
Pagi ini Arini disibukan dengan menyiapkan sarapan suaminya,Daffa saat ini sedang mandi bersama papi nya..
" bun...ini sudah ganteng dan wangi" Bagas memberikan Daffa pada Arini
" sarapan dulu pih" ucap Arini pada Bagas yang sudah rapi dengan Stelan jas nya
" siang nanti ke kantor ya bun temani aku siang ini" pinta Bagas
" iya...nanti Daffa aku tinggal sama Mama saja"
Arini mengantar kan suaminya sampai ke depan teras..
"papi kerja dulu ya sayang,jangan nakal sama Bunda dan oma ya" Bagas mencium gemas pipi putra nya ini,Daffa yang sudah mulai mengerti tertawa
" cari uang yang banyak pih,untuk kami habis kan" ucap Arini menirukan suara anak kecil
" iya sayang" Arini menyalami tangan Bagas dan Bagas mengecup singkat kening Arini
" da...da....papi" Arini mengangkat tangan Daffa
***
" Sial...kenapa sampai sekarang Naura tidak menemui ku" umpat Karin
" uang ku sudah tidak ada lagi,,yang aku jual pun sudah tidak ada,apa siang ini aku harus temui Mas Bagas,meminta dia untuk meminjam kan ku sedikit uang,sampai aku bisa meminta pada Arkan" pikir Karin
Karin memoles wajah nya dengan makeup siang ini dia ingin menemui Bagas ke kantor,,
Arini sudah menyelesaikan makan siangnya,dan menitipkan Daffa pada Oma
" ma...aku berangkat ya,,Asi Daffa sudah aku taruh di kulkas" pamit Arini memberikan Daffa pada Oma
Arini di antar oleh sopirnya,dia langsung naik keatas keruangan suaminya
" mbak,,suami saya ada?" tanya Arini seperti biasa
" ada bu,,tapi sedang ada tamu" jawab Anita sopan
" siapa?"
" itu bu....bu Karin" jawab Anita ragu
" sejak kapan dia didalam?"tanya Arini
" baru bu, sekitar lima menit yang lalu"
__ADS_1
" biarlah...tunggu dia selesai aku akan masuk" ujar Arini dia memberi jeda pada Karin,Arini ingin tau berapa lama dia ada di dalam sana
benar saja 5 menit kemudian terdengar Karin marah-marah keluar dari ruangan Bagas
dihempas nya pintu ruangan Bagas dan Arini sudah berdiri di depan nya...
" Bagaimana mbak Karin sudah selesai bermesraan dengan suami saya?" Sindir Arini saat Karin keluar dengan Wajah memerah menahan marah
" brengsek kalian semua, sekarang kamu boleh senang,tunggu saja saat nya tiba ini baru awal permainan gadis kecil,di akhir permainan aku yang akan memenangkan nya" Ucap Karin lantang
" waw...takut....coba saja mbak Karin kalau kamu memang kuat,tetapi aku saran kan jika tidak kuat jangan meminum racun tikus ya,takut nya nggak mempan dengan manusia seperti mu yang sudah terlalu kebal dengan apapun" ujar Arini sinis
" kita lihat saja,aku takutnya malah kamu yang tidak siap untuk menjadi gembel kembali gadis kecil" Balas Karin tak kalah sinis lalu berjalan meninggalkan kantor Bagas
" sial....sial.....kenapa Bagas sekarang susah sekali di dekati,dulu dia orang yang baik dan peduli terhadap penderitaan orang lain, Sekarang seakan susah sekali untuk di sentuh..." gerutu Karin saat di dalam taksi
" hanya Naura satu-satunya tempat ku mengadu,tetapi anak sialan itu susah sekali di hubungi,dia tidak peduli sama sekali dengan ku,kenapa aku bodoh sekali dulu meninggalkan Bagas hanya demi lelaki pemalas itu....apa lagi saat ini harta papa tak ada lagi,,,kalau tidak bergerak cepat aku bisa jadi gembel......" oceh Karin
Arini masuk kedalam ruangan Bagas
" sayang kapan datang?" tanya Bagas takut-takut Arini melihat Karin
" dari tadi" jawab Arini singkat
" kenapa tidak langsung masuk?" tanya Bagas heran
Bagas menautkan alisnya tidak mengerti maksud mengganggu yang di katakan istrinya ini..
