Si Oyen Pacarku Bukan Manusia

Si Oyen Pacarku Bukan Manusia
Si Caty My Secret Girl (Berjumpa dengan Asia)


__ADS_3

Dan mereka tetap memperhatikan Para Siren itu dengan seksama, hingga para Siren itu selesai bernyanyi.


Setelah selesai bernyanyi, para Siren itu kembali ke lautan lepas dengan berenang dan menyelam seperti yang biasa mereka lakukan.


"Eh, mereka sudah pergi!'' seru Ruby yang melepaskan lilin lunak yang dia pasang di telinganya.


"Benar mereka sudah pergi!" balas Adelia yang kemudian mencolek Kirana yang masih asyik dengan earphonenya.


Kirana tersentak dan kemudian melepaskan earphone ponselnya dari telinganya.


"Ada apa?" tanya Kirana yang menyimpan kembali ponselnya dalam tasnya.


"Para Siren sudah pergi!" jawab Adelia seraya menunjuk ke pantai yang kini telah sepi dari para Siren.


"Akhirnya mereka pergi juga" ucap Kirana yang kemudian bangkit dari duduknya.


"Lapar nih! cari makanan yuk!" seru Adelia yang hendak melangkahkan kaki menuju pantai.


"Kamu mau ke mana bibi Adel?" tanya Ruby yang penasaran.


"Cari makan, ya cari ikanlah!" seru Adelia seraya menatap ke arah Ruby


"Jangan, jangan cari ikan!" seru Ruby yang menahan langkah Adelia.


"Memangnya kenapa?" tanya Kirana yang juga menghampiri Ruby dan Adelia.


"Jika kita mengambil biota laut di sekitar tempat ini akan memicu kemarahan Siren dan Penghuni pantai lainya!" seru Ruby yang mengajak Adelia dan Kirana kembali ke tempat semula.


"Apa di cincin kamu masih ada makanan, Ruby?" tanya Kirana yang melihat ke arah Cincin Ruby.


"Ada, tapi hanya buah-buahan!"jawab Ruby saat langkah mereka telah sampai di goa batu tempat bersembunyi tadi.


Ruby kemudian mengeluarkan buah-buahan dari dalam cincin bermata birunya itu.


Pisang, manggis, buah naga telah dikeluarkan oleh Ruby dari dalam cincinnya.


"Selamat makan!"seru Ruby setelah semua buah-buahan telah dia keluarkan.


"Ayo, kita makan seadanya, yang penting perut kita terisi dan makanan diterima dengan baik di perut kita!" ucap Kirana seraya mengulas senyumnya.


"Iya, ayo kita makan!" ajak Adelia dan mereka bertiga makan buah untuk makan sore mereka.

__ADS_1


Bulan yang saat ini berbentuk bulat sudah hampir meninggi, dan sinarnya menyinari perlukaan bumi disaat malam yang gelap gulita.


Tak berapa lama terdengar nyanyian yang menyayat hati, nyanyian yang ada dalam mimpi Kirana.


"Nyanyian sedih itu!" bisik Kirana yang yakin kalau itu nyanyian kesedihan yang semalam didengarkan oleh Kirana dan juga Ruby.


"Itu Asia sudah memanggil!" seru Ruby yang kemudian mengambil cermin tangan yang ada di cincinnya dan Ruby mencoba menangkap sinar bulan dan diarahkan ke lautan.


Dan muncullah duyung dari balik karang, dan dia melambaikan tangannya.


"Lihat, itu Asia ada disana!" seru Ruby seraya menunjuk ke arah putri duyung yang sedang melambaikan tangannya.


"Ayo kita hampiri mereka!" ajak Kirana, dan mereka dengan setengah berlari menuju ke adarh dimana Putri duyung tadi melambaikan tangannya.


Putri duyung itu memberi kode ke arah karang yang berdekatan dengan pantai, dan ketiga gadis itu mengerti maksud dari putri duyung itu.


"Dia mengarahkan kita ke karang itu!" seru Ruby.


"Tunggu apa lagi, ayo kita k esana!" seru Adelia dan mereka melangkahkan kaki menuju ke karang yang dimaksudkan putri duyung itu


Tak berapa lama mereka telah sampai di karang yang ditunjukkan oleh putri duyung itu dan putri duyung itu telah sampai di tempat itu terlebih dulu.


"Asia, apa kabar?" sapa Ruby pada saat mereka telah berada dihadapan putri duyung yang bernama Asia itu.


