
"Kamu tahu apa kata orang tua kamu padaku waktu itu?" tanya si Kunti Melani dengan berkaca-kaca dan meneteskan air mata darah di kedua pipinya.
"Apa kata mereka?" tanya Ricky yang penasaran.
"Kata mereka kalau kamu sudah menikah di kota Ghuanzhou!" jawab Si Kunti merah Melani.
"Sumpah aku belum menikah sama siapapun Mel!'' seru Ricky seraya menggelengkan kepalanya.
"Tapi kata kedua orang tua kamu begitu!" seru si Kunti Melani yang terus menangis menahan sakit hati atau sakit di perutnya karena terkena tusukan dari belati bercahaya dari Kiaro.
"Malah aku sekalu mengharapkan kabar dari kamu!" ucap Ricky yang kemudian keluar dari pagar cahaya buatan Aaron itu.
"Sudah lama aku mencari kabar tentang kamu. Setelah beberapa bulan kandunganku sudah besar, aku mendapatkan telfon dari kedua orang tua kamu yang menyuruhku untuk pergi ke hutan karet. karena kabarnya kamu berada di hutan karet tersebut untuk bekerja" ucap Si Kunti merah Melani seraya menatap Ricky dengan sendu.
"Aku tak bekerja disana!" ucap Ricky yang saat ini tak lagi ada rasa takut pada si Kunti merah Melani itu.
"Namun, sudah hampir dua bulan kedua orang tua kamu tidak memberi kabar lagi. Akhirnya aku dan Samantha kembali ke rumah ini dan kami bertemu kedua orang tua kamu.
Kemudian mereka memanggil beberapa orang untuk mengantarkan aku ke hutan karet itu." ucap si Kunti Melani yang berhenti sejenak. Dan semuanya diam dan penasaran mendengarkan cerita Si Kunti Melani itu
"Ketika aku dan Samantha diantarkan mengunjungi hutan karet tersebut, kami ternyata di bawa ke dua bangunan tua yang tampak sangat mengerikan. Satu bangunan terlihat seperti rumah dan satu lainnya terlihat seperti penginapan. Dan kami pun mampir untuk tidur di bangunan yang kami lihat seperti rumah itu. Disana ada dua pria yang menjaga tempat itu." cerita Si Kunti merah Melani itu yang kemudian terdiam menundukkan kepalanya.
Terlihat tetesan darah yang mengalir ke bawah dengan derasnya.
"Aku dan Samantha dipisahkan, dan aku tak tahu dimana Samantha waktu itu. Aku dikurung, dikurung disebuah gudang, dan...dan aku yang sedang hamil tua, dipaksa melayani dua orang yang menjaga rumah itu." ucap si Kunti Melani lirih.
"Mel..!" panggil Ricky yang begitu trenyuh akan nasib Melani.
Demikian pula dengan Caterina yang sesama perempuan, tak bisa membayangkan jika diposisi Melani.
"Sebentar, bisa tidak kalau kamu berubah jadi dirimu sebelum jadi si Kunti?" tanya David yang sedari tadi di belakang Aaron, karena masih takut dengan rupa si Kunti Melani itu.
Si Kunti Melani kemudian merubah dirinya menjadi Melani yang cantik seperti dulu sebwlim menjadi si Kunti.
"Mel...! Maksud kamu dengan melayani itu apa ya Nek?" tanya Ricky yang belum paham.
"Hm...!" Aaron berdehem, karena mengerti apa maksud dari Melani.
"Seperti yang kamu lakukan padaku hingga aku hamil!" jawab Melani sambil mendesis kesal.
"A..apa? mereka itu siapa, beraninya!" seru Ricky yang geram.
__ADS_1
"Mereka itu orang kepercayaannya kedua orang tua kamu Ricky!" jawab Si Kunti Melani.
"Hah...! beraninya, apa tujuan mereka!" gerutu Ricky.
"Sepertinya memang kedua orang tua kamu ingin memisahkan kalian berdua!" tebak Kiaro yang sedari tadi diam menyimak cerita si Kunti Melani.
"Iya karena itulah mereka menggagahiku, siang dan malam. Hingga anak kita lahir!" ucap Si Kunti Melani.
