
malam ini mereka semua turun ke bawah untuk menikmati makan malam,tetapi sebelum nya memastikan dulu keadaan anak mereka pada para pengasuh...
" sudah tidur semua" ucap Arini
"ayo..."ajak Kirana yang sudah merasa lapar
" bumil sudah tidak sabaran" goda Naura membuat Kirana tertawa
dari tadi perut nya sudah minta di isi maklum lah berbadan dua,,dan saat ini Kirana sudah melewati fase mual muntah nya...
mereka sengaja menyewa dua kamar besar untuk pengasuh,anak Bagas dan Naura bersatu di sana dan juga anak Irene...anak Intan dan Tami bersatu pula dalam satu kamar,jadi mereka bisa saling mengingatkan jika anak nya bangun...
mereka sudah sampai di restoran hotel
"mau yang mana pih?" tanya Arini pada Bagas saat hendak makan
" apa yang kamu ambil akan aku makan" jawab Bagas menatap Arini mesra
" ini mas.." Intan memberikan nasi dan lauknya untuk Bram
" hmmm.....sudah baikan" goda Kirana yang tadi sempat melihat ketegangan antara Intan dan Monica
__ADS_1
" memang nya kami bertengkar???" ucap Intan
" aku tak pernah meragukan suami ku na,tapi yang aku ragukan itu dengan ulat keket di luaran sana,yang terus mencari cara untuk masuk dalam rumah tangga ku" ketus Intan
" hahahha.....ngeri ya tante kalau om Bram sampai ketempelan ulet keket" ujar Naura tertawa
Bram hanya menggelengkan kepala melihat kekesalan istrinya ini..
" jangan di jadikan pikiran ntan,kita mau liburan, bukan untuk menguras energi bersitegang..." sahut Bagas
" betul gas,lebih baik menguras energi di ranjang dari pada mengeluarkan urat otot untuk beradu argument yang tak jelas" jawab Bram
" pikiran kalian tak jauh dari itu" kesal Arini
"sudah aku tak lagi minat bercanda,,mood ku buruk..." Intan tiba-tiba melihat Monica di ujung meja sedang berbincang dengan salah satu pelayan
semua melihat tatapan tajam mata Intan,,dan diam seketika..
" ayo selesai kan makan nya.." ucap Bram yang tak berminat untuk melihat Monica,dia tau saat ini mood Intan tak baik,jika Bram salah bertindak bisa-bisa liburan Mereka kali ini akan kacau...
" kami duluan..." ucap Bram menarik Intan
__ADS_1
" kenapa mas??kamu tak berniat mengenal kan ku dengan mantan istrimu?" ucap Intan
" bukan begitu yank,aku tak berminat lagi untuk mengenal nya,saat ini mantan istri..mantan pacar hanya orang yang pernah singgah tapi tak berarti untuk ku...aku tak ingin momen liburan kita terganggu dengan hal yang tak penting" jelas Bram
" aku tak masalah mas,,tenang saja" Intan mencoba menetralkan detak jantung nya
" saat ini kau memang tak bermasalah jika dia menyebutkan sesuatu yang tidak-tidak bisa saja membuat mu meradang"
" itu sudah resiko ku mendapatkan suami duda,bunda Arini pernah berkata menikah dengan lelaki duda seperti main rollercoaster..saat ini aku merasa sedang di atas mas,,, melihat kebawah sangat takut sekali,kalau tak hati-hati bertindak bisa-bisa jantung copot,,jadi saat ini aku memutuskan untuk menutup mata ku mas menikmati saat bergerak kebawah tetapi aku tak mau kamu lepas,aku ingin selalu kau genggam agar aku kuat melewati nya.." ucap Intan memeluk suaminya
Bram menghentikan langkah kaki nya di lorong hotel dan menyandarkan Intan kedinding lalu membalas pelukan Intan,,Intan menyadari langkah mereka dari tadi di ikuti seseorang dan Intan tau itu siapa
Intan mencium bibir Bram sekilas tetapi Bram malah tak boleh Intan melepaskan nya,di tarik nya kembali Intan dan dia yang melu*at bibir Intan..
Intan mengalungkan tangannya di leher Bram,Intan sengaja melakukan nya untuk membuktikan kalau Bram mencintai dirinya dan Bram memuja tubuh nya....
" mas..masih di luar,," ucap Intan tersenyum
Bram tersadar memang saat ini mereka sedang di lorong kamar, dan ada CCTV di sna yang memperhatikan mereka...
Bram menggelengkan kepalanya, bisa-bisa nya dia tak tau tempat dengan cepat dia menggendong Intan untuk masuk kamar mereka...
__ADS_1
Monica yang melihat nya mengepalkan tangan,lelaki yang dulu pernah di campakkan nya saat ini semakin sempurna....