Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
bertemu Adinda


__ADS_3

tak terasa obrolan yang kebanyakan isi nya becandaan ini membuat mereka tidak menyadari kalau sudah sampai di depan gerbang rumah sakit,,Vino memarkirkan mobilnya dan ikut turun menemani sang adik..


" kak,,kapan kau akan menikah?" tanya Intan bergelayut manja di lengan kekar Vino sekilas dilihat mereka seperti sepasang suami istri karena kemesraan nya


" belum bertemu jodoh yang pas, teman-teman mu semuanya sudah pada laku dek" canda Vino


" wah....padahal dulu Tami adalah Fans berat kamu Lo kak,cuma dia sedikit minder saat bertemu mu" ungkap Intan


" masa'" ucap Vino sedikit terkejut " kakak tidak pernah tau" lanjutnya


" sewaktu masih SMP,dan sampai kakak pergi ke Semarang Tami masih menyukai mu"


Vino sedikit menyungging kan senyum nya


"kenapa??jangan bilang kakak ingin merusak hubungan Tami dan Rangga,aku tidak ingin Tami patah hati kak,dia saat ini sangat mencintai Rangga" jelas Intan menepuk pundak kakak nya


" jangan sembarangan menuduh,ayo...di mana letak ruangan dokter nya,sejak menikah kamu bertambah bawel" keluh Vino mengusap lengan nya


Intan masuk kedalam ruangan dokter dan diperiksa,,kondisi Intan sudah di nyatakan sehat karena hanya mioma kecil saja dan sudah hilang dengan di bantu terapi..


kedua kakak beradik ini keluar dari ruangan tersebut dan berjalan di koridor rumah sakit,,


tak sengaja Intan menabrak seseorang karena saat berjalan dia sibuk bercanda dengan Vino

__ADS_1


" maaf..." ucap Intan melihat pada wanita yang di tabrak nya


wanita tersebut mengangkat kepalanya dan melihat kearah Intan


" Dinda...." gumam Intan membantu Adinda berdiri


" maaf,tadi kakak ku bercanda nya kelewatan sampai menabrak mu begitu" ujar Intan


" tidak apa Ntan,tadi aku juga sedikit terburu-buru karena harus keruangan dokter ada yang harus di berikan" jawab Adinda melirik pada Vino yang menatap nya tanpa berkedip


" hmmmm...." Intan menyikut lengan Vino


" dia Adinda sepupu Naura" Intan memperkenalkan Adinda


" Vino kakak Intan " ucap Vino grogi


" memeriksakan kesehatan ku, Alhamdulillah hasilnya sudah membaik Din,kamu sendiri?" tanya Intan


" sedang Praktek minggu ini...." jawab Adinda


" Rangga juga?" tanya Intan lagi


" iya,,tetapi beda tempat aku ditugaskan di IGD minggu ini, Rangga seperti nya di ruangan Vip,karena aku tidak bertemu dengan nya" jelas Adinda jujur

__ADS_1


" kalau begitu aku duluan ya Ntan,karena masih ada keperluan lain" pamin Adinda dan di angguk oleh Intan serta Vino


" cantik ya kak" goda Intan


" hmmmm....lumayan" jawab Vino sedikit malu karena ketahuan menatap Dinda tanpa berkedip


" lumayan,,tapi nggak ngedip" gumam Intan kesal


" mau kemana lagi nyonya?" tanya Vino mengalihkan pembicaraan


" bagaimana kalau kakak menemani ku ke salon,semua badan ku sakit-sakit dan perlu merilekskan badan,,sudah lama tidak ke salon kak" ajak Intan


" ah... aneh-aneh saja ajakan mu,,ajak Naura atau Arini lah" tolak Vino


" Naura sedang melahirkan,Arini sibuk dengan Daffa,Tami lagi kuliah,ayo lah kak sekali-kali menyenangkan adik mu"bujuk Intan


" baiklah tapi aku tidak mau sampai sore ya, karena malam ini aku ada janji" ucap Vino


" siap....."


Intan yang melihat saldo ATM nya dengan nominal digit yang tidak bisa di bacanya sangat terkejut,begitu banyak uang belanja yang di berikan suaminya..


" apakah kini dia sudah bisa dibilang istri sultan" pikirnya

__ADS_1


benar-benar kalap kali ini,selepas memanjakan tubuh nya Intan mengajak Vino menemani nya belanja,sejak menikah dengan Bram Intan tidak pernah berbelanja,apa lagi melihat jumlah uang di saldo ATM nya yang dapat di pastikan tidak akan habis untuk hidupnya beberapa tahun ke depan....


" jadi ini yang di rasakan bunda Arini menjadi istri Sultan,pantas saja dia sangat takut papi berpaling,hmmm aku harus membelikan kado spesial untuk Mas Bram saat dia pulang" Batin Intan mencari sesuatu yang membuat Bram senang....


__ADS_2