
"Aku tidak terima akan kematian istriku..!!" seru siluman naga laut yang sudah dalam posisi bersiap menyerang ayahnya.
Demikian pula, siluman Kura-kura yang bersiap mempertahankan dirinya.
Sementara itu, di rombongan Aaron, Ekin dan yang lainnya, mereka sedang berdiskusi.
"Ini perseteruan ayah dan anak, sebaiknya kita jangan ikut campur..!!" ucap Siluman rajawali yang saat ini dalam keadaan lemah.
Kemudian semuanya berkumpul, dan Aaron yang selesai mengobati Ekin dengan mutiara siluman warna hitam dan juga dengan tenaga dalamnya.
Kirana dan Luna hanya bisa mengobati luka luar siluman Merak, yang terkena serangan patukan siluman ular kobra raksasa itu.
"Siluman kura-kura telah menolongku..! jadi aku wajib membalas pertolongannya...!!" seru Ekin yang melihat aksi jalannya pertarungan antara ayah dan anak itu.
"Benar, kita tadi juga sempat di tolong siluman kura-kura. Sebaiknya kita tunggu sebentar. Jika dia butuh pertolongan, maka kita harus bantu dia..!!" ucap Aaron yang terus mengawasi jalannya pertempuran itu.
Pertempuran antara siluman kura-kura dan siluman naga laut berlangsung dengan sengit.
Berkali-kali siluman naga laut menyemburkan air dingin dari mulutnya, namun berkali-kali juga siluman kura-kura menangkisnya dengan tempurungnya.
Ada kesempatan siluman Kura-kura menggunakan tongkatnya dan dia bisa melayang dan berusaha memukul kepala siluman naga laut.
"Dasar anak durhaka..! Istrimu itu pantas mati, karena dia merubahmu menjadi anak yang durhaka..!!" seru siluman kura-kura yang terus memukul siluman naga laut.
"Dia,istriku..! dialah ibu dari putriku..! kau menjadikan cucumu tanpa ibu sekarang!" seru siluman naga laut itu yang kemudian menghempaskan kepalanya, dan akibatnya siluman kura-kura terhempas dan jatuh tersungkur.
"Kakek...Siluman kura-kura...!!" seru Ekin yang mendekati dan berusaha membangunkan siluman kura-kura itu.
"Ekin, kau memang seperti ibumu.." kata siluman kura-kura lirih karena menahan rasa sakitnya.
"Kakek, tetaplah disini..! aku akan menghajarnya sebelum dia menghajar teman-temanku..!!" ucap Ekin yang telah menuntun Siluman kura-kura, untuk menepi.
"Siapa kau, berani ikut campur..?" seru siluman naga laut yang geram saat melihat Ekin yang begitu akrab dengan ayahnya.
"Aku... Ekin si dewa bintang, putra dari Ibunda Selena si Dewi bulan dan Raja Arthur sang raja di kerajaan langit...!!" jelas Ekin dengan gagah berani menatap siluman naga laut, yang otomatis membuat siluman naga laut itu tersentak kaget.
"Ka..kau putra dari Selena..? bagaimana kabar dia..?" tanya siluman naga lain yang menurunkan emosinya.
"Baik, malah jauh lebih baik.!!" jawab Ekin dengan lantangnya.
"Sekarang, mau apa kamu..!" seru siluman naga laut itu yang kini berdiri dihadapan Ekin dengan rasa penasarannya.
"Aku ingin kamu kembali menjadi anak yang berbakti pada orang tuamu..!!" seru Ekin dengan lantang.
"Kurang ajar kau..!! tahu apa tentang berbakti..!!" seru siluman naga laut itu yang kemudian mulai menyemburkan air dingin itu yang menjadi air es.
Tiba-tiba siluman kura-kura kembali menahan serangan siluman naga laut itu dengan tempurungnya.
"Aarghh...!!"
__ADS_1
Siluman kura-kura terdorong terjerembab dan kini tertutup oleh lapisan es yang mengkristal.
"Siluman kura-kura...!!" seru semuanya yang merasa cemas dengan keadaan Siluman tua itu.
"Kurang ajaaar..!! rasakan ini..!!" seru Ekin yang menggunakan bola-bola cahaya untuk menyerang siluman naga laut itu.
"Bouuumm..!!"
"Bouuumm..!!"
"Bouuumm..!!"
"Bouuumm..!!"
