Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
bukan pilihan


__ADS_3

hari ini Tami mengunjungi kembali mama Rangga di rumah sakit karena sudah mendapatkan kabar dari papa Rangga kondisi istrinya mulai membaiknya..


" pagi tante..." sapa Tami tersenyum


" pagi sayang" sahut Mama Rangga


" sudah baikan?" tanya Tami


" sudah..tante tidak betah di sini Tam, makanan nya hambar" adu mama Rangga pada perempuan yang di anggapnya akan menjadi menantu ini


" nama nya juga sakit tan,,kalau sehat nggak bakalan di sini" hibur Tami


" iya Tam,tante mu ini manja,,masa' kalah sama anak kecil,,nggak bisa minum obat....payah..." ejek Papa Rangga


" pa...." tegur Mama Rangga tak terima


Rangga yang duduk di sofa hanya terdiam menyaksikan obrolan papa dan mama nya pada Tami..


" bahagia sekali mama melihat Tami,,bodoh nya aku menyia-nyiakan perempuan yang bisa menghangatkan keluarga ku" batin Rangga


Rangga menyadari kalau sikap nya terlalu cuek pada Tami selama ini,hanya Tami yang sellau berusaha memberikan perhatian pada nya dan keluarga nya sedang kan Rangga hanya menerima tanpa berusaha membalas...


" masa' om....!!!" seru Tami


" om belum lihat saja kalau tante inggrit yang terbaik,ayo tan dimakan dulu bubur nya,Tami suapi" ucap Tami mengangkat satu mangkok bubur yang masih utuh di meja sebelah Ranjang

__ADS_1


" aaaa...." ucap Tami mengarah sendok ke dalam mulut mama Rangga


" kan pinter...." puji Tami melihat Mama Rangga menghabiskan separuh bubur nya


" sudah sayang" tolak Mama Rangga karena merasa kenyang


" lanjut obat nya ya tan,Tami suapi lagi" ucap Tami mengambil air hangat dan memberikan beberapa obat satu persatu kedalam mulut Tante inggrit


semua obat di minum oleh perempuan hampir setengah abad tersebut


" wah...om bohong...ini semua nya habis di minum tante" ujar Tami


" masa' berarti dia mau nya di suapin kamu Tam,tadi om yang paksa dia tidak mau" sahut Papa Rangga


" cepat sembuh ya Tan,biar kita bisa nyalon bareng lagi"


" belum bisa ma, memang nya mama nggak mau sembuh saat hari pertunangan anak kita" ujar Papa Rangga membuat seketika seisi ruangan itu hening


" hmm....Tami ada kuliah pagi tan,,kalau Tami besok nggak sibuk,akan datang kesini lagi buat jenguk tante" ucap Tami pamit


" janji ya Tam,,tante nggak suka di tunggu dengan yang lain" sindir mama nya pada Rangga


" iya...Tami pergi dulu tan,,semoga besok tante sudah bisa pulang,Tami ingin tante sehat agar bisa cerita sesuatu" ucap Tami lalu pergi keluar dari ruangan Mama Rangga


Rangga berlari menyusul Tami

__ADS_1


" Tam..mau aku antar?" tawar Rangga


" tidak usah....aku bawa mobil" jawab Tami yang semalam memang mobilnya sudah di antar oleh Vino


" Tam,,aku lihat kamu semakin dekat dengan Vino,jangan jadi kan dia pelarian mu Tam" ucap Rangga membuat langkah kaki Tami terhenti


" aku bukan kau yang tega menjadi kan seseorang pelarian" tekan Tami


" Aku tak pernah menjadikan mu pelarian Tam,aku sudah membuka hati ku untuk mu,kalau soal Dinda pelan-pelan akan hilang dengan sendirinya"


" hilang dengan sendiri nya...!!! saat dia datang kau selalu menatap nya,saat di Bali kau selalu menemani nya,itu yang nama nya hilang dengan sendirinya,,itu bukan hilang tapi cinta lama belum kelar" ucap Tami menyindir


" itu permintaan Dinda Tam, permintaan terakhir kalinya,dia memang mengatakan kalau masih mencintai ku,tapi aku memilih mu Tam" ucap Rangga memegang tangan Tami


" tapi sayang nya aku bukan pilihan ngga,aku bukan perempuan yang mampu melihat kekasih ku berjalan dengan perempuan lain,aku bukan perempuan yang bisa melihat kekasih ku bermesraan dengan yang lain"


" kami tidak bermesraan hanya sekedar jalan dan menemaninya" sanggah Rangga


" sudah lah,, keputusan ku sudah bulat kita berpisah tidak ada yang perlu di perpanjang lagi ngga,aku dan Vino akan menikah" tekan Tami


" bagaiman bisa kamu memutuskan menikah sementara hubungan kita belum jelas"


" sudah jelas,bahkan sangat jelas kita tak punya hubungan apa pun lagi,untuk mama mu kau tenang saja,aku akan menjelaskan nya perlahan-lahan agar dia bisa menerima keputusan ku" ucap Tami lalu pergi meninggalkan Rangga yang mematung kesal


" Tam... sebegitu menyakitkan nya bagi mu,sehingga tidak ada lagi kesempatan kedua untuk ku" gumam Rangga

__ADS_1


Rangga membalikkan tubuh nya dan menabrak seorang wanita


" brug...."


__ADS_2