"kamu melihat Karin?" tanya Bagas
" ya..bahkan bertemu dengan nya di luar"
" sayang..."
" sttt....makan dulu,sudah jam makan siang" Arini menghentikan ucapan Bagas dengan telunjuk yang di letakan di bibirnya sendiri
" yank...." panggil Bagas saat Arini menyiapkan makan nya
" makan dulu..." Arini menyodorkan piring yang sudah di isinya makanan untuk Bagas
dengan susah payah Bagas menelan makanan nya karena tatapan sinis dari Arini membuat selera makan nya hilang,sedangkan Arini berusaha mati-matian menahan tawanya melihat ekspresi ketakutan suaminya itu,padahal dia tau apa yang terjadi tetapi dia hanya ingin menjahili suaminya siang ini..
melihat Bagas yang susah payah menelan makanan nya Arini segera mengambil Alih
" aaaa....." ucap Arini menyuapi Bagas
__ADS_1
Bagas memang sulit untuk makan kalau sedang berdua dengan Arini tanpa di suap dari awal mereka pacaran sampai sekarang sudah memiliki Daffa saat berdua di kantor pasti Arini selalu menyuapi bayi besarnya ini karena itu salah satu bentuk rasa sayang nya pada Suami...
Bagas menghabiskan nasinya tanpa bersuara sedikitpun,tidak seperti biasanya mereka sering bersenda gurau,kali ini benar-benar hening...
" seperti di kuburan bun" ucap Bagas
" kuburan siapa?" jawab Arini ketus sambil membereskan makanan di atas meja
" kamu menyumpahi ku mati" lanjut Arini
" astagfirullah bun,jangan su'uzon dengan suami,mana bisa aku hidup tanpa mu" rayu Bagas
" ck....kalau tidak bisa hidup tanpa ku,selama ini kamu hidup di mana,planet??? atau di kutub...baru dua tahun ini kita bersama, jangan lebay" oceh Arini
" maksud ku sejak kita bersama aku tidak bisa hidup tanpa mu,jauh sedikit saja sudah rindu bun,apa lagi tidak bersama,mungkin mati rasa" Bagas menjatuhkan Kepala nya di pundak Arini
" gombalan mu receh,,aku bukan perempuan yang butuh gombalan,aku butuh kepastian"
" bukan nya sekarang kita sudah pasti,kamu perempuan satu-satunya yang ada di hati ku,dan kamu satu-satunya istri sah ku nyonya" Bagas mengecup leher Arini pelan
" jangan jadi vampir di sini pih,aku mau pulang,tidak lucu keluar dari ruangan mu darah ku sudah habis di hisap"
" hahaha.....itu tanda cinta sayang,bukan sekedar hisapan biasa"
" sudah...sudah...makin tua makin jadi,,,aku tunggu di rumah,jelaskan semua kejadian tadi" tegas Arini lalu hendak keluar dari ruangan Bagas
" kenapa mesti di rumah,, sekarang saja,aku tidak mau karena hal sepele ini Boy ku puasa malam nanti" ujar Bagas
" ada atau tidak nya masalah ini memang Boy mu harus puasa,,,jangan buat saja cepat,tetapi hasilnya tidak mau" gerutu Arini
" tunggu Daffa sudah bisa tidur sendiri kamar nya,baru kamu boleh lepas KB" jawab Bagas tegas tanpa penolakan
Arini mencebik mendengar ucapan suaminya
" sudah,,aku mau pulang dulu,aku tunggu di rumah" Arini segera beranjak keluar
" yank,,cium dulu" pinta Bagas
Arini mencium bibir Bagas sekilas
"lanjut malam nanti ya bun,,," rengek Bagas memegang tangan Arini erat
" lepas pih,,sudah sore..nanti Daffa mencari ku" alasan Arini
" jawab dulu" desak Bagas
__ADS_1
" lanjut malam ya bun....ya..." Rengek Bagas lagi
" ya...ya....." jawab Arini jengah lalu segera keluar untuk pulang...