
Setelah istirahat dan memulihkan stamina, mereka berenam melanjutkan perjalanan menuju ke ibu kota di dunia siluman.
Setelah melalui bukit yang berbatu, mereka berjalan melewati hutan.
Banyak siluman di sekitar tempat itu, namun siluman-siluman itu tak mengganggu mereka, karena mereka siluman yang sebelumnya menjadi korban siluman Dusame.
Malah para siluman itu membantu mereka memberi petunjuk jalan ke istana, karena Siluman Rajawali merasakan banyaknya perbedaan setelah dia tidak menjadi raja para siluman.
Setelah melewati rimbunnya pepohonan, mereka sampai di depan istana siluman yang menyeramkan namun terlihat megah.
Pada saat menginjakkan kaki di halaman istana siluman, tiba-tiba muncul ratusan bahkan ribuan ular yang mengepung mereka.
"U..ular...!!" seru Kirana dan Luna yang bersamaan.
"Apa bila dia menyerang kita..! kita lawan saja...!!" seru Ekin yang sudah bersiap dengan bola-bola cahayanya
Demikian juga dengan Aaron yang juga bersiap dengan bola-bola cahayanya.
Siluman Rajawali menggunakan jurus kepakan sayapnya dan siluman merak, istri siluman Rajawali menggunakan serangan bulu meraknya.
Sedangkan Kirana dan Luna bersiap dengan pedang masing-masing.
"Hiaaaatt...!!"
"Bouuumm..boouummmm...!!"
"Wuuusss.....wuussss...!!"
"Seeet....seeettt....!!
Melodi pertarungan itu terdengar riuh, dan banyak korban dari ribuan ular itu.
Tak berapa lama muncul beberapa ular kobra besar, yang menghampiri mereka.
Salah satu diantara ular itu berubah menjadi seorang wanita cantik, dialah ratu siluman kobra.
"Mau apa kalian mengusik ketenangan ku...!! Ohw .rupanya kamu siluman Rajawali dan siluman merak .!! apa kalian tidak terima dengan kekalahan kalian..!!" seru Siluman ular kobra itu dengan mendesis.
"Kami ingin mengambil kembali yang menjadi hak kami..! kaulah yang seharusnya pergi dari sini..!!" seru siluman Rajawali yang geram.
"Kurang ajar, Saudaraku...!serang mereka..!!" seru siluman ular kobra itu dengan tangan menunjuk ke arah Aaron dan yang lainnya.
Kirana dan Luna melawan ular-ular kecil yang jumlahnya tinggal puluhan dan yang lainnya melawan dua ekor ular kobra raksasa.
Kirana dan Luna berhasil membinasakan ular-ular kecil itu dan kini tinggal yang lainnya yang melawan siluman ular kobra raksasa itu.
Siluman ular kobra raksasa itu, selain mematuk juga menyemburkan bisa racun yang mematikan.
Dalam pertarungan itu, siluman rajawali dan siluman merak, di lumpuhkan oleh siluman ular kobra raksasa itu.
"Ekin, nampaknya kita harus melawan satu orang satu siluman!" kata Aaron yang kemudian mengeluarkan pedang cahaya.
"Pedang cahaya...!!"
Dan Ekin pun mengikutinya.
"Pedang cahaya...!!"
Keduanya loncat kesana kemari, bersalto dan bahkan melemparkan diri untuk menghindari Patukan serta semburan dari siluman ular kobra raksasa itu.
"Pedang cahaya biru....!!" seru Aaron.
__ADS_1
"Pedang cahaya kuning..!!" seru Ekin.
Keduanya menyerang secara bersamaan dengan cahaya pedang yang berkilauan.
"Hiaaat...!!"
"Seeet...! seeettt..,.!!"
Keduanya berhasil membabat siluman ular kobra raksasa itu menjadi tiga bagian.
"Kurang ajar..! kalian harus mati sekarang juga..!!" seru siluman ular kobra yang cantik itu.
"Coba saja..!!" seru Ekin yang mulai bersiap-siap untuk menghabisi siluman ular kobra cantik itu.
"Heeeh, rasakan ini!” seru siluman ular kobra yang cantik itu seraya, mengarahkan matanya yang memancarkan sinar warna merah itu menyerang Ekin dan Aaron.
Kedua pemuda itu mampu menghindarinya dengan melemparkan diri kesamping dan juga bersalto.
Dan tanpa di sadari Ekin, pancaran sinar merah di mata ratu siluman ular yang seperti sinar laser itu mengenainya.
