Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
membujuk Intan


__ADS_3

Hari ini Arini sengaja membuat Janji pada Intan untuk makan di kafe depan Kampus...


" tumben ngajak ketemu bun?" tanya Intan


" mau pesan apa?" tanya balik Arini


" sama kan saja..." jawab Intan Singkat


Arini memanggil pelayan untuk memesan makanan mereka...


" hummm....jadi rindu kampus deh,tapi kasihan Daffa kalau di tinggal sekarang,mana aku lagi mau proses anak kedua" gumam Arini pelan


" kamu tidak kuliah pun sudah kaya bun, prioritas kan saja suami dan anak mu,kalau aku jadi kamu pasti akan menikmati hidup Bun,secara papi Naura tajir melintir nggak bakal habis uang nya tujuh turunan,lebih baik Daffa saja yang kuliah nanti biar bisa ngembangin usaha kalian" cerocos Intan


" kamu mau seperti ku Ntan?" tanya Arini menatap Intan serius


" maksud nya?" tanya Balik Intan yang memang tidak mengerti maksud Arini


" kamu mau menikah dengan orang kaya?" tanya Arini lagi

__ADS_1


" ya aku nggak munafik bun,mau lah sama orang kaya, kehidupan enak dan terjamin siapa coba yang tidak mau,kamu lihat saja sekarang banyak yang rela jadi pelakor demi kehidupan mewah" jelas Intan


" wah....wah...teman ku ini sudah banyak berubah ya,,kalau begitu mau aku comblang kan dengan orang kaya?" tanya Arini lagi


" jangan asal comblang bun,ntar sudah punya istri aku nggak mau jadi pelakor,apa lagi istri kedua seperti di sinetron-sinetron..nanti aku di labrak mulu tiap hari" ucap Intan bergedik ngeri


" nggak yang ini di jamin aman???" ucap Arini menyakin kan Intan


" siapa??? jangan bilang Om Bram bun?" tebak Intan


Arini mengangkat kedua Alisnya dan tersenyum simpul


" nggak lah bun,,aku akui om Bram tampan tapi terlalu dewasa untuk ku" jawab Intan


" justru yang dewasa itu yang lebih berpengalaman Ntan,lebih mapan dan lebih pengertian,kamu lihat kan papi,bagaimana dia memperlakukan ku sudah seperti istri sultan..." bujuk Arini lagi


" tapi Aku takut bun biasanya duda terlalu Agresif" tolak Intan


" nanti lama-lama kamu terbiasa,malah nanti kamu yang meminta nya duluan" ucap Arini terkekeh mengingat kalau akhir-akhir ini malah justru dia yang Agresif karena menginginkan anak kedua apalagi kalau dia di landa cemburu buta....

__ADS_1


" tapi bun"


" sudah... jangan banyak pertimbangan ntar keburu di ambil sama yang lain,kamu belum pernah pacaran kan? pacaran sama yang lebih berpengalaman lebih enak Ntan,tapi nikah dulu...." jelas Arini


" gimana ceritanya bun nikah terus pacaran" tanya Intan heran


" nanti kamu juga mengerti pacaran setelah menikah akan terasa lebih nikmat karena Halal... bagaimana?" tanya Arini lagi


" gimana ya bun...kalau aku pikir-pikir du gimana?aku takut dia cuma main-main bun,usianya kan sudah dewasa" cicit Intan


" lebih dewasaan papi kali ntan,nyatanya dia nggak main-main,malahan kami sudah ada Daffa,kalau begitu besok kalian bertemu dulu,jalan bareng minimal sekali lah,setelah itu baru kamu putuskan mau lanjut atau tidak nya" tawar Arini


" baiklah....aku setuju..." jawab Intan


" habis kan makanan nya,,aku harus pulang kasihan Naura tinggal di rumah" ucap Arini menarik makanan yang sudah di sediakan pelayanan Kafe


setelah membujuk Intan Arini segera menghubungi Bagas,memintanya menghubungi Bram untuk membuat janji dengan Intan malam besok....


Bram yang mendapat kabar dari Bagas melonjak kegirangan seperti memenangkan Lotre..

__ADS_1


" terimakasih gas,kamu memang sahabat terbaik ku" ucap Bram menutup ponselnya


__ADS_2