Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
cerita masa lalu


__ADS_3

please yang baca tinggalkan jejak nya ya...saya mau lihat seberapa banyak yang menunggu karya saya minimal satu up...🙏🙏


view nya banyak banget yang like dan koment sedikit....


biar di lanjut lagi tinggalkan jejak kalian ya...


***


hari ini Bram membawa Intan untuk terapi,Bram merasa lega kalau tidak ada penyakit serius pada diri Intan...


sedangkan Naura saat ini sedang asik menjalankan peran nya sebagai ibu muda


"yank,aku boleh ke kantor hari ini?" tanya Arkan yang memang sudah lama tidak masuk kantor sejak Naura melahirkan


" hmmm...tapi pulang nya jangan terlalu sore by" jawab Naura


" ya....aku usahakan" Arkan lalu pamit dengan mencium Naura dan Raka


" bun,,titip Naura ya,aku ke kantor dulu" ucap Arkan yang keluar dari kamar tamu,Naura dan Arkan masih menempati kamar tersebut..


" iya....." sahut Arini yang sedang memberikan Daffa makan


Bagas sudah berangkat kekantor dari pagi tadi,sudah begitu banyak pekerjaan yang menumpuk di karenakan Naura melahirkan

__ADS_1


Arini masuk kedalam kamar Naura, sedangkan Daffa di tinggal bersama Oma nya di luar..


" kapan mau buat acara Syukuran ra?" tanya Arini


" belum tau bun, menurut bunda kapan waktu yang tepat?"


" bagaimana kalau minggu depan,karena minggu depan" usul Arini


" nanti aku bicarakan dulu dengan Arkan bun,kalau dia setuju aku beritahu pada Bunda ya"


" oke...sudah mandi baby Raka nya?" tanya Arini menggendong Raka dari dalam box bayi nya


" belum oma,,kalau oma mau tolong di mandi kan mama nya belum berani" ucap Naura terkekeh geli


" ayo sayang kita mandi dengan oma" ujar Arini ikut terkekeh geli menanggapi nya


" susui dulu ra, seperti nya Raka haus"


Naura mengambil Raka dan menyusui nya


" bun....pernah kepikiran nggak hidup kita akan seperti ini,kamu menikah dengan papa ku,Intan menikah dengan paman Suami ku,dan aku menikah dengan Arkan,orang yang pertama kali mencari gara-gara dengan kita saat masuk kampus" ucap Naura memulai bercerita


" bukan Arkan tapi Sinta,kamu saja yang saat itu menantang Arkan padahal dia berusaha membela ku" ralat Arini

__ADS_1


" iya.....tapi aku tidak menyangka Lo bun,bakal dia yang menjadi suami ku,padahal dulu nya naksir sama kamu dia nya" ungkap Naura


" hust....yang itu jangan di bahas nanti kedengaran papi bisa bahaya,,yang jelas aku tidka menyangka akan menikah muda Lo ra" jelas Arini


" tapi aku sampai saat ini belum tau cerita kalian bisa pacaran bun,kalau aku kan jelas dekat dengan Arkan karena dia selalu menanyakan mu,setelah tau kamu menikah dia belok pada ku...dan Intan kamu jodoh kan,sama seperti Tami,sedangkan kamu sendiri bagaimana bisa dekat dengan papi?" tanya Naura masih menyusui Raka


" hahaha...kalau itu aku juga tidak tau pastinya ra,yang jelas saat aku sering kesini terus menyiapkan makanan untuk papi,lalu merawat mu saat sakit,awalnya kami tidak punya komitmen tapi lama kelamaan papi semakin menuntut untuk menikah ku" cerita Naura


" modus itu bun,tapi jujur aku tidak pernah melihat papi sebahagia sekarang bun,sejak kamu hadir di keluarga kami papi tidak pernah keluar kota lagi,selalu ada untuk ku,bahkan aku merasa kan kehangatan yang lebih di keluarga kita,yang terpenting papi dan oma bertambah sehat" ungkap Naura jujur sambil meletakkan Raka yang sudah tertidur lelap


" aku juga selalu bersyukur bisa hadir tengah-tengah keluarga kalian, memiliki suami seperti papi membuat ku bertambah dewasa,papi selalu memanjakan ku dan memberikan apa yang tidak pernah aku punya yang tidak pernah aku rasakan...." kali ini Arini yang jujur dengan isi hatinya


" hmmm,,aku tidak pernah memimpikan hidup mewah seperti ini,kan kamu tau sendiri Keluarga ku seperti apa, untuk bisa makan saja sudah Alhamdulillah, Sekarang di berikan keberkahan seperti ini aku sangat bersyukur,apa lagi dengan hadirnya Daffa di tengah-tengah kami membuatku semakin mencintai kalian semua....."


" bun,,,boleh aku minta satu hal pada mu?" ucap Naura dan di angguki Arini


" jangan pernah tinggalkan papi seperti mami ku meninggalkan nya bun,aku tidak ingin melihat nya terpuruk, walaupun saat mami meninggalkan nya papi masih bisa tenang,tetapi aku yakin jika kamu yang meninggal kan nya pasti dia akan rapuh bahkan bisa gila....." ucap Naura memegang tangan Arini


" ra.... meski pun usia kita sama,tetapi antara kau dan aku berbeda,kau sudah biasa hidup enak dan bergelimang harta, sedangkan aku biasa hidup mandiri,, mencari uang itu susah ra,aku bukan perempuan munafik,aku menikmati kehidupan ini,jadi tidak akan mungkin aku rela meninggalkan papi mu hanya untuk lelaki yang belum tentu bisa menghidupkan ku dan Daffa nanti,tetapi aku tegaskan aku tidak menjual harga diri ku untuk uang karena aku sangat mencintai papi mu,jadi jangan khawatir kan soal itu...aku bisa jamin kalau papi mu setia aku bahkan lebih setia lagi" ujar Arini memeluk Naura


" jujur awalnya aku sempat ragu bun pada mu,karena kita seumuran yang pastinya masih ada rasa ego dan ingin menikmati hidup di luaran sana,tetapi makin kesini aku semakin yakin kalau kamu orang yang sangat tepat untuk papi ku yang tua itu,,,hahahah....lucu ya bun kalau di telusuri aku sahabat mu,lalu jadi anak sambung mu" Naura terkekeh geli


" sahabat ku anak ku"gumam Arini ikut terkekeh

__ADS_1


" kehidupan ini anggap saja bonus untuk mu bun karena selama ini sudah menjadi wanita baik dan pekerja keras,karena usaha tidak pernah mengkhianati hasil"


" ya....saat ini Daffa lah hasil nya,sudah ah .aku jadi mau mewek kalau bahas yang lalu-lalu,aku keluar dulu ya mau lihat Daffa" Ucap Arini keluar dari kamar Naura


__ADS_2