
seminggu pun berlalu,malam ini keluarga Adtmaja kedatangan keluarga Arkan,malam ini adalah hari penentuan tanggal pernikahan Arkan dan Naura...
" silahkan masuk pak,buk" ucap Arini sopan
setelah anggota keluarga duduk di ruang tamu,pak Surya menyampaikan maksudnya
" jadi bagaimana pak Bagas,apakah lamaran kami di terima?" tanya Paka Surya ayah Arkan
" Alhamdulillah pak di terima seperti yang sudah di katakan anak saya tempo hari saat Arkan melamarnya di kafe" jawab Bagas mantap
" untuk itu kita harus menetapkan tanggal pernikahan mereka agar terhindar dari fitnah,bukan kah lebih cepat lebih baik, maklumlah anak sekarang terkadang tidak bisa mengontrol diri saat berduaan,bukan kah kita sama-sama pernah merasakan masa muda pak" kekeh pak Surya membuat Arkan dan Naura menunduk malu
mereka merasa walaupun pacaran secara sehat tetapi tidak di pungkiri nya terkadang berciuman dan berpelukan sering mereka lakukan..
" ya pak saya rasa juga begitu,kami siap kapan pun Keluarga bapak siap" ucap Bagas
" kalau begitu satu bulan apa kah cukup untuk mempersiapkan semua nya?" tanya pak Surya
" bagaimana bun? bisa?" tanya Bagas menatap Arini
" bisa lah itu Rin,dulu saja kalian menikah hanya dua minggu dari lamaran" jawab Oma
" iya pak,buk.. inssallah bisa,asalkan dari mereka berdua siap,kita hanya pelengkap saja yang akan memulai semuanya mereka" jawab Arini
__ADS_1
" kamu bagaimana ra,apa sudah siap menjadi istri?" kali ini Rindu yang buka suara
" iya tan,, inssallah siap" jawab Naura tertunduk
" Alhamdulillah..... berarti fix ya pak anak kita menikah bulan depan,setelah menikah tanggung jawab Naura akan di gantikan oleh Arkan,dari mulai biaya hidup sampai biaya kuliah Arkan yang akan menanggung nya." jelas Pak Surya
" baiklah saya hargai keinginan Arkan untuk menanggung hidup Naura tetapi jangan pernah melarang Naura menerima setiap pemberian saya" ucap Pak Bagas
" ya pih,Naura masih bisa menerima apa pun dari keluarga nya,tidak akan pernah saya batasi tetapi setelah menikah biarkan kami menentukan ingin tinggal di mana" ujar Arkan buka suara
" itu sesuai kesepakatan kalian,kami selaku orang tua tetap akan menerima kalian kapan pun ingin pulang" ucap Oma
setelah selesai semua perundingan acara pernikahan keluarga Arkan pamit pulang
" Ra...kamu beruntung Lo dapat Arkan,dia itu anak tunggal,harta mama dan papa nya lumayan banyak" ucap Rindu saat mereka sudah di ruang keluarga
" bukan begitu sayang,,maksud tante kamu nggak bakal terlantar apalagi Arkan orang nya penyayang" bantah Rindu dengan pemikiran Naura
" kalau untuk harta Naura nggak akan kekurangan Rin,mas sudah memisahkan bagian nya dan bagian Daffa,yang terpenting Arkan tidak main kasar apalagi sampai main Fisik pada Naura,mas tidak akan tinggal diam" jawab Bagas yang sedang main bersama Daffa
" jadi bagian aku apa aja pi?" tanya Naura penasaran
" ada,,semua nya akan papi berikan saat kamu sudah menikah,,kamu tidak perlu khawatir meskipun kamu menikah kamu tetap dalam pengawasan papi,tidak akan ada yang boleh menyakiti keluarga ku" jawab Bagas
__ADS_1
" kamu harus bersyukur ra mempunyai papi seperti Mas Bagas,ibu sambung seperti Arini,jadi nggak usah berpikiran macam-macam " Tukas Rindu
" iya tan,aku menyayangi kalian semua" ucap Naura
****
Arini membaringkan badan nya di ranjang,sembari memikirkan hidupnya yang sangat beruntung
" kenapa yank?" tanya Bagas melihat Arini memikirkan sesuatu
Arini menggelengkan kepala " rasanya aku seperti mimpi pih bertemu dengan mu" ucap Arini pelan
" kenapa?" Bagas ikut bergabung di ranjang
" bertemu lelaki yang sangat penyayang dan penyabar,kamu bukan hanya sosok suami bagi ku tetapi bisa menjadi sahabat bisa menjadi ayah untuk ku" ungkap Arini dengan mata berkaca-kaca
" sayang...jangan bersedih aku merasa gagal menjadi suami kalau kau mengeluarkan air mata,," Bagas menangkup kedua tangannya pada pipi Arini
" kau tidak pernah gagal pih,justru kau yang selalu berhasil menenangkan ku"
" aku yang sangat beruntung di sini memiliki istri muda seperti mu tetapi bisa masuk ke dalam dunia ku,semoga kita bisa selama nya bersama,jika aku yang pergi duluan dari dunia ini hanya satu yang aku pinta padamu,jangan pernah putus untuk mendo'a kan ku walaupun dunia kita berbeda" Bagas mencium kening Arini lama
"I love you my husband" Arini memeluk tubuh Bagas Erat
__ADS_1
" I Love you to my wife" Bagas membalas pelukan Arini
" inssallah do'a ku tidak akan putus untuk mu,aku yakin tuhan akan selalu menjaga mu untuk ku" Arini memejamkan mata nya berusaha menikmati Aroma tubuh Bagas yang sangat menenangkan untuk nya...