Bola-bola cahaya itu mengenai kepala, sayap kanan dan kiri serta tubuh siluman naga laut itu, yang kini siluman itu mengerang kesakitan dan ambruk.
"Aaargghhh...!!"
"Brughh.....!!"
Siluman naga laut itu bangkit kembali dengan tertatih, dia kembali menyerang Ekin dengan semburan es-nya.
Ekin menangkupkan telapak tangannya dan muncullah bola cahaya kuning yang lebih besar.
Putra Selena dan Arthur itu mendorong cahaya yang besar itu ke arah semburan es siluman naga laut yang juga mengarah padanya itu.
"Ceeessssss....!!"
"Hoopp...hiaaaat...!!"
Dengan menghentakkan kakinya, Ekin terus mendorong bola cahayanya hingga mendekati kepala siluman naga laut itu.
Ekin mengeluarkan pedang cahaya -nya.
"Pedang Cahaya...!!"
Pemuda yang kini menjalin hubungan dengan Luna itu, .menghunuskan pedang cahaya warna kuning itu tepat di tengah dahi siluman naga laut itu.
"Aaarghhh...!!"
"Kau..hebat anak muda, a..aku rela mati di tangan putramu Selena..! Selena...maafkan aku..!! Aaarghh...!!'" ucapan terakhir siluman naga laut itu yang kemudian jatuh dan tak bernafas lagi.
"A..ayah....!!" seru siluman ular kobra kecil yang terus meneteskan air matanya.
"Hari ini hari yang tak kan aku lupakan, aku melihat sendiri kedua orang tua ku habisi dengan kejam..!! aku akan membalasnya..!!" gerutu siluman ular kobra kecil dengan penuh dendam.
"Aku akan selalu mengingat wajah-wajah kalian dalam ingatanku! Tunggulah kedatanganku! aku akan menghabisi kalian beserta anak keturunan kalian!" ucap geram siluman ular kobra kecil itu lagi yang terus mengawasi gerak-gerik semua orang yang di depannya itu, terutama Ekin.
🕒Flashback off
__ADS_1
"Karena itulah akan aku bunuh kalian satu-persatu. Terutama kamu putra Selir Selena, tak akan aku biarkan kamu dan lainnya bahagia! Camkan itu..!" seru Ginna dengan wajah penuh dendam dan keluarlah aura api di balik punggungnya.
"Ginna, tapi ibumulah yang membuat dunia siluman kacau!" seru Ekin yang berusaha membela diri.
"Aku tak perduli! yang jelas,kalianlah penyebab kematian kedua orang tuaku!" seru Ginna.
"Ekin, dia tidak bisa diajak kompromi. Biar aku habisi dia! " kata Tony yang membaca situasi yang terjadi.
"Ok, lakukanlah!' ucap Ekin yang kemudian menepi dan tetap mengawasi jalannya perseteruan itu.
Merasa terancam, Ginna menyemprotkan cairan racun ular kobra dari mulutnya.
Tony yang menyadari hal itu, kembali membuat gelembung cahaya untuk menangkis racun itu agar tak mengenai tubuhnya.
Di saat Ginna lengah, Tony mengeluarkan jurus bola-bola cahaya dan bola-bola cahaya itu kembali mengenai Ginna.
"Uuughh...!!'
Ginna mengerang kesakitan, dan tiba-tiba saja, ada asap hitam dan di barengi dengan kilatan petir.
Sekejap saja asap dan kilatan itu menghilang, dan menghilang juga gadis putri dari siluman ular kobra dan juga siluman naga laut.
"Sialan! mereka kabur!" umpat Tony yang sangat kecewa.
"Rupanya Teivel membawa gadis itu! ada hubungan apa mereka berdua!" kata Aaron yang menghampiri kedua sahabatnya.
"Gawat! aku tak dapat penawar racun dan juga mutiara siluman ular kobra itu!" seru Ekin yang menyesal.
"Apa semua itu untuk Luna?" tanya Tony penasaran.
"Iya, ini perintah bibi Rosa!" ucap Ekin yang sangat kalut.
"Sebaiknya kita kembali ke ruko, siapa tahu Ibu punya solusi lainnya untuk kesembuhan Luna!" ucap Aaron yang sedikit menenangkan Ekin.
Ketiga putra dewa itu melangkahkan kaki mereka kembali menuju ruko dimana yang lainnya masih berada di sana.
...~Â¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1
"