
hari ini Bram sudah berangkat ke Jakarta,dengan berbagai drama pagi ini mulai dari Bram yang tak ingin melepaskan pelukannya dan meminta istrinya menciumi seluruh wajah nya, membuat Intan jengah dengan kebucinan lelaki matang ini...
" sudah mas,,kapan berangkat nya kalau begini,aku juga harus kontrol mas" ucap Intan lelah karena pelukan Bram tak kunjung di lepas
" apa mas batalkan saja yank?" tanya Bram
" mana bisa begitu mas, nanti rekan bisnis mu kecewa,kan ini juga yang terakhir kali nya kamu mengambil pekerjaan di Jakarta" bujuk Intan
" tapi aku tidak biasa tidur tanpa memeluk mu" rengek Bram
" mulai deh bucin nya,,sudah segera berangkat pulang nanti aku kasih hadiah spesial" bisik Intan mesra membuat Bram menautkan alisnya seolah berpikir keras
" kalau di ambil dulu hadiah nya Sekarang biasa?" Bram mencoba bernegosiasi
" mana bisa,pergi juga belum,, jangan mencoba membodohi ku mas,sana...aku sudah telat,janjian jam 10 ini sudah jam 10 lewat belum lagi padat nya jalan..." oceh Intan mendorong suaminya
__ADS_1
" yank,, jangan genit-genit, mentang-mentang bukan suami mu yang mengantar kan kamu tidak bisa seenak nya yank, nanti Video call kalau sudah sampai di rumah sakit,selama aku tidak ada di samping mu jangan lupa mengabari ku satu jam sekali" pesan Bram mencium bibir Intan
Intan menepuk jidatnya sendiri melihat betapa bucin nya Bram pada nya...
Intan melambaikan tangan nya melihat kepergian suaminya, sebenarnya berat bagi Intan untuk melepas sosok lelaki seperti Bram sendiri,apalagi belum ada yang tau dengan pernikahan mereka,hanya Keluarga saja..bisa saja perempuan-perempuan di luar sana mengagumi suaminya tetapi Intan mencoba berpikir positif,,dia percaya dengan kekuatan cinta mereka,dia percaya Bram adalah lelaki setia dan menjadi pelabuhan pertama dan terakhir nya...
selesai bersiap Intan di jemput oleh Vino
" sudah siap dek?" tanya Vino saat Intan masuk kedalam mobil papa nya,karena Vino datang tidak membawa mobilnya
" sudah,,papa nggak kantor kak?" tanya Intan
" dek,,saat acara kemarin kakak bertemu dengan pak Bagas,ternyata pak Bagas adalah investor terbesar di Perusahaan kakak bekerja Lo,nggak nyangka ya kamu bisa bergaul dengan mereka dan menikah dengan Bram lagi" puji Vino
" iya kak,,papi Bagas itu termasuk orang berpengaruh kak,tetapi dia tidak sombong mau bergaul dengan anak ingusan seperti ku"ucap Intan tertawa
__ADS_1
" karna bergaul dengan anak ingusan seperti kalian lah dia bisa menikahi anak ingusan seperti Arini,,kakak ingat banget kalian waktu masih kelas tiga SMP pada kucel semua" gelak Vino
" jangan salah kak,biar pun kucel tetapi jodoh kami tajir semua" sombong Intan
" mulai....keluar asli nya"gumam Vino kesal mengacak rambut adik kesayangannya ini
" kakak....." pekik Intan kesal
" tapi aku pangling deh dek liat Arini pertama kali,cantik banget terus lihat Tami juga,,kalian pada cantik-cantik remaja nya" aku Vino
" ya iya lah kak,udah pinter rawat diri apalagi Arini dan Naura perawatan nya mahal..." ucap Intan
" kamu bahagia dek nikah dengan Bram,kenapa selera kalian jadi berubah lelaki dewasa,bukan nya dulu kalian suka nya opa-opa korea,sampai nangis-nangis kejer gitu nonton Drakor" ingat Vino sering mengintip isak tangis di kamar adik nya
" kamu ngintipin kami nonton kak" tunjuk Intan
__ADS_1
" bukan ngintip, aku kan takut kalian kenapa-napa,eehh..pas aku intip lagi nonton drakor"
" hehehehe......pencinta Drakor kak" cengir Intan