Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
ulah Sinta


__ADS_3

" tumben pagi ini seger banget beb" tanya Tami


" memang nya kemaren-kemaren nggak seger apa?" tanya Naura duduk di bangku nya


" tapi kali ini kaya' orang kasmaran gitu,jangan bilang kalau Lo balikan sama si lacnut Arya??" tebak Tami


" jangan bikin mood gue berantakan pagi ini ya,,jangan kan mau balikan dengar nama tu orang aja eneg gue" jawab Naura bergedik jijik..


" syukur deh beb,kalau Lo nggak sama dia" ucap Tami membuka buku pelajaran nya, karena dosen mereka sudah masuk


****


siang ini Naura duduk di kantin kampus dengan di hapit dua pengawal setia nya ini Tami dan Intan, Arkan datang menghampiri


" boleh gabung?" tanya nya


" bukan nya Lo udah gabung di gank kita" canda Intan yang di angguki oleh Tami


" ra,,,semalam gue hubungi kok nggak di angkat?" tanya Arkan


Tami dan Intan saling berpandangan, seperti nya sedang terjadi sesuatu pantas saja penampilan Naura seperti orang Kasmaran


" mulai deh Lo su'uzon?" tunjuk Naura pada Tami yang tau maksud dari pandangan sahabat nya ini


" hehehe" cengir Tami

__ADS_1


" kalau iya juga nggak papa kok?" potong Intan


" apa an sih" ucap Naura malu


" ra,,kenapa nggak di angkat?" tanya Arkan lagi


" tidur gue" alasan Naura padahal semalam dia tau kalau Arkan menghubungi nya tetapi karena Naura masih sedikit gugup jadi tak di angkat nya


" o....." ucap Arkan ber o ria


" memang nya ada apa?" tanya Naura pada Arkan


" nggak cuma mau jemput kamu aja tadi pagi,tapi nggak di angkat ya nggak jadi" jelas Arkan dengan santainya mengambil minuman Naura dan meminumnya


" hmmm.....hmmm,obat nyamuk nich" Sindir Tami


" kenapa di minum" ucap Naura gugup


" haus ra,,nggak boleh pelit" jawab Arkan lagi


" ra, temenin aku ke perpustakaan yuk,cari buku,,ada tugas yang mau di selesaikan malam nanti" ujar Arkan menetralkan suasana


" kenapa nggak sendiri saja?"


" mau nya sama kamu?" potong Arkan cepat membuat Naura semakin gugup

__ADS_1


" yuk,ah ntar keburu masuk" Arkan menarik tangan Naura


degup jantung Naura seakan berhenti,tangan nya berkeringat karena di pegang erat oleh Arkan


Tanpa sengaja Rangga melihat semua nya


" kenapa gue selalu kalah cepat" umpat Rangga


"bukan jodoh Lo kali,cari yang lain aja" bisik Farel yang mendengar umpat an Rangga


Arkan sedang asik memilih-milih buku di perpustakaan,tanpa sengaja dia mendengar percakapan antara Arya dan Sinta


" Lo bego,masa buat nidurin Naura aja ngga k bisa" ucap Sinta pelan


" Gue sudah usaha tapi nggak tau Naura tau dari mana gue main sama Rena di toilet" jawab Arya tak kalah pelan


" bego,,nggak bisa nahan sedikit aja Lo,nggak bisa balas dendam gue jadi nya ke dia,malah makin kacau karena Arkan mutusin gue"


Naura yang mendengar ingin mendatangi mereka,tangan Naura sudah mengepal kuat,rasanya sudah tidak sabar memberikan bogem mentah pada Arya dan tamparan kiat di pipi mulus Sinta,tetapi tangan nya di tahan Arkan.


Arkan menggelengkan kepala...


Rupanya Sinta sakit hati dengan Naura saat pertemuan pertama mereka Naura memakinya,karena Arya meminta Naura untuk jadi pacarnya Sinta menyuruh Arya makin mendekatinya untuk merusak Naura


" bego...bego....." umpat Sinta pada Arya

__ADS_1


" Lo yang bego,sudah tau Arkan nggak cinta sama Lo masih juga ngejar-ngejar dia,apa hebat nya sih Arkan di mata Lo,jauh gantengan gue kemana-mana dari dia" bangga Arya


" ya,,ganteng banget Lo kalau di lihat pakai kaca pembesar, kelihatan semua tu komedo" ucap Sinta pergi meninggalkan Arya


__ADS_2