Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
akhirnya


__ADS_3

Intan bangkit untuk menyimpan ATM pemberian suaminya setelah itu berbaring kembali memeluk tubuh kekar Bram..


Bram merasakan sesuatu dibawah sana sudah berdiri sekuat tenaga di tahan nya tetapi tetap tidak bisa,Bram mencoba mencium bibir Intan pelan, karena tidak ada penolakan Bram lebih dalam membenamkan bibir nya,dan menggigit kecil agar intan membuka bibirnya..


Bram menjelajahi semua isi mulut Intan,tanpa sadar Intan membalas nya walau pun masih sangat kaku...


Bram menyingkap daster yang di kenakan Intan dan menggosok paha intan pelan


puas bermain di bibir Bram turun ke leher mulus Intan dan membuat tanda kepemilikan disana..


" yank....boleh? tanya Bram hati-hati takut Intan belum bisa memberikan nya


" mas....aku takut" cicit Intan


" mas janji akan pelan,kamu nikmati saja,rileks dan jangan tegang" bisik Bram mesra dan mencium daun telinga Intan


Intan memejamkan mata nya saat Bram membuka dasternya pelan


saat ini Intan hanya bisa melafalkan do'a dalam hati karena takut dengan kesakitan yang akan di rasakan nya nanti...


" yank....nanti akan nikmat sendiri,percaya dengan mas" ucap Bram pelan

__ADS_1


Bram mencium Intan untuk menghilangkan ketakutan istri kecilnya ini,dengan pelan bram memperlakukan intan,agar melupakan ketakutan nya,Intan menikmati setiap sentuhan tangan suaminya ini..


dengan lihai Bram membuat Intan melupakan rasa sakit yang akan dia terima nya nanti,setiap lekuk tubuh Intan tak ada yang ketinggalan di jelajahi nya,


sambil mencumbui istrinya Bram menuntut milik nya masuk,awal nya Intan sempat menjerit dan tersentak kaget merasakan sesuatu yang berusaha menerobos di bawah sana,dengan cepat Bram membungkam mulut Intan dengan bibir nya agar Intan melupakan rasa sakitnya,benar saja Intan menjadi sedikit rileks..


" sayang...,jangan di tahan" bisik Bram yang saat ini juga menikmati permainan nya


desahan demi desahan lolos dari bibir seksi Intan membuat Bram semakin semangat lagi,,


cukup lama mereka bermain,Bram mencabut miliknya saat hendak keluar dan memuntahkan di luar


" untuk beberapa bulan ini kita menunda dulu kehamilan mu yank,sampai kamu benar-benar pulih" jelas Bram


" tapi mas bukan nya kamu segera menginginkan anak?" tanya Intan


" kan sudah aku katakan dulu,menikah tidak menikah aku akan mencintaimu dan ada atau pun tanpa anak aku akan tetap bersama mu,kita hanya menunda bukan menolak dia hadir" ucap Bram mengangkat tubuh Intan dan membawa nya kekamar mandi,Bram tau saat ini intan pasti merasakan panas dan perih pada miliknya karena mereka bermain cukup lama


Bram menoleh ke arah sprei yang terkena noda darah,dia menarik sudut bibirnya kecil dan di cium nya wajah Intan gemas....


" mas...geli...." pekik Intan

__ADS_1


Bram memasukan Intan dalam bathtub


" berendam dengan Air hangat bisa mengurangi rasa sakit mu yank,,berendam saja dulu sebentar" ucap Bram lalu mandi di bawah guyuran shower


Bram menggosok pelan tubuh Intan, seperti seorang ayah yang tengah memandikan putrinya,Intan sangat malu melihat Bram memandikan nya, tetapi dia tidak bisa menolak karena masih terasa sakit untuk bergerak...


setelah selesai Bram mengangkat pelan tubuh Intan dan menutupnya dengan handuk....


" kenapa jadi mas yang melayani ku?" tanya Intan melihat Bram sudah memakaikan nya kembali baju tidur dan menggosok rambut nya yang basah


" malam ini kamu sudah lelah,jadi apa salah nya mas yang melayani mu" Jawab Bram mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambut Intan


" kamu tunggu di sini sebentar jangan bergerak" ujar Bram menuju lemari mengambil sprei ganti


setelah mengganti sprei nya Bram kembali menghampiri Intan dan menggendong nya


" sayang...terima kasih sudah memberikan nya untuk mas" peluk Bram mesra dan menggosok punggung Intan agar segera tidur


tak lama terdengar dengkuran halus dari Intan,Bram tersenyum lega karena Intan tidak merasakan kesakitan hebat,bukan Bram tidak ingin mengulangi pertempuran mereka,Bram takut jika dia terlalu ganas akan berefek pada diri Intan.....apa lagi ini yang pertama untuk Intan...dia sangat menyayangi Intan jadi sebisa mungkin dirinya menciptakan kenyamanan untuk istri kecilnya ini...


Bram yang juga lelah ikut memejamkan matanya...

__ADS_1


__ADS_2