
Di sisi lain, Yang Mulia Arthur memanggil Aaron.
"Aaron kemarilah!" panggil Raja Arthur.
Dan Aaron segera menghampiri Yang mulia Arthur.
"Aaron menghadap yang Mulia!" ucap Aaron seraya menundukkan kepalanya.
"Aaron, coba kamu ini mereka dengan bola-bola cahaya kamu!" ucap Raja Arthur, dan Aaron pun mengangguk karena mengerti.
"Baik yang Mulia" ucap Aaron yang kemudian mengundurkan diri dari hadapan Raja Arthur.
Aaron kemudian melangkahkan kakinya dan menuju ke tengah-tengah arena pertandingan.
"Kalian berdua, hadapi aku!" seru Aaron yang sudah dalam posisi siaga dan kedua tangannya merentang dan masing-masing mengarah ke Jacky dan Steven.
Keluarlah bola-bola cahaya warna di tiap telapak tangannya,
"Baik Panglima!" jawab Jacky dan Steven yang hampir bersamaan.
"Bola-bola cahaya, serang mereka!" seru Aaron dan di telapak tangan Aaron selalu muncul bola-bola cahaya warna biru yang terus menyerang Jacky dan Steven.
Steven membentengi dirinya dengan bongkahan tanah.
"Duarr... duarr... duar... duar...!"
Suara benturan bola-bola cahaya dengan bongkahan tanah.
Sementara itu Jacky berusaha membentengi dirinya dengan pagar es.
"Brakk... brakk.. brakk.. brakk...!"
"Aaarghh..!"
Bola-bola cahaya itu menghantam pagar es buatan Jacky yang terlalu kuat, dan membuat Jacky mundur beberapa langkah.
Jacky kemudian mempertebal pagar es itu dan demikian pula dengan Steven yang memperkokoh bongkahan tanahnya.
Aaron kemudian menyatukan telapak tangannya dan mulailah dia berkomat-kamit merapalkan mantera ya.
Dengan cepat dua telapak tangan Aaron mengarah pada Jacky dan keluarlah bola cahaya dengan kekuatan dahsyat dari telapak tangan Aaron, bola cahaya yang besar itu menyerang Jacky dengan kekuatan maksimal.
"Boumm...!"
"Aagh..!"
Jacky terpental mundur dan jatuh ke tanah.
Aaron kemudian mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah Steven.
"Boummm...!"
"Aaargh..!"
Bola cahaya yang besar itu menembus pagar bongkahan tanah buatan yang dibuat oleh Steven.
__ADS_1
Dan akibatnya, Steven juga terpental beberapa meter.
"Cukup Aaron!" seru Raja Arthur yang bangkit dari duduknya dan memberi isyarat pada Aaron.
Jacky dan Steven bangkit dari jatuh terpentalnya.
"Dan kalian berdua, menghadapkan kemari!" ucap Raja Arthur.
Aaron, Jacky dan Steven yang menyadari akan perintah Raja Arthur segera mengatur kembali tenaganya dan melangkah menghampiri Raja Arthur.
"Yang Mulia..!" ucap Aaron seraya menunduk hormat, demikian juga dengan Jacky dan Steven.
"Jacky dan kau Steven, aku memutuskan mengangkat kamu Jacky sebagai panglima langit menggantikan Aaron yang menjadi utusan ku menjaga bumi." kata Raja Arthur.
"Terima kasih yang mulia, hamba akan melaksanakan perintah dengan seluruh jiwa hamba!" ucap Jacky yang menundukkan kepalanya.
Demikian pula dengan Aaron yang juga menundukkan kepalanya.
"Hamba Aaron bersedia menjalankan perintah yang mulia dengan segenap jiwa dan kemampuan hamba." ucap Aaron.
"Dan kamu Steven, aku mengangkatmu menjadi panglima di kerajaan Petir. Walaupun sekarang ini sedang mengalami kekosongan Raja di kerajaan petir, tapi saya sudah membagi kerajaan langit nantinya di pegang oleh Leon dan kerajaan petir akan di pegang oleh Ekin. Jadi mulai sekarang kamu bantu makmurkan kembali kerajaan petir sebelum Ekin kembali dari misinya!" jelas Raja Arthur.
"Baik yang Mulia, hamba mengerti dan akan hamba laksanakan tugas dari Yang Mulia dengan segenap hati dan kemampuan hamba.
"Bagus! Aaron, perintahkan para dayang menyiapkan makanan. Kita pesta malam ini juga! Pesta terpilihnya para Panglima dan pesta pergantian jabatanmu!" perintah Raja Arthur.
"Siap laksanakan yang mulia!" seru Aaron yang setelah menunduk hormat, dia mundur beberapa langkah dan melangkahkan kedua kakinya menuju ke arah dapur istana. Dimana para dayang sedang sibuk dengan sejumlah masakan.
