
semua sudah bersorak bergembira menyambut kelahiran bayi kembar Intan dan Bram...
" wah comel nya" ucap Tami menggendong Satu bayi Intan dan satu lagi di gendong mama Intan
" Alhamdulillah ya sehat semua cucuku" ucap mama Bram
" Alhamdulillah...." jawab Bram
" siapa namanya om?" tanya Arkan
"Daniel Mahendra dan Denis Mahendra" ucap Bram
" bagaimana cara membedakan nya om,mereka benar-benar mirip" ucap Naura
" saat ini om pun tidak tau cara membedakan nya, Daniel lahir lebih dulu dari Denis...mereka sangat mirip sulit untuk di bedakan" jelas Bram yang belum tau cara membedakan anak mereka
" Daniel lebih berisi dari Denis mas,hanya itu yang saat ini menjadi petunjuk karena aku belum melihat seluruh tubuh mereka yang menjadi kan pembedaan nya" ucap Intan
" ya....besok harus aku pelajari bentuk tubuh mereka yank,kan tidak lucu kalau papa nya sendiri tidak bisa membedakan mana yang Daniel dan mana yang Denis " ucap Bram terkekeh
"lucu juga punya kembar begini yank" ucap Arkan pada Naura
" jangan aneh-aneh by,Raka saja membuat mu kewalahan,mau kembar pula" cebik Naura
__ADS_1
Arkan hanya menundukkan kepalanya dengan ucapan Naura..
"kalau mereka sudah besar semua pasti rame ya,tiap hari dengar pertengkaran mereka...kenapa semua anak kalian lelaki" ujar Oma baru menyadari semua nya lelaki
" mudah-mudahan Tami dan Anak kedua Arini perempuan,,jadi ada yang mereka perebutkan" ucap Oma lagi
" semoga ya oma" sahut Arini mengelus perutnya
semua anggota keluarga sudah pulang hanya mama Bram dan mama Intan yang masih menunggu cucu nya..
" mas...kok wajah nya lebih mirip dengan mu" ucap Intan tersenyum melihat kedua buah hatinya
" di pakaikan pakaian yang beda saja agar tau siapa yang adik dan yang kakak,,tapi harus ingat warna pakaian nya setiap hari" ucap Mama Bram terkekeh
" mana bisa ingat aku ma" sahut Bram
" besok mama belikan gelang dengan nama mereka masing-masing agar tidak tertukar" usul mama Intan
" boleh juga ma,karena pasti aku sulit membedakan nya" ucap Bram
****
__ADS_1
seminggu berlalu... weekend ini Kirana sudah janjian bersama Rangga untuk nonton,sejak pertemuan di rumah sakit membuat Kirana berteman dekat dengan Rangga...
" nonton di mana?" tanya Kirana
" di mall xx saja,tidak terlalu jauh "jawab Rangga
dari awal Rangga melihat Kirana dia sudah tertarik karena Kirana wanita yang kuat,hidup sebatang kara di kota besar tidak membuat nya takut,malahan membuat nya semakin kuat...
" kamu tidak punya keluarga lagi selain papi Bagas?" tanya Rangga saat mereka di dalam mobil
" ada,,aku punya satu tante dari mami,dan satu om dari papi tapi dia tinggal di luar kota,aku sudah terbiasa hidup di kota ini, mendiang papi dan mami di sini jadi aku sulit untuk meninggalkan kota ini" jelas Kirana lemah dia sedikit sedih jika mengingat orang tuanya
" sampai kapan kau akan tinggal bersama papi Bagas?" tanya Rangga
" bunda Arini bilang sampai ada yang menjaga ku baru mereka bisa melepaskan ku dari rumah nya,mereka orang baik...aku bersyukur bisa bergabung bersama keluarga mereka" ungkap Kirana tersenyum mengingat kebaikan Arini
" apa kau ingin menikah muda?" tanya Rangga lagi
" belum tau,,sampai saat ini jodohku belum ada,jika tuhan memberikan yang terbaik kenapa tidak,aku tidak bisa menolak jika itu memang jodoh ku...ikuti saja alur Skenario nya...selama masih di jalan yang benar kenapa tidak" ucap Kirana menatap Rangga yang sedang mengemudi kan mobilnya
" kau perempuan baik,pasti banyak yang menyukai mu" gumam Rangga pelan tapi masih bisa di dengar oleh Kirana
Mobil mereka sudah sampai di sebuah mall besar,mereka turun dan segera masuk...
__ADS_1