Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Part 10 : Perjalanan ke Istana Blue Minch


__ADS_3

Keduanya menyelam melewati goa-goa kau dan trumbu karang yang mengarah ke istana Blue Minch.


"Kamu sudah hafal ya jalan ini?" tanya Wallache yang melihat Adelia mendahuluinya.


"Ini kedua kalinya aku melewati tempat ini calon suamiku!" jawab Adelia sembari tersenyum.


"Oiya, kalian sebelum menyelamatkanku, menyelamatkan kedua orang tuaku terlebih dahulu ya!" ucap Wallache yang mengulas senyumnya.


"Nah, baru ingat ya! he..he..!" goda Adelia dan mereka terus menyelam menyusuri jalan goa rahasia itu.


"Bisakah kamu ceritakan kejadian saat kalian menyelamatkan kedua orang tuaku?" tanya Wallache yang penasaran.


"Baiklah begini ceritanya...!" jawab Adelia sembari membayangkan kejadian tempo hari pada saat perjalanannya ke kerajaan Blue Minch bersama Kirana, Ruby dan Asia.


🗓️Flashback on


Pada saat itu, Adelia, Kirana, Ruby sudah berubah wujud menjadi putri duyung yang ada dibalik karang di teluk Athemoissa.


"Bibi Kirana dan bibi Tante adelia, tas dan ponsel kalian sebaiknya disimpan di cincin bermata biru punya aku ini!" usul Ruby seraya menunjukkan cincinnya, Adelia dan Kirana setuju.


Keduanya menyerahkan tas mereka dan Ruby setelah menerimanya kemudian memasukkannya dalam cincin bermata birunya.


"Nah sekarang ayo kita berangkat ke kerajaan Blue Minch, kita bebaskan kedua orang tua Asia, setelah itu kita bebaskan kakak Asia." Usul Kirana dan semuanya setuju.


"Segera telan mutiara Air mata duyung ini dan sisanya kalian simpan" ucap Asia yang kemudian membagikan mutiara air mata durung itu.


Kirana, Ruby dan Adelia menelan mutiara air mata duyung itu dan sebagian disimpan oleh Ruby di cincin penyimpanan bermata biru milik Ruby.


Setelah itu mereka kemudian berenang dan menyelam ke dalam laut, dan Asia menunjukkan jalan rahasia menuju ke kerajaannya yaitu Blue Minch.


Sepanjang perjalanan, Adelia, Kirana dan Ruby memang merasakan keanehan pada diri mereka yang bisa bernafas di dalam air.


Mereka melewati beberapa karang laut dan terdapat sebuah goa laut yang merupakan jalan rahasia menuju ke istana Blue Minch.


"Selama ini aku tinggal di sini, dan pasukan dari kerajaan Hibrida luar tidak tahu adanya jalan rahasia ini." jelas Asia yang didengarkan oleh ketiga duyung baru yang mengikutinya.


"Kira-kira jumlah mereka ada berapa?" tanya Adelia yang penasaran.


"Ada sekitar lima puluhan duyung dari Hibrida luar." jawab Asia seraya terus menyelam.


"Apa mereka kebanyakan menggunakan senjata?" tanya Ruby yang juga ingin tahu seberapa besar kekuatan lawannya.


"Mereka menggunakan tombak dan trisula" jawab Asia.


"Jadi kita bagi dua kelompok, Asia dan Adelia kalian bertugas bebaskan Raja dan Ratu Blue Minch. Sedangkan aku dan Ruby akan mengalihkan perhatian mereka agar kalian bisa masuk ke dalam istana dan membebaskan Raja dan Ratu Blue Minch." usul Kirana.


"Iya kak, aku setuju! bagaimana dengan yang lainnya?" tanya Adelia yang berhantu dan menatap satu persatu perempuan berwujud duyung itu.


"Ya, kami setuju!" ucap Ruby dan Asia


secara bersamaan.


Dan semuanya mantap dan bersedia mengambil resiko apa pun yang akan terjadi nantinya.


Pada saat keluar dari jalan rahasia, dengan mengendap-endap diantara bebatuan karang mereka perempat melihat beberapa pasukan Hibrida luar sedang bermain bola laut.



"Asia dan Adelia, bersiaplah untuk menyusup. Aku dan Ruby akan mencoba mengalihkan perhatian mereka!" bisik Kirana.

__ADS_1


"Baik!" saut Asia dan Adelia seraya menganggukkan kepalanya masing-masing.


"Ruby, ayo kita maju!" ajak Kirana dengan semangat.


Demikian dengan Ruby uang juga bersemangat.


"Maaf permisi, bolehkah kita ikut main?" ucap tanya Kirana pada saat dia dan Ruby sudah berada diantara para pasukan Hibrida luar itu.


"Para duyung! Berani benar nyali kalian!" seru Pasukan Kerajaan Hibrida luar itu yang dengan segera mengepung Kirana dan Ruby.