"Kurang begitu baik? dan kamu memanggil kami. Sebetulnya ada apa? apa yang telah terjadi?" tanya Kirana yang penasaran dengan maksud dari Asia yang memanggil semua orang yang sebelum dirinya.


"Iya kerajaan kami Blue Minch diserang oleh kerajaan Habrida luar dan sekarang ini ayahanda dan ibundaku telah ditangkap oleh mereka."jawab Asia yang menatap ketiga perempuan dihadapannya satu persatu.


"Lantas di mana kakak kamu Wallace?" tanya Ruby yang mengingat sahabatnya itu.


"Para duyung dari Hibrida luar yang berada didasar laut, telah bekerja sama dengan para Siren dengan imbalan duyung laki-laki dan mereka mengorbankan kak Wallache sebagai imbalan kerja sama mereka!" jelas Asia seraya memandang ketiga perempuan dihadapannya itu.


"Apa, Wallache ditahan oleh para Siren!" seru Ruby yang geram.


"Iya" jawab Asia seraya menganggukkan kepalanya.


"Oiya Asia, kenapa kamu hadir dalam mimpiku semalam?' tanya Kirana yang penasaran.


"Hanya orang terpilihlah yang bisa mendengarkan suara nyanyian tangisanku" jawab Asia.


"Katanya sebelum kami, ada yang juga terpilih juga, tapi kenapa mereka tak bisa kembali ke daratan?" tanya Adelia yang mengingat perkataan bibi pengurus villa.

__ADS_1


"Itu karena mereka laki-laki dan hendak membebaskan kakakku Wallache, namun usaha mereka digagalkan oleh para Siren." jelas Asia.


"Masalah ini sangat runyam, sebaiknya kita pikirkan cara terbaik untuk menolong mereka.Kedua orang tua Asia dan juga kakak Asia. Lantas bagaimanakah cara kita masuk ke dalam laut di mana kerajaan Blue Minch berada. Kita manusia tak punya insang" ucap Kirana yang mengernyitkan kedua alisnya dan menatap ke arah Asia, Ruby dan Adelia.


Tiba-tiba Asia menangis dan mengeluarkan mutiara duyung warna putih mengkilap yang kemudian telapak tangannya menengadah dan menerima setiap mutiara air mata duyung yang berjatuhan itu.


"Kamu jangan menangis Asia, kami akan bantu kamu kok!" ucap Adelia yang tak enak hati dan kasihan melihat Asia yang menangis.


Mutiara-mutiara itu penuh di tangan Asia. Kemudian Asia menunjukkan mutiara air mata duyung itu pada ketiga perempuan dihadapannya.


"Dengan ini!" seru Asia seraya tersenyum.


"Apa maksud kamu kita akan menelan mutiara itu? seperti Oyen yang harus menelan mutiara siluman untuk menjadi manusia?'' tanya Kirana yang penasaran.


"Apa benar begitu Asia?" tanya Ruby yang tak kalah penasarannya.


"Kurang lebihnya sama, jika kalian menelan satu mutiara air mata duyung, maka kalian akan bisa berenang dan menyelam dan juga bernafas di laut lepas ini" jelas Asia yang disambut dengan rasa penasaran dari ketiga perempuan dihadapannya itu.


"Maksud kamu kita bisa bergerak bebas tanpa takut tenggelam begitu?" tanya Adelia yang penasaran.


"Iya tapi satu mutiara ini bertahan sampai enam jam saja" jawab Asia sambil mengulas senyumnya.


"Kita bisa saja menyelam, tapi pastinya kita akan mengalami hambatan" kata Kirana yang menyangga dagunya.


"Hambatan?" tanya Ruby yang penasaran.


"Iya hambatan, jika wujud kita masih berwujud manusia." ucap Kirana seraya menatap ketiga perempuan yang ada dihadapannya.


"Oh, masalah itu janganlah khawatir!" sahut Adelia yang kemudian mengambil pasir kering yang kemudian dia merapalkan mantera dan kemudian mengusapkannya pada kaki Kirana.


Sekejap saja Kirana tubuh Kirana mulai dari perut hingga kaki berubah menjadi tubuh ikan seperti tubuh Asia pada saat ini.


...~¥~...


...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....


...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...


...Allah Subhana Wa Ta'alla.....


...Aamiin Ya Robbal alaamiin...

__ADS_1


...Terima Kasihf...


...BERSAMBUNG...


__ADS_2