"Perhatian untuk semua dayang! Yang Mulia Raja Arthur akan mengadakan pesta pada malam ini, untuk itulah mohon persiapkan makanan untuk acara malam ini!" seru Aaron dan disambut dengan wajah kaget para dayang istana itu.
"Pesta?"
"Ayo kita cepat masak, agar selesai pada waktunya!"
Itulah beberapa ucapan dari para dayang, dan Aaron tak peduli dia melangkahkan kakinya kembali ke aula pertemuan.
Dan pada malam harinya, pesta itu di gelar.
Acara begitu meriah, Ratu Flower dan Selir Selena pun ikut dalam pesta itu.
Aaron, Jacky dan Steven saling berjabat tangan dan berpelukan memberi ucapan selamat satu sama yang lainnya.
"Aaron, apa kamu besok akan kembali ke Bumi?" tanya Ratu flower pada saat Aaron menghampiri Ratu Flower dan selir Selena.
"Iya Yang mulia Ratu, hamba akan ke bumi. Karena sesuai janji hamba pada Kirana, hamba akan menikah dengannya Minggu depan." jawab Aaron seraya menundukkan kepalanya.
"Baiklah, aku hanya berpesan dan tolong sampaikan pada ibu kamu untuk menyiapkan segala sesuatunya. Aku akan hadir dalam pernikahanmu nanti!" ucap Ratu Flower.
"Dan aku juga ikut hadir" ucap Selir Selena yang tak mau kalah.
"Adik, kalau semua ke bumi, nanti siapa yang akan mendampingi Yang mulia?" tanya Ratu Flower dengan penatap Selir Selena penasaran.
"Habisnya aku rindu masakan bumi, bau harum aroma bawang goreng dan ayam gorengnya yang menambah nafsu makan!" ucap Selir Selena seraya mengulas senyum tipisnya.
"Kalau masalah makanan, tenang saja nanti aku minta Rosa membungkusnya khusus buat kamu!" ucap Ratu Flower.
__ADS_1
"Iya-iya deh kakakku yang Cantik!" ucap Selir Selena yang kembali mengulas senyumnya.
Semuanya pun tertawa bahagia, dan acara terakhir mereka adalah makan malam bersama.
Aneka hidangan masakan istana langit telah tersaji diatas meja dengan rapi dan menggoda selera makan semua yang melihatnya.
Suara yang tadinya riuh, menjadi tenang pada saat mereka sedang makan.
Dan beberapa menit kemudian acara pesta telah selesai, dan semuanya telah kembali ke tempat masing-masing.
Aaron pun sudah berada di peraduannya dengan berbantalkan kedua tangannya.
"Tak sabar rasanya untuk bertemu dengan Kirana" kata Aaron yang membatin.
Bayangan Kirana selalu ada dibkelopak matanya.
Dan perlahan-lahan kedua netranya menutup dan Aaron kini berada di alam mimpi.
...☁️☁️☁️☁️☁️...
Kirana membuka pintu kamar mandi perlahan dan kemudian menutup kembali pintu kamar mandinya, ketika Kirana melihat seorang laki-laki di kamar mandinya yang tidak memakai busana sehelai pun itu
"Apa itu tadi? kenapa ada laki-laki tanpa busana di kamar mandiku?" batin Kirana yang penasaran fibdepan pintu kamar mandi.
Sementara itu di dalam kamar mandi, Aaron juga di situasinya tak menyenangkan.
"Aih..! Kenapa aku berubahnya pada jam segini sih? biasanya juga tengah malam nanti!" gumam Aaron dalam hati.
"Si..siapa yang di dalam? maling kah...!" seru Kirana yang bersiap dengan kemocengnya.
"Nona! bisakah anda mengambilkan saya baju?" pinta Oyen yang berubah menjadi Arron.
"Kau orang baik apa orang jahat?" tanya Kirana yang sedikit takut.
"Kalau saya orang jahat bisa saja saya menyakiti anda dengan keadaanku saat ini yang tanpa busana!" jelas Arron dari dalam kamar mandi.
"Oiya..ya, kalau dia jahat, bisa-bisa dia akan menyakitiku bahkan memperkosaku. Dia orang baik! akan aku carikan baju dibawah untuknya!" gumam dalam hati Kirana yang bergegas melangkah turun kelantai bawah guna mencari satu stell baju laki-laki yang seukuran Arron.
"Ah..! ini dia. Semoga pas di pakai dia!" seru Kirana yang mempercepat langkahnya ke lantai atas.
"Tokk...! Tokk...! tokk..!"
"Tuan, ini bajunya. Semoga pas di tubuh anda" kata Kirana seraya menyerahkan baju yang diambilnya tadi pada oranga yang ada di dalam kamar mandi.
"Terima kasih nona!" balas Arron.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla.....
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
__ADS_1
...Terima Kasihh...
...BERSAMBUNG...