"Aaargh...!!" Ekin yang mengerang kesakitan.
"Ekin.....!!" seru Luna.
"Aku tak apa-apa!" seru Ekin yang berusaha bangkit kembali dan ikut melawan ratu siluman ular itu.
Ratu siluman ular kobra ini sulit untuk di kalahkan.
Berkali-kali Aaron berusaha melawan dia, berkali-kali pula pancaran matanya hampir melukainya.
Tiba-tiba terdengar suara seruling yang menggema, dan tampak siluman kura-kura yang sedang meniup seruling.
Ratu siluman itu pun menari dengan gemulainya.
Ratu siluman itu malah semakin mengganas, dia menyemburkan racunnya ke sembarang arah.
Aaron dan Ekin mundur beberapa langkah guna melihat keadaan dan menghindari semburan racun dari siluman ular itu.
"Aaron, Ekin..gunakan bola-bola cahaya kalian secara bersamaan!" seru Kirana yang terus memantau pertempuran itu.
"Benar...ayo kita lakukan!" seru Aaron seraya melihat ke arah Ekin.
Dan Ekin pun mengangguk." Ya"
Mereka berdua bersamaan melawan ratu siluman ular itu secara bersamaan.
"Bouuumm..."
"Bouuumm..."
"Bouuumm..."
"Bouuumm..."
Serangan bola-bola cahaya biru dan kuning bergantian menyerang ratu siluman ular kobra.
"Aaaghh...!!!"
Ratu siluman ular kobra itu terpental dan tersungkur.
Keluarlah darah segar dari mulut ratu siluman ular kobra itu.
__ADS_1
Kembali siluman kura-kura meniup serulingnya dan ratu siluman ular kobra itu menari walau dengan rintihan sakitnya.
"Hentikan seruling itu...!" seru ratu siluman ular kobra itu seraya menutup telinganya.
"Hentikan..! tidak akan sebelum kamu menyerah...!!" seru Ekin yang terus mengawasi keadaan.
"Kalian mau apa...!!" seru Ratu siluman itu yang terus menari.
"Berikan mustika siluman ularmu pada kami...!!" seru Aaron lantang.
"A...apa...! tidak mungkin..!!" seru ratu siluman ular kobra itu.
"Kenapa tidak mungkin?" tanya Ekin yang geram.
"Dengan mustika itu, aku bisa menjadi ratu, kalian memaksaku turun tahta!" seru ratu siluman ular kobra itu.
"Itu lebih baik, dari pada kau kmi bunuh!" ucap Luna dengan geramnya.
"Ba..baiklah..!!" ucap ratu siluman ular itu dengan terpaksa dia mengeluarkan mustika siluman ularnya.
Aaron pun mengambilnya dengan hati-hati, dan kemudian kembali ke tempatnya semula.
Tanpa di duga sebelumnya, siluman kura-kura yang menaruh dendam pada ratu siluman ular itu meraih pedang cahaya milik Ekin dan berkali-kali membekas kan goresan di leher dan lengan ratu siluman kobra itu.
Dan pada akhirnya, siluman kura-kura itu menghunuskan pedang cahaya yang ada di genggamannya itu ke ulu hati ratu siluman ular kobra itu.
"Seeett....sreeeettt....aaghh...!!"
Ratu siluman ular kobra itu mengerang kesakitan.
"Kau..curang tua Bangka, dasar siluman kura-kura!" racau ratu siluman ular kobra itu dengan diiringi rintihan.
"Itu untuk nyawa istriku yang kau bunuh...dan ini karena kau membuat anakku tak berbakti lagi padaku...!!" seru siluman kura-kura yang susah di liputi amarah dan dendam, kembali menghunuskan pedang cahaya milik Ekin ke jantung ratu siluman ular kobra itu.
"Aaargghhhh.....!!"
Ratu siluman ular kobra itu menghembuskan nafas terakhirnya.
Dan muncullah mutiara siluman yang berwarna hitam dan mengkilat dari tubuh ratu siluman ular kobra itu.
Ekin...ambil mutiara siluman itu...!" seru siluman kura-kura.
Ekin pun mengambil mutiara siluman berwarna hitam itu dan kemudian menyimpannya.
"Fyuh...akhirnya beres juga..!!" ucap Luna lega.
...~¥~...
Kenapa ide cerita datangnya menjelang subuh sih..🤔😱😱
Tak terasa sudah episode ke 100.
...💗💗💗💗💗...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasih...
...Bersambung...