
"Ovinnix!" seru Caty yang kemudian dia bangkit karena sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya.
"Nah Caty, kamu bisa menyimpulkannya sendiri. Kalau kamu mencintai seseorang, perjuangkanlah cinta kamu itu. Karena kalian sebenarnya saling ada rasa." ucap Ratu Flower dan Caty mengerti apa yang dimaksud oleh Ratu Flower.
"Ovinnix, rupanya kamu mau mengganggu kehidupanku, dan ternyata aku salah menilai kak Kairo, kak Kairo ternyata menyukaiku!" ucap dalam hati Caty yang saat ini mengetahui kebenarannya.
"Caty, lawan kesedihanmu. Dan lawan penyihir Kadabra dari dalam dirimu!" seru Ratu Flower yang kembali bertelepati pada Caty.
Paham apa yang dikatakan oleh Ratu Flower, Caty berusaha bangkit dari keterpurukan dan kesedihannya.
Dengan perlahan keluarlah cahaya putih dari dalam tubuh Caty dan perlahan-lahan melawan cahaya merah itu.
"Aaaghh..! gadis sialan, jangan kau dengarkan omongan ratu itu!" seru penyihir Kadabra pada saat Caty melawannya dari dalam tubuhnya.
Sementara itu Kiaro merasa kecewa ternyata dirinya telah di perdayai oleh Ovinnix.
"Kau rupanya telah menipuku!" seru Kiaro pada Ovinnix.
"Iya, karena aku tak mau Caty bahagia dan Caty harus kembali ke dunia kucing.!" seru Ovinnix yang kesal karena rencananya telah gagal.
Tanpa diduga, aura merah yang menyelimuti Caty yang mulai melemah itu, berpindah ke tubuh Ovinnix.
Dan aura itu kembali membesar dan lebih kuat dari pada saat berada di tubuh Caty.
"Ha...ha...ha...! kalian bisa mengusirku dari tubuh kucing tiga warna itu, tapi kalian pasti tak bisa mengeluarkanki dari tubuh kucing buluk ini!" seru penyihir Kadabra dengan riangnya karena telah menerima tubuh yang baru.
Sementara itu Caty setelah aura merah penyihir Kadabra berpindah ke tubuh Ovinnix, mendadak tubuh mungil kucing tiga warna itu mendadak ambruk tak sadarkan diri.
"Caty..!" seru Kiaro dan Dicky bersamaan yang berlari menghampiri tubuh Caty.
Sementara itu Kirana, Tony dan Ratu flower masih bersiaga berjaga kemungkinan jika penyihir Kadabra, dengan menggunakan tubuh barunya akan kembali menyerang mereka.
"Sangat berbahaya sekali kalau dia sampai lolos! Kucing itu punya jurus merubah diri!" seru Ratu Flower yang mulai waspada.
"Walaupun kucing buluk itu punya salah sama Caty, tapi dia masih labil. Dia hanya terbawa emosinya saja!" pendapat Kirana.
"Benar, tinggal kita bagaimana menghadapinya. Kita tak tahu seperti apa dia, apa yang membuatnya bersedih dan dendam sampai detik ini." pendapat Ratu Flower.
"Iya benar ratu! mungki Caty bIsa jelaskan tentang Ovinnix ini, tapi sayangnya Caty pingsan. Jadi bagaimana cara kita membujuknya" ucap Tony yang juga khawatir.
"Untuk sementara kita lawan dia saja dulu!" seru Kirana yang kembali bersiap menangkis serangan pancaran sinar mata Ovinnix.
"Sriiit....!"
"Ting...!"
"Sriiit....!"
"Ting...!"
"Sriiit....!"
"Ting...!"
Kirana terus menahan setiap serangan dari Ovinnix.
"Aku bantu Kirana yang mulia Ratu!" seru Tony yang sudah bersiap dengan jurus bola-bola cahaya-nya untuk menyerang Penyihir Kadabra.
__ADS_1
"Boumm...!"
"Boumm...!"
"Boumm...!"
"Boumm...!"
Penyihir itu terdesak mundur beberapa langkah.
"Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan, aku akan coba memisahkan tubuh Ovinnix dangan roh penyihir Kadabra dengan mantraku!" kata Ratu Flower.
"Baik yang mulia dan aku siap melawan roh penyihir Kadabra, sementara Kirana kamu yang mengurus Ovinnix!" seru Tony dan Kirana mengerti apa maksud dari Tony.
Ratu Flower meniupkan bubuk bunga dari telapak tangannya, dan seketika itu juga roh penyihir Kadabra terpisah dari tubuh Ovinnix.
