Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
waktu yang tak tepat


__ADS_3

Bram membuka satu kancing depan dress Intan,,Intan memang selalu memakai baju dengan kancing depan agar mudah menyusui kedua putra nya...


" mas,,sudah mau magrib..." ucap Intan lirih tapi tak di hiraukan oleh Bram dia terus mencium seluruh wajah Intan dan turun ke leher meninggalkan satu tanda merah,saat hendak membuka kancing kedua terdengar ketukan pintu dari luar...


" tok...tok...."


" mas,,ada yang datang, buka pintunya...kaki ku masih perih untuk berjalan" ucap Intan mendorong pelan tubuh suaminya


" hufss.... mengganggu saja moments romantis ku" gerutu Bram berjalan ke arah pintu


Intan segera mengancing baju nya kembali


" kenapa???" kesal Bram melihat mereka semua sudah berdiri di depan kamar nya


" mau lihat Intan,,"Ucap Vino mendorong tubuh Bram dan segera menerobos masuk dan di ikuti semua nya..


" kenapa kaki mu dek?" tanya Vino mendekat dan melihat kaki Intan yang di balur obat


" tertusuk batu karang Kak,," jawab intan


" tadi kau bertengkar?" tanya Vino lagi lalu menatap tajam pada Bram


" tidak adik, tidak kakak tatapan nya sama-sama tajam... membuat jantung ku seakan berhenti berdetak" batin Bram


Naura menatap pada leher Intan yang ada tanda kemerahan seperti nya tanda itu baru saja timbul karena dari tadi Naura tak melihat nya saat di pantai,, Naura membisikan sesuatu pada Arkan


" seperti nya kita datang di saat yang tidak tepat by"ucap Naura menaikan alisnya,Arkan tau maksud dari istrinya ini

__ADS_1


" ayo bubar kembali kekamar kita,,Intan tidak apa-apa" ucap Arkan


Naura juga memberikan kode pada Arini dan Tami untuk menarik suami mereka masing-masing


" sudah lah kak,aku yakin Intan bisa mengatasi nya,ayo ke kamar,,aku sudah gerah mau mandi.. sebentar lagi magrib" ucap Tami pada Vino


" kita keluar ya om...jangan sekarang om,sudah mau magrib nanti di ganggu setan" bisik Arkan terkekeh


" iya...kalian setan nya" jawab Bram kesal


Arkan menatap istrinya dan tertawa bersama


Rangga,Aska dan Bagas tak mengerti apa yang di tertawa kan sepasang suami-istri ini


Arini hanya tersenyum menatap Tami dan menggelengkan kepalanya


" ada kalanya kamu tak perlu tau pih,,kalau tau aku yang malah kewalahan" sahut Arini tersenyum


" kalian curang, tidak mau lagi berbagi cerita...!!" rajuk Bagas


" sudah mau magrib,,kita sholat berjamaah dulu pih, sehabis itu aku mau menikmati makanan di hotel ini" ujar Arini menarik lengan Bagas dan bergayut manja di sana


" bumil,,kita makan malam di bawah selepas Sholat magrib ya" pekik Arini saat akan masuk ke kamar nya


" iya bun" sahut Kirana yang juga hendak masuk kedalam kamar nya


****

__ADS_1


" bisa-bisa nya om Bram melakukan nya sekarang" ucap Naura menggelengkan kepala


" namanya juga sudah nafsu yank,pasti tidak tau jam lah,yang jelas masih tau tempat.." jawab Arkan


" bukan,,aku yakin itu hanya salah satu trik om Bram agar Intan tak marah pada nya,lelaki memang selalu menang banyak ya,hanya dengan rayuan perempuan luluh dan bersedia melayani nya,," cebik Naura


" ya itu memang tugas wanita yank,kalau menolak suami dosa"


" selalu saja mengancam dengan kata-kata dosa,, sehingga membuat wanita tak berdaya"kesal Naura


" kami para wanita ini juga punya rasa marah,dan kesal...biarkan kami menumpahkan kekesalan dulu,2 sampai 3 hari, baru kalian para lelaki meminta hak kalian" lanjut Naura sambil berjalan mengambil handuk nya


"mana bisa begitu yank,itu nama nya egois,kami tak boleh selingkuh atau melirik perempuan lain tetapi saat kalian para wanita sedang marah tak ingin di sentuh dan membiarkan kami kesepian" protes Arkan


" lalu mau nya bagaimana??"


" jalan kan terus tugas kalian,,jika memang sedang marah hilangkan dulu, setelah selesai baru lanjutkan lagi" jawab Arkan santai


" mana bisa begitu..hati perempuan itu rapuh by,, hanya bisa meluapkan emosi nya dengan tangisan dan bila suasana hatinya tidak baik dia tak kan bisa melakukan apapun, termasuk kegiatan ranjang,jika memaksa kalian hanya bisa menikmati tubuh nya saja,tidak dengan perasaan....apa kamu mau dilayani begitu???" tanya Naura menatap pada Arkan sambil melepaskan satu persatu pakaian nya..


" ya tidak lah, permainan tak ada perlawanan mana seru yank.."


" makanya jangan sesekali membuat hati istrimu ini terluka,dan jangan sesekali memancing di air yang keruh karena indra penciuman istrimu ini lebih kuat sinyal nya di banding kan anjing pelacak" tukas Naura lalu masuk kedalam kamar mandi


Arkan hanya bisa meneguk saliva nya melihat Naura membuka seluruh bajunya di hadapan Arkan dan langsung lari ke kamar mandi,ingin menyusul suara Azan dari Ponselnya sudah menggema....


Arkan hanya sedikit mengacak rambut....

__ADS_1


__ADS_2