"Anak kita lahir?" tanya Ricky yang memastikannya.
"Iya," jawab si Kunti Melani itu yang terlihat wajahnya yang begitu sedihnya.
"Lalu dimana bayi kamu kak Mel?" tanya Caterina yang penasaran.
"Waktu itu aku sudah tak ingat apa-apa lagi, karena aku menjadi yang sekarang ini" ucap Melani.
"Apa maksud kamu, kamu meninggal?" tanya Ricky yang memastikannya.
"Iya, dan yang ada dalam benakku hanya membalas dendam. terutama pada kedua orang tua kamu Ricky! Karena merekalah yang membuat aku tewas dan aku kehilangan anakku!" seru Si Melani dengan geram.
"Ja..jadi karena itulah kamu yang membuat kedua orang tuaku dan saudara serta orang kepercayaan mereka tewas secara tak wajar?" tanya Ricky yang menatap Melani untuk mencaritahu jawabanya.
Ricky terduduk lemas, seperti tak kuat menerima berita dan juga beban yang dialami antara kedua orang tua dan kekasihnya itu.
"Lantas kenapa kamu mengikutiku?" tanya David yang penasaran .
Si Kunti Melani itu menatap David dengan tajam.
"Samantha itu adik kamu bukan?" si Kunti Melani yang balik bertanya.
"I..iya? kenapa dengan Samanta?" tanya David yang penasaran.
"Menurut orang yang menyiksaku itu, kalau Samantha lah yang membawa pergi anakku!" seru Melani dengan geram.
"Sekarang, Samantha ada dimana?" tanya Kiaro yang penasaran.
"David, sebagai seorang kakak, kamu pasti tahu dimana adikmu berada!" seru Aaron yang menatap kearah David dan diikuti yang lainnya.
"Sa..Samantha!" ucap David yang sebenarnya tak mengetahui dimana adiknya berada, namun kemudian dia mengingat sesuatu.
"Sepertinya Samantha pergi ke panti asuhan dimana kami dibesarkan dulu!" ucap David yang belum yakin benar.
__ADS_1
"Baiklah kita bagi tugas terlebih dahulu!" Seru Aaron.
"Bagi tugas? bukannya hanya tinggal mencari bayinya si Melani saja Yah?" tanya Kiaro yang penasaran.
"Mencari bayinya si Kunti Melani itu penting, tapi mencari dan mengkremasi jasad Melani juga sama pentingnya." jelas Aaron seraya menatap satu persatu orang yang ada dihadapannya itu.
"Kalau begitu, aku dan Caterina ikut David mencari Samantha, sedangkan ayah bersama Ricky mencari jasad Melani! Benar begitu ya?" tanya Kiaro sembari menatap ayahnya .
"Memang begitulah maksud aku, jadi tugas kita bagi dua!" seru Aaron.
"Baiklah kalau begitu aku akan ambil mobil papaku yang masih ada di sini!" ucap Ricky yang kemudian mencari kunci di tempat biasa ayahnya meletakkan kunci mobilnya.
"Kiaro, kamu yang bawa mobil ayah!" ucap Aaron yang kemudian menyerahkan kunci mobilnya pada putranya Kiaro.
"Ok ayah!" sahut Kiaro dan tak berapa lama Ricky sudah datang dengan membawa kunci mobil papanya.
"Baiklah kita pisah mulai dari sekarang! Dan berhati-hatilah kalian bertiga!" pesan Aaron.
"Baik!" jawab Kiaro, Caterina dan David yang bersamaan.
Sedangkan Aaron, Ricky dan Melani melangkahkan kaki menuju ke garasi dan mulai mengeluarkan mobil dari garasi tersebut.
Kedua mobil itu keluar dari rumah kosong itu berlain arah.
Mobil yang dikendarai Kiaro belok ke kanan, sedangkan mobil yang di kendarai Ricky belok ke kiri.
Dengan arah yang berbeda, kedua mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para Readers , terutama yang telah dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan...
...Allah Subhana Wa Ta'alla...
...Aamiin Ya Robbal alaamiin...
...Terima Kasih...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1