Dan Tony tak menyia-nyiakan kesempatan itu, dia terus menggempur penyihir Kadabra dengan bola-bola cahayanya.
"Boumm...!"
"Boumm...!"
"Boumm...!"
"Boumm...!"
"Aaaghh...!"
"Tony, gunakan jurus bola cahaya besar kamu, dan aku akan serang dia dengan serbuk mantra bungaku. Kita serang bersamaan!" perintah Ratu Flower dan Tony mengikuti perintah tersebut.
Dikeluarkannya jurus bola cahaya besar oleh Tony dan Ratu Flower mengeluarkan serbuk bunga yang sudah di manterainya.
Tiga jurus itu menyatu dan membuat sebuah ledakan yang dahsyat.
"Boummm...!"
Ketiganya terpental beberapa meter saling berjauhan, dan Ratu Flower segera menguasai dirinya.
Ratu Flower melesat kearah penyihir Kadabra dengan cepat dan Tony pun menyusulnya dengan cepat dengan membuat serangan jurus bola cahaya yang lebih besar dan kekuatannya yang lebih kuat lagi.
Sementara penyihir Kadabra juga sudah bangkit dari jatuhnya. Namun ketika hendak kembali menyerang, dia menerima serangan bertubi-tubi dari Ratu flower dan juga Tony.
"Boumm...!"
"Boumm...!"
"Aaaghh...!'
"Boumm...!"
"Boumm...!"
"Aaaghh...!''
Serangan itu tepat mengenai penyihir Kadabra dan penyihir itu perlahan musnah, dan Ratu flower menyebarkan serbuk bunga bermantera, bertujuan agar penyihir Kadabra benar-benar musnahbdan tak lagi muncul ke bumi dan mengganggu makhluk lainnya.
"Akhirnya urusan penyihir Kadabra sudah selesai juga!" kata Ratu Flower yang begitu lega,demikian pula dengan Tony.
__ADS_1
Sementara itu Kirana sedang mengejar Ovinnix yang telah menjadi kucing buluk itu sampai ke tepi jalan raya.
"Ovinnix tunggu..!" seru Kirana yang terus berlari.
Kucing itu tak menghiraukan seruan Kirana, dia terus berlari dan menyebrang jalan raya.
Dan kejadian yang tak diinginkan pun terjadi,
"Brakkk...!"
"Ngeong..!"
Tubuh kecil Ovinnix tertabrak sebuah mobil mewah dan mobil itu berhenti.
"Ovinnix..!" seru Kirana yang kemudian menghampiri tubuh kucing Ovinnix.
"Maaf Sis, apa ini kucing anda?" tanya seorang laki-laki yang turun dari mobil yang menabrak Ovinnix itu dengan membawa peralatan medis P3K dari dalam mobilnya.
"Bukan, tapi aku mengenalnya" jawab Kirana.
Dengan cekatan laki-laki itu mengobati Ovinnix.
Ovinnix sangatlah terkejut, pada saat melihat siapa yang mengobatinya.
"Yi..Yibo!" panggil Ovinnix yang membuat Laki-laki itu yang ternyata Yibo, laki-laki yang menolongnya menuju ke kota Ghuangzhou.
Dan kemudian Ovinnix tak sadarkan diri.
Mendengar namanya disebut dan itu oleh seekor kucing, membuat Yibo sangatlah terkejut.
"A..apa? kucing ini bisa bicara?" tanya Yibo yang penasaran sekaligus takut itu.
"Tuan-tuan jangan kaget ya, akan hal yang seharusnya tak mungkin jadi mungkin. Kucing ini memang bisa bicara dan katena itulah saya mengejarnya." ucap Kirana yang membopong Ovinnix yang selesai diobatinya.
"Tapi aneh jika kucing ini bisa bicara!" ucap Yipo, tiba-tiba ada serbuk bunga yang lembut tertiup ke wajah Yibo.
Sedetik kemudian Yibo jatuh di tepi jalan dan tak sadarkan diri.
"Ratu Flower, apa yang anda lakukan?" tanya Kirana yang penasaran.
"Aku hanya membuatnya menghilangkan kenangan kucing bisa bicaranya!" jawab Ratu Flower seraya mengulas senyumnya.
Kirana mengerti maksud ratu Flower dan menganggukkan kepalanya dan membalas senyuman ratu Flower.
Kemudian mereka meninggalkan Yibo yang tak sadarkan diri itu, bergabung lagi dengan Tony, Kiaro, Dicky dan juga Caty.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
__ADS_1
...BERSAMBUNG...