
Bagas memberikan perawatan terbaik untuk Arya...
" bagaimana keadaan nya dok?" tanya Bagas
" Alhamdulillah Operasi nya berjalan lancar,hanya butuh perawatan lebih insentif lagi ya pak,untuk pemulihan kaki nya,saat ini pasien sudah melewati masa kritis nya,dan tinggal menunggu pasien sadar kita pindahkan ke ruang perawatan" jelas sang Dokter
" Alhamdulillah dok,, terimakasih atas bantuannya" ucap Bagas
" itu memang sudah menjadi tugas kami pak,kalau begitu saya tinggal dulu" Pamit Sang dokter
saat ini Bagas berdiri di depan ruangan ICU di mana Arya di rawat,Bagas datang sendiri ke rumah sakit karena Naura belum mau di tinggal oleh Arkan walaupun saat ini keadaan rumah Bagas ramai karena Keluarga Rindu, Keluarga Arkan dan orang tua Arini sedang menjenguk Naura,Naura masih trauma dengan kejadian yang menimpa nya...
" Aku tidak tau apa motif mu menolong putriku,tetapi jika kau datang untuk menghancurkan rumah tangga nya aku yang akan menghabisi mu" batin Bagas
setelah dari rumah sakit Bagas pergi menemui pengacara nya untuk mengurus semua tuntutan pada Sinta, walaupun Arini sudah melarang nya untuk membuat Sinta mendekam di penjara dalam waktu lama,Bagas sudah terlalu geram dengan perbuatan Sinta,,bagi Bagas selama dia masih hidup tidak akan di biarkan nya satu orang pun menyakiti Keluarga nya....
__ADS_1
" pih.... bagaimana keadaan Arya?" tanya Arini saat melihat Suami nya begitu lelah
" Alhamdulillah operasi nya lancar bun,besok aku akan menjenguk nya lagi sebelum berangkat ke kantor,saat ini biar aku dan Arkan saja yang mengurusi Arya,Naura biar di rumah saja,aku takut kehamilannya terganggu" jelas Bagas
" iya,aku akan lebih ketat menjaga Naura pih,ayo mandi dulu,lali Sholat magrib, sudah keburu habis nanti" perintah Arini lalu berjalan ke arah lemari untuk menyiapkan baju suami nya
Bagas berjalan kearah kamar mandi dan dengan sengaja tangan nya meremas bokong Arini sambil lewat
" papi ...." pekik Arini kesal
****
"Pih, bagaimana keadaan Arya?" tanya Naura
" sudah membaik,kamu jangan pikirkan dia ra,biar papi dan Arkan yang mengurus nya,kamu hanya perlu memperhatikan kandungan mu"
__ADS_1
" tapi Karena aku dia jadi begitu pih" ucap Naura penuh sesal
" bukan karena kamu ra,itu kemauan nya sendiri" sangkal Oma
" nanti kita akan usaha kan yang terbaik untuk nya agar kamu tidak merasa berhutang budi,Oma juga tidak mau kamu kepikiran dia terus"
" aku hanya merasa bersalah ma,tidak lebih" potong Naura
" bagus lah,, walaupun kamu pernah dekat dengan nya,bukan berarti masih menyimpan perasaan,dia lelaki brengsek Ra" ucap Arini kesal mengingat Arya yang saat itu mencoba mencelakai Naura
" tidak bun,dari dulu aku tidak punya perasaan lebih pada nya,hanya dia saja yang terus mengejar ku,Apa lagi saat ini aku dan Arkan sudah menikah,dan anak kami sebentar lagi akan hadir,aku hanya tidak menyangka saja dia yang selama ini menghilang tiba-tiba menolong ku...." ujar Naura sambil menggenggam tangan Arkan
" jaga cicit ku kan,jangan sampai hal ini terulang kembali,saat ini kamu jangan kemana-mana lagi ra,oma takut kalau Sinta punya anggota lain yang akan menyakiti mu" jelas Oma
" iya ,,saat ini kamu di rumah saja ra,kalau butuh apa-apa tinggal minta pada bunda dan suami mu" ucap Bagas tegas dia tidak ingin hal ini terulang kembali apalagi Naura mengandung cucu pertama nya...
__ADS_1
" pasti sangat membosankan" keluh Naura menatap Arkan