Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
selalu mesra


__ADS_3

Arini pulang dengan wajah yang masih di tekuk, walaupun kesal dia masih sempat membeli kan somay pesanan Naura...


" kenapa manyun gitu bun?" tanya Naura melihat raut wajah kesal Arini


" ada kejadian kecil tadi,tapi sudah bisa di atasi" jawab Arini ambigu,dia tidak ingin menceritakan detail nya, bagaimana pun itu mami kandungan Naura, walaupun Naura tidak suka pada Karin dia adalah ibu kandung nya, sedikit banyak nya pasti tersimpan rasa sayang pada orang yang sudah melahirkan nya...


" jadi besok malam acara nya bun?" tanya Naura lagi sambil membuka bungkusan somay nya


" jadi,kamu hubungi Arkan minta dia mengundang saudara dan papa mama nya,untuk warga sekitar nanti papi yang undang" ucap Arini lagi


" masak-masak lagi bun?"


" kali ini tidak ra,soalnya kamu hamil besar,dan Daffa sudah mulai rewel,kita juga tidak acara besar-besaran,hanya mengundang saudara dekat,dan beberapa tetangga..." jelas Arini


" kalau syukuran anak mu nanti baru kita masak besar" lanjut Arini


" oke...aku undang Tami dan Intan ya bun,kalau kamu tau calon tunangan Tami kamu pasti tidak percaya bun"


" aku kenal?"


" sangat kenal....aku hubungi mereka dulu bun" ucap Naura berjalan kelantai atas kamarnya


***


" bun...aku langsung ke kantor ya" ucap Bagas mencium kening Arini


" iya... hati-hati dijalan pih,jangan lupa sholat" pesan Arini


" siap bos...." ujar Bagas keluar rumah


Arini menyusun semua belanjaan nya di bantu bik Sumi


" selesai...." gumam Arini kecil dan tersenyum


Arini melangkahkan kakinya menuju kamar mengambil ponselnya yang sempat di titipkan nya pada Bagas tadi saat masuk kedalam rumah..

__ADS_1


Arini menghubungi pihak Catering dan kue,untuk acara Naura...


setelah di rasa semua selesai Arini segera mandi dan sholat Zhuhur terlebih dahulu...


" ma...mana Daffa?" tanya Arini keluar dari kamar nya selesai sholat


" tu.. berbaring di depan TV, seperti nya mau tidur Rin" jawab Oma


" aku tidurkan dulu ya ma di kamar,semua persiapan besok sudah aku pesan ma" lapor Arini


" semua nya terserah pada mu Rin,kamu nyonya di rumah ini jadi sudah sepantasnya kamu yanga mengatur nya,oma hanya menghabiskan hari tua oma saja bersama kalian,ingin bermain bersama cucu, Alhamdulillah kalau di beri kesehatan pada sang pencipta untuk melihat cicit dari Naura" ucap Oma


" jangan bicara begitu ma,sebisa mungkin aku akan merawat oma,aku mau oma selalu hadir di tengah-tengah kami,agar kita semua bisa merasakannya kebahagiaan keluarga kita ini"


" amiinnnn" ucap menantu dan mertua ini berbarengan


" aku kedalam dulu ma" pamit Arini hendak menidurkan Daffa


***


" kamu tidak ingin melihat kelaminnya By?" tanya Naura


" tidak yank,yang penting sehat sudah cukup bagi ku,,biar jadi kejutan saja..." jawab Arkan


" besok hubungi Keluarga mu by,untuk acara anak kita"


" iya,,tadi aku juga sudah bilang pada papa,besok aku hubungi mama"


" om Bram juga by,dia sekarang selain paman mu juga tetangga kita" ingat Naura


" iya bumil bawel...ayo tidur....jangan ngoceh terus" ujar Arkan menarik hidung Naura gemas


Naura mencebik kan bibirnya tidak terima di bilang Bawel...


" ayo tidur...kalau tidak mau aku buat lelah malam ini" ancam Arkan

__ADS_1


" tidak.... semalam sudah" tolak Naura cepat dan memejamkan matanya membuat Arkan terkekeh geli melihat tingkah istrinya ini.


lain di kamar Arkan lain pula di kamar Bagas


" yank...sudah semua persiapan nya?" tanya Bagas


" sudah pih,besok undang tetangga kiri kanan ya pih"


" iya besok aku tidak kekantor,semua pekerjaan ku sudah di majukan tadi,jadi besok hanya ada satu pertemuan dan bisa di handle oleh Aska"


" oh ya,jangan lupa suruh Aska kemari bersama Iren,biar dia bisa lebih dekat dengan ibu Iren..."


" memang nya bik Sumi mu itu setuju dengan Aska?" tanya Bagas penasaran


" dari cerita Iren sih belum pih,tapi lambat laun pasti suka lah,Aska ganteng dan juga mapan"


" jangan memuji lelaki lain di depan ku bun" protes Bagas


" dia saudara mu pih,dan lagi kamu tidak perlu takut lelaki muda bukan tipe ku"


" jadi lelaki mapan dan tua tipe mu??" tanya Bagas kesal


" hahahaha......sudah... jangan memancing ku,aku tidak punya tenaga malam ini membujuk mu,besok aku harus bekerja karena banyak tamu yang datang" ujar Arini mengingat kan Bagas kalau besok ada Acara


" jawab dulu pertanyaan ku bun?" desak Bagas


" yanga mana sayang?" tanya Arini mesra


" katanya tidak punya tenaga,tetapi memancing dengan gaya bicara,jangan menguji ku bun,aku ini lebih dari lelaki normal"


" sangat pih,aku akui sangat Normal,aku saja sampai kewalahan menghadapi mu,ayo tidur,cuma kamu tipe lelaki idaman ku,ayo sayang,,mumpung Daffa sudah tidur nyenyak saat nya aku mengeloni mu" goda Arini


" tapi boleh pegang-pegang ya bun" Pinta Bagas Manja


" hanya pegang pih, tidak lebih...." ingat Arini dan di angguki oleh Bagas

__ADS_1


Walaupun hanya sekedar pegang Bagas sudah bahagia,karena ini salah satu bentuk kebahagiaan rumah tangga mereka,selalu mesra di mana pun berada...


__ADS_2