
maaf kesibukan author di dunia asli sedang banyak-banyak nya, maklum mau lebaran,jadi Author sedang jualan mengais rezeky...wkwkkw
jadi harap di maklumi ya,tetapi masih di sempat kan untuk up,yang penasaran sabar ya,,kita akan selesaikan konflik nya...
****
Naura terlihat kesal sekali setelah kepergian Arkan,,,ada rasa ingin memberitahu tentang keadaan dirinya saat ini,tetapi rasa kesalnya mengingat pengkhianatan Arkan membuatnya mengurungkan niat nya,,,
" maafkan mama sayang,mulai saat ini kita harus terbiasa hidup berdua" ujar Naura mengusap perut nya yang masih rata
****
pagi ini Arkan bangun dengan mata yang seperti panda,karena dari semalam memikirkan Naura
" nggak ke kantor kan?" tanya Arini yang sedang mengambilkan sarapan untuk Bagas
" nggak bun hari ini aku ingin menyelesaikan masalah ku dengan Naura,agar tidak berlarut-larut"
" kamu sudah tau letak kesalahan mu?" tanya Bagas
" iya pih,tetapi aku bingung di mana Naura mengetahui nya" ujar Arkan
__ADS_1
" jadi kamu benar-benar selingkuh???" Bagas menghentikan menyuap nasi goreng nya
" bukan.....bukan pih" jawab Arkan cepat
" lalu???"
" Naura hanya salah paham"
" cepat selesai kan masalah salahpaham kalian kalau tidak mau hal fatal terjadi" ujar Arini yang sedang membuatkan susu hamil Naura dan sarapannya
" untuk siapa Bun?" tanya Arkan
" untuk Naura"
" maka nya selesai kan masalahmu agar tau kondisi Naura saat ini"
" Naura sakit bun???" tanya Arkan lagi
" ya...sakit hati"jawab Arini singkat
" bun,,biar aku saja yang keatas memberikan pada Naura?" pinta Arkan
__ADS_1
" habis kan saja makanan mu,kalian berdebat butuh tenaga, jadi isi dulu sampai penuh" ucap Arini segera membawa makanan Naura ke atas...
" oma mana pih, tidak kelihatan?" tanya Arkan
" semalam kerumah Rindu,Syifa sedang sakit,jika ada oma kau akan bertambah sulit karena dia paling tidak bisa melihat Naura bersedih bisa-bisa kau tidak akan dapat bertemu dengan Naura karena sudah membuat cucu kesayangan nya menangis" jelas Bagas
" papi tidak ingin terlalu ikut campur masalah rumah tangga kalian,tetapi papi saran kan kalian harus saling terbuka,semua masalah pasti ada jalan keluarnya,asalkan adanya kejujuran dalam rumah tangga"
" iya pih...maafkan aku,aku hanya ingin menjaga perasaan Naura agar tidak terluka"jelas Arkan
" tetapi malah makin terluka karena dia tau sendiri, berulang kali papi katakan Naura anak yang manja dia dari kecil terbiasa hidup senang tanpa masalah jadi jika mendapatkan masalah dalam hidupnya dia akan lebih memilih lari dari masalah tersebut karena tidak akan mengerti untuk menyelesaikan nya,kamu yang merasa lebih dewasa dari nya bersikap lah terbuka,sudah pernah papi katakan jika bosan kembali kan dia pada ku tapi jangan menyakiti nya" terang Bagas panjang lebar..
Arkan berusaha menelan nasi goreng nya mendengar nasehat Bagas yang meski lembut cara penyampaian nya tetapi bermakna penegasan
disisi lain Arini sedang masuk ke kamar Naura
" ra..cuci muka dulu,ayo sarapan dan minum obat serta susu nya,agar kamu memiliki kekuatan untuk marah-marah " goda Arini
" apa dia masih ada sini bun?" tanya Naura
" masih.. tetapi jika kau tidak ingin menemui nya,aku tidak akan izin kan,ayo makan" ucap Arini menyodorkan segelas Air hangat agar Naura tidak merasa mual
__ADS_1
setelah mencuci muka Naura duduk di sofa untuk menyelesaikan sarapan nya...