan kamu,jangan nakal ya,kalian harus main bersama" ujar Naura


" belum ngerti dia yank,lihat tuh masih bengong dengerin ucapan kamu" ucap Arkan terkekeh

__ADS_1


" di kenalkan dari sekarang by,biar dia tau kalau Raka saudara nya,biar jangan bertengkar pas sudah besar,mana tau nanti rebutan pacar mereka" Naura berbicara sambil terkekeh


" hust.....jangan bicara pacar,mereka belum mengerti" tegur Arini


semua keluarga menikmati makan siang mereka,lain hal nya dengan Adinda yang sibuk mencuri pandang pada Rangga,hal itu tidak luput dari pantauan Tami....


Naura yang memang sudah pernah mengenal Dinda saat pernikahan Rindu dahulu tidak begitu terkejut,apalagi mereka seumuran...


" say...mau ini" tawar Tami mesra pada Rangga


" tidak,,ini sudah cukup" tolak Rangga halus


Adinda sedikit tersenyum simpul melihat Rangga menolak pemberian Tami...


" belum masuk kantor Bram?" tanya Bagas


" belum,,mungkin minggu depan Gas,sesudah membawa Intan cek up...." jawab Bram


semua keluarga mereka sudah tau Intan sakit, tapi belum mengetahui sakit apa, mereka tidak mau terlalu ikut campur takut Bram tersinggung karena itu privasi mereka,Bagas percaya pada Bram kalau semua nya pasti bisa di atasi oleh lelaki mapan tersebut...


"kami hanya bisa berdo'a agar semua nya baik-baik saja ya Ntan,dan kalian secepatnya di berikan momongan" ucap Mama Arkan


" amiiinnnn" di jawab Serentak oleh mereka semua

__ADS_1


__ADS_2