Kirana dan Ruby saling memunggung dan bersiap untuk menangkis dan melawan serangan dari pasukan Hibrida luar.


Semuanya mengambang di air dan mulai menstabilkan diri menjaga keseimbangan di dalam air, dan untunglah arus bawah laut tidak terlalu kencang seperti arus di atas permukaan laut.


Kirana segera mengeluarkan pedang awan dan Ruby mengeluarkan tali Cahaya, karena peraturan kerajaan jika anggota kerajaan akan diberikan senjata pedang jika sudah menginjak usia dua puluh tahun. sedangkan usia Ruby masih tujuh belas tahun.


"Pedang Awan!" seru Kirana dan pedang Awan keluar dari dalam tubuhnya.


Dengan sigap Kirana menyerang pasukan Hibrida Luar yang menggunakan trisula itu.


"Hop hiaaat..!"


"Trang...! Trang...! Trang...!"


"Aaaughh...!"


"Trang...! Trang...! Trang...!"


"Sreet..aaagh...!"


Dan terus menerus Kirana menyerang tanpa memberi celah untuk beristirahat bagi lawannya dan satu persatu lawannya tumbang.


"Tali cahaya!' seru Ruby yang terus menyerang dengan menjadikan tali cahaya sebagai cambuk dan juga sebagai pengikat dari beberapa pasukan menjadi satu.


Sementara itu diam Asia dan Adelia menyusup masuk ke istana kerajaan Blue Minch.


Karena kerajaan Blue Minch adalah rumahnya, Asia mengajak Adelia langsung menuju ke tempat tahanan, di mana ayah dan bundanya ditahan.


"Ayo kak Adelia, kita ke arah sana!" seru Asia seraya menujuk ke arah lorong menuju ke ruang tahanan.


Tiba-tiba di pertengahan jalan, mereka berpapasan dengan dua pasang pimpinan dari pasukan Hibrida Luar.


Asia dan Adelia hendak berbalik, namun tiba-tiba dua duyung Hibrida luar itu berseru padanya.


"Tunggu!" seru salah satu dari sepasang itu.


"Hei, kau putri Federin dan Ariel bukan?" tanya yang lainnya.


"Creepy dan Merfolk!" seru Asia saat melihat dua orang yang ada dihadapannya.



"Rupanya kamu mau bergabung dengan kedua orang tua kamu ya!" seru Creepy duyung Hibrida Luar perempuan.


"Ha..ha..! ayo sini menyerah saja! kami tifak akan menyakiti kalian!" seru Merfolk.


"Menyerah pada kalian! tidak akan kami lakukan!" seru Adelia yang kini kedua telapak tangannya sudah bercahaya dan bersiap untuk menyerang mereka.


"Besar juga nyali kalian!" seru Creeepy yang bersiap dengan trisulanya.

__ADS_1


"Asia kau hadapi Creepy dan aku akan hadapi Merfolk!" seru Adelia yang sudah bersiap dengan serangan-serangan sihirnya dengan sedikit lantunan lagu yang cadas.


Dan di setiap hentakan-hentakan nada lagu, Adelia menyerang dan menangkis serangan dari Merfolk.


Sedangkan Asia juga mengeluarkan trisulanya.


"Trang...! Trang...! Trang...!"


Bunyi nyaring logam yang bersentuhan begitu dahsyatnya.


Pada awalnya Adelia dan Asia tersudut, namun lama-kelamaan mereka mengetahui kelemahan lawan mereka masing-masing


Merfolk terluka dalam cukup parah, sedangkan Creepy terkena tusukan dari trisula Asia.


"Aaaaghh...!"


"Asia, biar aku yang membereskan mereka!" seru Adelia yang sudah menangkupkan telapak tangannya dan membuat sebuah cahaya kuning kemerah-merehan dan semakin lama semakin besar dan mendorongnya ke arah Creepy dan Merfolk secara bersamaan.


"Buuumm...!"


Kedua tubuh itu hancur berkeping-keping dengan membawa bau yang anyir.


"Ayo kita ke ruang tahanan!" seru Asia yang kemudian menarik Adelia yang masih terkesima dengan jurus uang dia gunakan tadi.


Keduanya terus melesat menuju ke ruang tahanan.


Tak berapa lama mereka telah sampai di tempat tahanan itu.


Terlihat kedua orang tua Asia berada diantara pasukan Blue Minc yang menentang Creepy dan Merfolk.


Kedua orang tua Asia tahanan mereka terpisah sehingga keduanya tersiksa karena saling merindukan dan mengkhawatirkan.


"Asia, biar aku yang yang akan menghancurkan gembok-gembok yang menahan mereka!" seru Adelia .


"Prakkk...!"


"Prakkk...!"


"Prakkk...!"


Beberapa jumlah gembok telah dihancurkan oleh Adelia.


Setelah selesai, Asia bergegas mendatangi sel tahanan ayahandanya.


"Ayah...! ayahanda...!" panggil Asia yang bersemangat.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla...


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...


...Terima Kasih...


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2