Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
memberi restu


__ADS_3

seminggu sudah Arini memikirkan perkataan ibunya,hari ini dia berniat memberikan jawaban pada ibu dan ayahnya


setelah makan malam Arini memberanikan diri membuka pembicaraan


" Bu,,yah....Arini ingin bicara" ucapnya gugup


" ada apa?" tanya Pak Bastian datar


" Arini sudah memikirkan matang-matang,Arini siap menerima Pak Bagas,dan bersedia menikah dengan nya" jawab Arini gemetar


" yakin Nduk,ibu tidak ingin ada unsur keterpaksaan,jika dalam rumah tanggamu nanti ada masalah kamu harus bisa menyelesaikan nya dengan kepala dingin,jangan main lari saja,tidak akan selesai masalahnya bila begitu" nasehat Bu Surti


" jangan di do'a ken ada masalah Buk" cebik Arini


" dalam rumah tangga pasti ada masalah,ibu dan ayah saja yang terlihat akur tetap ada masalah tetapi kami sama-sama dewasa untuk bisa menyikapinya apa lagi pak Bagas punya anak dari perempuan lain yang suatu saat pasti perempuan itu datang untuk menemui anaknya,jadi kamu jangan cemburu buta,bisa bahaya rumah tanggamu" kini berlanjut ayah nya yang memberi nasihat


" iya yah,Arini akan berusaha sebisa mungkin untuk tidak terpengaruh dengan godaan dari luar" jawab Arini


" berarti kamu sudah yakin dengan pilihan mu,usia kalian lumayan terpaut jauh Lo Nduk" potong bu Surti


" iya buk,Arini sudah memantapkan hati memilih pak Bagas" jawab Arini tegas


" baiklah kalau begitu kami memberi restu, secepatnya kabari pada Pak Bagas,kapan bisa melamar mu secara Sah" jawab Pak Bastian

__ADS_1


"Benar yah,bu... terimakasih" ucap Arini mengangguk bahagia


*


*


*


sementara di tempat lain Bagas seperti orang kehilangan nafsu untuk hidup,seminggu ini dia menunggu kabar dari pujaan hatinya,Seminggu ini dia uring-uringan tak jelas arah dan tujuan.


" pih..kok mandar-mandir gitu,udah seminggu ini Lo aku perhatikan papi sikapnya aneh gitu" ucap Naura menatap papinya yang seperti orang bingung


" he...anu ....ada yang lagi papi tunggu" jawab Bagas gugup sambil sesekali mengecek ponsel


" Arini sedang banyak kerjaan pih,katanya lagi ada orderan kue,aku juga kangen sih tapi nggak enak gitu kalau ganggu dia" Jelas Naura


" Ra ajak Arini kesini Ra,biar kita jalan bareng"bujuk Bagas


" tumben papi ngajak jalan bareng,,,!!!!" selidik Naura


" nggak ada apa-apa,cuma papi lagi bosan aja,pegen ngajakin kalian jalan-jalan" elak Bagas


" nanti deh,aku coba telpon Arini"ucap nya

__ADS_1


" Ra,,kamu beneran yakin ngizinin papi nikah lagi?"


" hmmmm...gimana ya, sebenarnya sich aku masih takut pi buat punya ibu tiri,tapi kalau itu buat papi bahagia apa boleh buat" ucap Naura Lemah


" kamu jangan takut papi janji nggak bakal Lupain kamu, dan satu lagi papi pastikan kamu punya ibu tiri yang baik yang pastinya kamu akan nyaman dengan adanya dia" ujar Bagas mencolek hidung Naura


" huff kaya' yakin aja nih papi"


" ya iya lah,calon papi yang ini nggak bakalan bikin kamu kecewa"


" janji pih" ucap Naura memberikan jari kelingkingnya


" janji" Bagas menautkan jari mereka dan memeluk anak kesayangan nya ini


****


"telpon nggak... telepon nggak... telepon nggak" arini masih menghitung kancing bajunya


dia ingin menghubungi Bagas tetapi tidak jadi,karena ingin memberikan kejutan langsung pada Bagas besok


Arini ingin bicara dan melihat reaksi Bagas secara langsung..


" huf...jadi nggak sabar nunggu besok" gumamnya sambil memejamkan mata menunggu hari Esok....

__ADS_1


__ADS_2