
"tok..."
"tok..."
ketukan pintu membuyarkan lamunan Oma yang sedang asik menonton televisi dengan drama seri india nya...
Arini yang lagi menina bobok kan Daffa di depan televisi pun ikut terganggu
" biar Oma saja,pindahkan saja Daffa kedalam" ucap Oma yang melihat Arini hendak berdiri
" assalamu'alaikum" ucap perempuan Cantik berdiri dengan pakaian Suster lengkap dengan lambang dari yayasan nya
" kamu siapa?" tanya Oma
" perkenalkan nama saya Mayang Sari ,panggil saya Mayang Nyonya,saya di utus oleh yayasan kasih bunda kemari" ucap Nya lembut
" huf...bukan nya saya di kirim untuk menjaga bayi,kenapa jadi yang keluar nenek-nenek,apa saya salah lihat list nya tadi" batin Mayang
" kenapa bengong,ayo masuk" ucap Oma sedikit ketus
" Bik Sumi....bik" ucap Oma sedikit memekik
" iya nya...ada apa?" tanya Bik Sumi
" antar Mayang ke kamarnya,nanti beritahu apa saja kerja nya" ucap Oma
" Mayang siapa nya??" tanya Bik Sumi yang memang belum kenal dengan siapa yang di ucapkan Oma
" ini,,,pengasuh Daffa namanya Mayang,kamu kasih tau apa saja pekerjaan an" ujar Oma
Bik Sumi membawa Mayang ke kamar nya,memang tadi dia sudah sempat mengatakan kalau akan ada pengasuh baru untuk Daffa....
" jadi dia nyonya bos nya,, lumayan tua,tapi suaminya seperti apa ya??"batin Mayang
setelah mengantarkan ke kamarnya dan menjelaskan apa saja tugas nya bik Sumi segera pamit
****
__ADS_1
Arini sedang menyusui Daffa di kamar,,karena Daffa sudah tidur nyenyak Arini meletakkan nya di Box bayi...
Bik Sumi sedang memasak di dapur di bantu oleh Mayang,hari ini Mayang belum mengasuh dia masih di kenalkan dengan sekeliling rumah
sebelum Magrib Bagas pulang dan langsung masuk ke dalam kamar
" yank...." pekik Bagas mencari Arini
clek
pintu kamar mandi terbuka menampakan Arini yang baru selesai mandi hanya mengenakan handuk di lilit di badan nya, beberapa kali Bagas terlihat meneguk Saliva nya
" kenapa teriak-teriak pih,nanti Daffa bangun" omel Arini
" aku nyari in kamu yank" ucap Bagas mendekat dan memeluk Arini
Di ciumnya tengkuk Arini menikmati aroma Vanilla dari tubuh istrinya ini
" pih,kenapa nyari pengasuh nggak bilang dulu ke aku" tanya Arini melepaskan pagutan Bagas
" aku siapin air hangat pih?" tanya Arini
" nggak,,biar aku sendiri aja yank" tolak Bagas langsung Masuk kedalam kamar mandi
Arini menyiapkan baju santai untuk Bagas lalu keluar kamar
" bik,biar aku yang siapkan makanan nya" pinta Arini
tanpa menjawab Bi Sumi pun menyiapkan yang lainnya,
"Naura sudah pulang ma" tanya Arini pada Oma
" sudah,,mungkin Lagi mandi" jawab oma
Mayang memang belum di kenal kan dengan seisi rumah,hanya Bik Sumi yang baru dia ketahui..
selesai Sholat Magrib Bagas hendak keluar kamar dan Arini yang menjaga Daffa
__ADS_1
" yank,,nggak makan bareng?" tanya Bagas
"duluan saja yank,nanti selesai Daffa nyusu aku keluar" jawab Arini
Bagas duduk di meja makan,di sampingnya Ada Naura dan oma
" Ganteng sekali tuan nya,tidak mungkin nenek tua ini istrinya,kalai benar ini istrinya aku harus bisa merebut tuan ini,,yang di sebelahnya juga masih terlalu muda" batin Mayang
" mana Arini Gas" tanya Oma
" masih di dalam nanti menyusul" jawab Bagas menyantap makanan di depannya
" yang tadi juga masih muda sekali"gumam Mayang pelan
***
selesai makan Bagas segera mencari Arini,Mayang terus memperhatikan gerak-gerik Bagas, seperti nya Mayang mulai tertarik...
"yank,,makan gih,Daffa biar aku yang jaga" pinta Bagas melihat Daffa berbaring di atas sofa mereka dengan memainkan tangan nya sendiri
" anak papi bangun ya,," Bagas mengajak Daffa bermain
Arini keluar dari kamar,lalu segera makan
" ini sayur ibu" ucap Bik Sumi memberikan satu mangkuk sayur katu untuk memperlancar Asi Arini
" terimakasih" jawab Arini Sopan
" kenapa sayur nya beda" tanya Mayang pada bik Sumi saat mereka sudah jauh dari meja makan
"itu untuk memperlancar ASI ibu Arini" jawab Bi Sumi
" kok ibu bik,dia kan masih muda?" tanya Mayang heran
" itu nyonya di rumah ini,dia istri pak Bagas dan anak dia lah yang akan kamu asuh" terang Bik sumi membuat Mayang terkejut
" kalau saingan dengan nenek tadi pasti aku menang,tapi kalau yang ini...." Mayang menatap dirinya dari atas hingga bawah jauh kalah dari Arini yang berkelas
__ADS_1