
Malam ini Bagas dan Arini sudah bersiap rapi, setelah memompa Asi nya Arini menaruh di dalam Kulkas..
" Mbak Mayang,malam ini saya titip Daffa ya,Oma ada di rumah,stock Asi sudah saya letakan di Kulkas tinggal di panaskan saja" ucap Arini pada Mayang yang sedang berada di belakang bersama bik Sumi
" iya bu" jawab Mayang sambil memandang Arini dari atas sampai bawah,sejak melahirkan baru kali ini Arini keluar rumah dan baru kali ini juga Mayang melihat Arini berdandan...
" tidak dandan saja dia sudah cantik,di tambah dandan dan barang mewah nya,tambah cantik lagi,huff...kalau aku di posisi dia bisa nggak ya secantik itu" pikir Mayang
"Mayang,,,ayo cepat lihat den Daffa..malah melamun" ucap Bik Sumi
Mayang segera berdiri dan menuju ruang Tv,Di sana terlihat Oma yang sedang bermain bersama Daffa
" kamu kebelakang saja,bila saya butuhkan akan saya panggil" ucap Oma ketus
" kenapa nenek tua ini selalu ketus dengan ku" batin Mayang sambil berjalan ke belakang
" kenapa pulang lagi kesini?" tanya Bik Sumi
" nyonya yang sedang bermain bersama Daffa" jawab Mayang kesal
***
" ma,,kami berangkat dulu ya" ucap Arini pamit pada mertuanya
" iya, hati-hati di jalan
" pi....bun...mau kemana?" tanya Naura yang baru turun
Bagas dan Arini saling pandang, mereka juga sudah tau kesalahan pahaman yang terjadi sore tadi,tetapi mereka tidak mau menampakan wajah gugup di depan Naura
" mau nemenin papi buat keundangan rekan kerja nya" jawab Arini
" malam ya pulang nya??" tanya Naura
" iya,,kenapa sayang?" tanya Bagas
" nanti aku mau izin,kalau jadi Tami sama Intan mau jemput aku pih,katanya mau ke acara Lamaran sepupu Tami" ucap Naura
" iya,,pulang nya jangan malam-malam,hati hati di jalan" pesan Bagas lalu pergi meninggalkan rumah
***
" Tam,,kenapa dandan nya mesti heboh banget sih?" tanya Naura polos
" secara kan Lo lagi kesel tu sama si Arkan,dandan cantik bisa ngilangin rasa bete Lo ra" jelas Tami
__ADS_1
" masa'.... teori dari mana tu tam" tanya Intan polos dan di hadiahi pelototan tajam Tami
" keluar ntar tu mata tam" ucap Naura
" ganggu aja tu anak" kesal Tami
" kan beb,,lo cantik Banget" puji tami yang memutar badan Naura di depan Kaca
" jadi nggak pede deh" ujar Naura yang melihat diri nya berdandan
"gila beb, jarang-jarang Lo dandan,sekali dandan cantik banget ya,kalau Arkan lihat bisa klepek-klepek dia" ucap intan menutup mulutnya yang hampir keceplosan
" kan kita mau kekondangan sepupu Tami" jawab Naura
" iya....kan gue bilang kalau Arkan lihat"
" udah-udah,ayo berangkat ntar telat lagi acara nya" Tami menyudahi obrolan mereka
" wah...cucu oma Cantik banget" puji Oma saat melihat Naura melintas di depan ruangan Tv
" hehehe...oma bisa Aja Aku kan jadi malu" Naura sedikit menunduk
" kami berangkat ya oma" pamit Tami dan di ikuti lainnya
" selamat senang-senang ya,, hati-hati di jalan" pesan Oma sambil tersenyum melihat kepergian Tiga bocah yang sudah di anggap nay seperti cucu nya semua...
" kok sepi Tam...salah Kafe nggak?" tanya Naura heran karena tidak ada para tamu
" nggak bener kok,ini lokasi nya" ucap Tami menyakinkan Naura
mereka duduk di gazebo belakang yang sudah di hias cantik tetapi tidak ada penghuninya
" ra,,duduk di sini dulu,aku ke toilet bentar" ucap Tami memberi kode pada Intan
tak berselang lama Tami pergi intan pun pamit
" ra,,bentar ya,Gue pesan makanan dulu" pamit Intan
Naura yang duduk sendiri di sana mengetuk-ngetuk meja nya menandakan dia bosan,dan tiba-tiba merindukan Arkan
" kenapa kamu nggak hubungin aku" gumam nya kecil merasa kecewa
tak berselang lama terdengar suara gitar
" buat perempuan cantik yang duduk di sana,saya ingin mempersembahkan satu buah lagu" ucap Arkan di atas panggung
__ADS_1
Naura menoleh saat mendengar suara yang dia rindukan,petikan gitar mengalun lembut dan di iringi suara merdu Arkan
- Naff
akhirnya ku menemukanmu
saat hati ini mulai meragu
akhirnya ku menemukanmu
saat raga ini ingin berlabuh
ku berharap engkau lah
jawaban sgala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku
REFF:
Jika nanti ku sanding dirimu
Miliki aku dengan segala kelemahan ku
Dan bila nanti engkau di sampingku
Jangan pernah letih tuk mencintaiku
Akhirnya ku menemukanmu
Saat hati ini mulai meragu
Akhirnya ku menemukanmu
Saat raga ini ingin berlabuh
Arkan sudah mengakhiri lagu nya dan mendekat pada Naura lalu menuntun nya untuk berdiri,ntah di mana perasaan marah Naura sore tadi menghilang begitu saja saat melihat pujaan hatinya menyanyi kan lagu untuk dirinya
" ra...maaf soal yang tadi siang...kamu salah paham,aku beli buket bunga ini buat kamu" Arkan mengambil buket bunga yang di belinya tadi dan menyerahkan pada Naura
"sorry beberapa hari ini kamu bete dengan aku karena acara lamaran aku kemarin nggak romantis,hari ini Aku ulangi lagi Naura Atmadja will you marry me??" ucap Arkan sambil berlutut dan membuka kotak perhiasan cincin di depan Naura
balon pun berterbangan di udara dengan bacaan
__ADS_1
" Naura will you marry me"
Naura menutup mulut nya tak percaya akan perlakuan Arkan yang biasanya cuek mendadak menjadi romantis malam ini