Sahabatku Anak Ku

Sahabatku Anak Ku
pemikiran Arini


__ADS_3

hari ini up dua bab ya say...soalnya kesibukan di dunia nyata,persiapan lebaran....😀😀


buat para pembaca sekalian mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏🙏


semoga para pembaca sekalian di beri kesehatan dan rezeky yang lancar saat lebaran tahun ini,,,


****


Bagas dan Arkan pulang kerumah


" pih,,mau mandi dulu?" tanya Arini


" iya bun,gerah...." Bagas segera masuk kedalam kamar


" oma,,titip Daffa dulu ya, seperti nya mas Bagas sedang kesal" ucap Arini memberikan Daffa pada Oma dan menyusul Bagas

__ADS_1


Arini menyiapkan baju ganti Bagas,tak lama Bagas keluar dari kamar mandi


" pih,, bagaimana urusan nya?" tanya Arini


" kamu tau yank siapa yang menabrak Naura...!! ucap Bagas dan di balas gelengan Arini


" Sinta..."


" apa??kenapa perempuan itu lagi sih pih,nggak ada kapoknya dia menggangguku keluarga kita" kesal Arini


" di mana kamu mengasingkan orang tua nya pih?" tanya Arini


" di pedalaman,,,tapi aku masih berbaik hati tidak menghancurkan perusahaan nya,aku tidak mau menjadi dendam turunan yank,tapi kalau melihat cara nya begini,mau tak mau aku harus membuat perusahaan mereka bangkrut dan membeli nya,agar semua nya jadi gembel" ucap Bagas penuh emosi


" pih...jangan...aku takut nanti malah Daffa yang mendapat kan imbas nya,aku tidak mau keluarga kita jadi pembunuh"

__ADS_1


" aku tidak membunuh bun" kekeh Bagas


" itu sama saja membunuh pih,mata pencarian mereka kamu hilangkan dan membiarkan mereka Luntang lantung jadi gembel dan mati kelaparan, Ujung-ujungnya mereka dendam dan membalas pada keturunan kita,aku tidak ingin itu terjadi aku ingin hidup aman dan damai pih,apa lagi kita akan punya cucu...." jelas Arini


" tapi mereka duluan yang menggangu kita bun..!!" seru Bagas


" Allah itu tidak tidur pih,dia tau mana yang benar mana yang salah,kita punya dia...jadi lebih baik kita mengadu pada nya dari pada harus merepotkan tangan kita sendiri,berdamai lah dengan keadaan,biarkan polisi menghukum Sinta sebagai mana mestinya, Allah saja maha pengampun,kenapa kita manusia tidak....Sinta melakukan nya juga karena rasa cinta nya pada Arkan,coba kamu di posisi Sinta mungkin akan melakukan lebih" terang Arini lagi


" tidak akan ada satu orang pun yang mau kepunyaan nya di ganggu,hanya saja dulu Arkan salah cara memutuskan Sinta,dan Sinta juga di buta kan oleh perasaan nya sendiri,dia hanya belum siap kehilangan orang yang di cintai nya,saat ini yang kita lakukan menyadarkan nya pih,bukan membalas nya"


" sayang,,aku tidak mengerti pemikiran mu bisa seperti ini,aku saja yang sudah tua ini masih memiliki hasrat untuk balas dendam,tetapi kamu bisa memiliki hati besar untuk memaafkan,aku sangat mencintaimu yank,sangat....." bisik Bagas mencium pipi Arini


" aku juga....." balas Arini


"ayo kita keluar,saat ini kita harus memikirkan nasib Arya di rumah sakit,berikan dia pengobatan yang terbaik pih,karena sudah menyelamatkan anak dan cucu kita" ajak Arini menggenggam tangan Bagas

__ADS_1


" sejak kamu hadir di hidupku,aku semakin tenang,kamu bagaikan malaikat bagi keluarga ku, dengan usia mu yang muda kamu bisa memberikan aura positif....kamu bisa menjadi istri, sahabat,ibu dan menantu di yang baik,terkadang aku takut...takut..jika tuhan mencabut nyawaku cepat karena aku belum puas membahagiakan mu,tetapi kamu juga lega suatu saat jika tuhan mengambil ku duluan kamu aku meninggalkan harta dan keluarga ku pada perempuan yang tepat" batin Bagas sedikit menitikkan air mata haru


__ADS_2