Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
melahirkan


__ADS_3

" Kau mencoba mendekati Kirana?" tanya Bagas pada Arya yang beberapa hari ini melihat Arya mondar-mandir melirik Kirana tapi tak di acuhkan oleh Wanita itu


" dari mana bos tau?" tanya Arya


" dari cara mu memandang Kirana semua orang juga tau kau menyukai nya,tapi sayang nya kau terlambat...dia sudah di lamar Rangga" ucap Bagas


" Rangga??? Rangga siapa?"


" adik kelas mu di kampus" ucap Bagas


" dia sudah meminta Kirana langsung pada ku,jadi jangan lagi berharap pada Kirana" tekan Bagas


" hahaha..kau kalah cepat Bro,maka nya kalau suka langsung katakan,jangan di pendam dan di lihat saja,Kirana bukan pajangan yang patut di kagumi,jika kau tertarik langsung beli" sahut Vino


" aku tak tau kalau ada yang mendekati Kirana juga,setahu ku Kirana tak memiliki kekasih" ujar Arya Lesu


" jangan patah hati berarti dia belum jodoh mu,jika kalian berjodoh pasti ada saja cara untuk bersatu" ucap Vino menepuk pundak Arya


" jangan memberikan masukan yang tidak-tidak Vin,, sejauh ini dia sudah bertobat,jangan mengulangi kebodohan mu Ya,masih banyak perempuan lajang di luar sana" ingat Bagas


" iya pak bos.. tenang saja,aku tak kan mungkin mengulangi kembali kesalahan lalu,,mungkin ini suatu hukuman bagi ku,saat menyukai orang lain malah keduluan orang" cebik Arya


." sudah...kerjakan laporan mu,minggu ini harus segera selesai karena kita akan menjalin kerjasama dengan perusahaan besar" ujar Bagas


Arya dan Vino keluar dari ruangan Bagas...


" sudah...nanti aku carikan kau perempuan lain" hibur Vino


" ck... seperti banyak kenalan perempuan saja kau, menikah dengan Tami saja sudah bersyukur kau" ucap Arya kesal


" kau tau,,,Rangga ini adalah calon tunangan Tami dulu" ujar Vino

__ADS_1


" kenapa kau rebut dia dari Rangga,coba kau biar kan mereka menikah pasti aku saat ini sudah bisa melamar Kirana " kesal Arya


" hahaha...kau ini aneh..kalau kau menikah dengan Kirana,lalu aku dengan siapa?" tanya Vino


" au ah....cari saja pasangan lain" Arya pergi meninggalkan Vino dengan hati kesal


" lelaki aneh..." gumam Vino


" tapi patah hati memang membuat orang gila,untung saja Tami menerima ku saat itu,kalau tidak mungkin saat ini aku sudah mengoceh sendiri" ucap Vino menggelengkan kepalanya teringat akan perjuangan nya mendapatkan Tami dulu


****


sebulan berlalu,, keluarga Rangga pun sudah datang ke pada Bagas untuk meminta Kirana,dan proses pernikahan mereka akan dilaksanakan bulan akhir bulan...


mereka hanya melakukan ijab qobul karena Rangga belum selesai kuliah,,yang penting Sah nya dulu... Keluarga Rangga pun menerima Kirana dengan baik..karena selain sopan Kirana anak yang baik dan cantik...


" pih... perut ku sakit" keluh Arini pada Bagas pagi ini..


" kata dokter jadwal nya tiga hari lagi,tapi sudah sering sekali kontraksi nya pih"


" kerumah sakit saja bun,aku takut terjadi apa-apa" ucap Bagas Khawatir


Bagas meminta pengasuh Daffa menyiapkan perlengkapan Arini dan calon baby mereka..


" ma,,aku titip Daffa dulu ya,nanti mama menyusul saja bersama yang lain,beri kabar pada Naura juga ma" pamit Bagas membawa Arini


kehamilan kali ini Bagas memang harus siaga,dia tak mau kecolongan seperti Arini melahirkan Daffa,,Bagas sangat takut....


sesampainya di rumah sakit Arini di periksa oleh dokter...


" pak, seperti nya ibu Arini sudah bisa di operasi sekarang,bapak silahkan urus kebagian admistrasi ya,,kami akan mempersiapkan keperluan ibunya" jelas Sang dokter

__ADS_1


Bagas segera melangkahkan kaki nya menuju ruangan administrasi,lalu kembali lagi berdiri di depan ruangan Arini...


Arini di bawa kedalam ruangan Operasi..



Bagas menunggu Arini di luar dengan harap-harap cemas


" pih..." pekik Naura memeluk papi nya


" bunda pasti kuat,jangan Khawatir" bisik Naura memberikan semangat


Bram dan Intan pun menyusul,,tak berselang lama Tami dan Vino datang....


" Ra,, telepon oma Surti,,papi sampai lupa mengabari nya" ucap Bagas masih dengan raut wajah cemas


Rangga yang kebetulan sedang magang melihat semua keluarga Bagas berkumpul


" kenapa Pih?" tanya Rangga


" bunda mau melahirkan" jawab Arkan karena melihat mertua nya ini sedang tidak Fokus


Rangga ikut menunggu mereka,,, orang tua Arini sudah datang dan ikut bergabung bersama menunggu kabar dari kamar operasi...


Tami mengelus perut nya merasa pegal berdiri..


"duduk yank,, jangan ikut panik,kasihan anak kita" bisik Vino menuntun Tami untuk duduk


" si kembar kamu tinggal dengan siapa ntan" tanya Tami pada adik ipar nya ini


" ada pengasuh nya,tadi sudah aku tinggalkan asi cukup banyak beb,mereka tidak rewel kalau perut nya kenyang" jawab Intan

__ADS_1


hampir satu jam berlalu tapi belum juga ada tanda-tanda selesai operasi Arini,karena belum ada dengar tangisan bayi,Bagas semakin gelisah di buatnya....


__ADS_2