
tak terasa sudah beberapa minggu ini Naura dan Arkan jadian kemana-mana mereka selalu berdua, terlihat jelas wajah ceria dari Naura,biarpun Bagas belum penuh merestui mereka Arkan masih berusaha untuk mengambil hati bagas..
" Yang udah jadian dunia serasa milik berdua ya...!!" sindir Tami sambil menyeruput es jeruk pesanan nya
" makanya Lo cari pacar biar nggak gangguin kita mulu" balas Naura sinis
" belum ada yang cocok..." jawab Tami lesu
" Lo nya aja yang banyak milih" ucap Naura sambil memakan mie ayam pesan nya
" Yank mau???" ucap Naura menawarkan makanannya pada Arkan yang duduk di sebelahnya
Arkan menggeleng kepala,tangan nya masih sibuk bermain game online...
" ye,,,yang udah panggil sayang-sayang an" sindir Tami lagi
" udah Tam,lo belum ngerasain aja punya pasangan,ntar lebih bucin dari itu" ujar Arini yang juga ikut makan,tetapi dengan bekal yang di bawanya..
sejak Arini hamil Bagas jadi lebih overprotektif,apa lagi mengenai makanan,tidak boleh sembarang,tetapi Arini mematuhi Aturan Bagas karena dia juga ingin anak nya tumbuh dengan sehat, palingan sesekali yang melenceng dari menu sehat tetapi itu pun masih di awasi Bagas..
__ADS_1
" iya..Lo nggak lihat aja bunda sama papi,,kalau lo lihat bisa pingsan lihat pertunjukan mereka tiap hari" jawab Naura
" memang nya kamu bikin pertunjukan apa bun,***-*** di depan Naura" ucap Tami dengan santainya
" sembarang kalau ngomong,,,anak di bawah umur belum boleh tau..!!"potong Arini cepat
" yah,,,,,kan umur kita sama bun" ujar Tami kecewa
" kapasitas nya beda,, cepetan nikah biar tau rasanya gimana" jawab Arini menghabiskan bekalnya
" adik kakak yang pinter ya makan nya..!! seru Naura menggosok perut Arini dengan lembut
" iya kan sudah enam bulan,,," jawab Arini
Lagi-lagi Rangga hanya bisa melihat kebersamaan mereka tanpa bisa mendekat
" kenapa kamu bertambah jauh ya ra" batin Rangga
"jadi aku salah sasaran selama ini" geram Sinta sambil mengepalkan tangan nya
__ADS_1
" Ya,,lo cari jalan buat pisahin mereka" ucap Sinta pada Arya yang ada di sebelah nya
Arya membisikkan sesuatu pada Sinta,dan di angguki oleh Sinta, tercipta seringai licik di bibir Sinta
sore ini pembelajaran telah selesai,Bagas sudah pulang dengan Arini,Naura ada kuliah tambahan Sore,karena dosen yang masuk besok berhalangan jadi di majukan jam nya sore ini...tadi dia sudah bicara pada Arkan untuk tidak usah menunggunya..
tidak terasa sudah pukul lima sore semua mahasiswa kelas Naura sudah keluar untuk pulang begitu juga dengan Naura,tapi saat Naura akan menjalankan mobilnya terlihat berat ternyata ban mobilnya kempes.
" sial..mana mau magrib lagi,," gerutu Naura saat melirik jam di tangan nya
Naura mengambil ponsel dari tasnya,tetapi ternyata mati
" uh..... lowbat lagi..." Naura semakin kesal karena tidak tau apa yang akan di perbuatanya,hari hampir magrib kampus sudah sepi karena semua mahasiswa sudah pulang...
saat Naura membalikan badannya tiba-tiba tubuh nya di bekap dari belakang dan di bius membuat Naura jatuh pingsan....
" cepat bawa dia kedalam kelas kosong" ucap salah satu lelaki yang membekap Naura
mereka menarik lalu mengangkat Naura kedalam salah satu kelas kosong dan menatap dengan penuh Nafsu....
__ADS_1