
"Kalau kau kesatria, lawan aku dengan tangan kosong!" seru siluman landak yang kemudian merubah dirinya menjadi manusia yang berduri di semua bagian tubuhnya.
"Kau menyuruhku tangan kosong? bagaimana kalau aku rontokan lebih dulu duri-duri kamu itu" seru Aaron yang masih bersiap dengan pedang cahayanya.
"Kurang ajar kau!" seru siluman landak itu yang dengan gerakan tangannya mengeluarkan duri-duri landaknya menyerang Aaron.
"Tiiiiiiing.....!!"
"Tiiiiing.....!!"
"Tiiiiing.....!!"
"Tiiiiing.....!!"
Kembali Aaron menepis duri-duri landak itu dengan pedang cahaya.
Pada saat ada kesempatan, Aaron mengeluarkan bola-bola cahayanya.
"Bouuumm....!!"
"Bouuumm....!!"
"Bouuumm....!!"
"Bouuumm....!!"
"Aaauughhh...!!"
Dua serangan bola-bola cahaya mengenai dada siluman landak itu.
"Aughh, aku tak mau mati di tanganmu! Terima lah ini!" seru siluman landak itu yang kemudian merubah dirinya menjadi bola berduri yang kemudian menggelinding menyerang Aaron.
"Gluduk...gluduk..gluduk...!"
Aaron melompat, dan bersalto hingga berguling-guling untuk menghindari serangan bola berduri siluman landak itu.
Kemudian dengan bola-bola cahayanya, Aaron kembali menyerang siluman Landak itu.
"Boummm.... Boummm... boummm... boumm...!!"
Namun serangan itu tak mampu menghentikan serangan bola berduri siluman landak itu.
"Sialan...!! apa kelemahan siluman landak ini!" gerutu Aaron dalam hati.
__ADS_1
"Pedang cahaya biru...!!"
Teriak Aaron yang menambahkan tenaga pada pedang cahaya birunya.
"Hiaaaaatt....!"
"Sreeet.....!!"
"Sreeet.....!!"
"Sreeet.....!!"
Pedang itu membabat habis duri-duri siluman landak.
"Ka..kau,membuatku botak!" gerutu siluman landak itu dengan kesal karena tubuhnya kini tanpa duri sama sekali.
"Haa...ha...ha...!! begini kan kamu lucu, nggak menyeramkan lagi!" ucap Aaron yang tak bisa menghentikan tawanya.
Demikian pula Luna yang ada di dahan pohon apel yang melihat siluman Landak yang kini menjadi gundul ikut tertawa terpingkal-pingkal.
Perut Luna pun hampir sakit karena menahan tawanya.
"Bedebah sialan, kau tak kan ku biarkan kau hidup!" seru siluman landak itu dengan sisa-sia kekuatannya.
Siluman Landak itu mengeluarkan sinar kekuningan yang dia hantarkan ke telapak tangannya dan bersiap menyerang Aaron.
Siluman landak dengan cahaya kuningnya beradu dengan cahaya biru setengah lingkaran dari Aaron.
"Bouummmm.....!!"
Kedua cahaya beradu dengan dahsyatnya dan mengeluarkan angin yang begitu hebat, sampai-sampai Luna terbawa angin hingga beberapa meter jauhnya.
"Auhh...!!" Luna mengerang kesakitan karena tubuhnya yang jatuh ke tanah.
Siluman landak kehabisan energinya, dia mundur beberapa langkah untuk mengatur energinya.
Dan saat itulah di manfaatkan oleh Aaron untuk mengeluarkan pedang cahayanya.
"Pedang cahaya biru...!
"Hiaaaaat .....!!"
"Sreeet......sreeeettt...!!"
__ADS_1
Pedang cahaya itu memisahkan kepala dari tubuh dan tubuh dengan kedua kaki siluman landak.
"Aaagh...!!"
Seketika siluman landak itu berubah wujud menjadi seekor landak gundul yang terpotong menjadi tiga.
Dan kemudian keluarlah mutiara siluman warna putih yang bercahaya keluar dari tubuh siluman landak itu.
Aaron segera mengambil mutiara siluman itu dan memasukkannya dalam kantong mutiara siluman yang sudah berisi mutiara-mutiara siluman yang memang di simpannya.
"Hasil yang lumayan dua buah mutiara siluman untuk hari ini!" seru Aaron yang kemudian dia melangkahkan kakinya mendekati pohon buah apel untuk mencari keberadaan Luna si kucing imut itu.
Ketika sampai di bawah pohon siluman itu, Aaron mendongak ke atas dan mencari dimana keberadaan kucing imut yang tadi bersamanya.
"Luna...! Luna....! dimana kamu?" panggil Aaron mencari kucing imut yang tadi bersamanya.
"Kemana kucing itu!" gumam Aaron melihat ke sekitar pohon Apel itu.
"Meowww.... meoww....!!"
Terdengar suara Meongan kucing yang dia kenal.
"Luna...!!" panggil Aaron yang melihat ada semak-semak yang bergerak.
"Aaron pun mendekati semak-semak itu karena penasaran.
"Meoww...!!"
Terdengar suara meongan itu lagi. Dan akhirnya Aaron menemukan si kucing imut itu yang sepertinya sedang mengerang kesakitan.
"Luna..! kau tak apa-apa?"tanya Aaron yang kemudian mengangkat dan menggendong Luna.
"Meowww...!!"
"Sebaiknya kita menjauh dari sini!" ucap Aaron yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan lokasi tersebut.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...