
Apa kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi antara kedua gadis itu Ekin..?!" tanya Aaron yang meminta kesaksian Ekin.
"Tidak, saya tidak tahu pasti kejadiannya, karena terlalu cepat." kata Ekin yang tak sebenarnya.
"Dan kau siluman Rajawali..?" tanya Aaron sambil menatap siluman Rajawali.
"Saya mau jawab kalau anda mau jadi tuan saya..!!" jawab Siluman Rajawali dengan masih tetap di tempatnya.
"Ah..sudahlah aku cari tahu sendiri jawabnya ..!!" kata Aaron yang kemudian mulutnya berkomat-kamit merapalkan mantera.
"Pedang Awan kemarilah..!!" seru Aaron.
Tiba-tiba pedang awan yang di bawa Kirana melayang menuju ke arah Aaron seolah mempunyai nyawa dan mendengar ucapan Aaron.
Semua di buat terkejut akan aksi tersebut.
"Pedang itu seperti punya nyawa..!!" seru Luna yang terus melihat pedang awan itu.
"Pedang Awan..?" Kirana yang terkejut.
" Pedang itu.. .? kenapa bisa seperti bernyawa..!" seru Ekin yang tak percaya karena selama bersama Ekin, pedang itu hanya diam saja yang sebelumnya baginya tak ada istimewanya.
"Pedang Awan...! jika Kiran benar tak melukai Luna..kembalilah pada Kirana. Dan jika kirana benar melukai Luna...! kembalilah padaku..!!" ucap Aaron pada pedang Awan.
Seperti tahu apa yang di katakan Aaron, pedang Awan itu kembali bersarung ke tempatnya semula, di punggung Kirana.
"Lihat sendiri..! aku sudah tahu jawabannya. Kalian jangan suka memutar balikkan fakta..! termasuk kau Luna..! " seru Aaron yang menatap Luna tajam.
"Aaron...maafkan aku. Aku tak ingin ada yang lain di dekatmu, itu saja..!!" kata Luna yang merengek.
"Dari awal aku sudah mengatakan, kalau aku sedang mencari kekasihku. Dan sekarang kau mau mefitnah dia..! Apa salah Kirana..!!"seru Aaron sedikit emosi.
Di tatapnya satu persatu wajah Luna, Ekin dan Siluman Rajawali.
"Aaron, sudah jangan di perpanjang lagi...! ayam kalkunnya sudah matang tuh..!!" kata Kirana yang mengingatkan menu makan mereka kali ini.
"Oisst....! hampir saja gosong..! makasih Kirana..!" seru Aaron.
"Sama-sama..!!" balas Kirana sambil mengangguk.
Aaron kemudian mengambil ayam kalkun yang di bakarnya dan kemudian Aaron membaginya menjadi empat orang. Aaron Kirana, Luna dan Ekin.
Kirana membantu memberikan ayam kalkun bakar itu kepada Luna.
"Terima kasih Kirana..!" ucap Luna yang tersenyum sinis karena hatinya belum bisa menerima Kirana bersama Aaron.
"Sama-sama..!" jawab Kirana sambil tersenyum.
Dan kemudian potongan daging ayam kalkun bakar satunya lagi, Kirana berikan pada putra selir Selena yaitu Ekin.
"Terima kasih Kirana..!" kata Ekin yang terus menatap Kirana.
"Sama-sama, dan saya minta maaf karena selama ini kamu hanya saya anggap sebatas teman saja. Tidak lebih..!" kata Kirana.
__ADS_1
"Kirana jangan lama-lama..!!" seru Aaron yang masih di depan perapian tanpa menegok ke arah Kirana.
"I...iya....!" balas Kirana yang menoleh ke arah Aaron sebentar.
"Permisi Ekin..!!" pamit Kirana pada Ekin, dan kemudian tua melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana Aaron berada.
"Kirana..!" panggil lirih Ekin, namun gadis itu telah duduk di samping kekasihnya.
"Nampaknya kita berdua sama-sama patah hati..!" ucap Luna yang berjalan mendekat pada Ekin.
"Iya, Kirana gadis yang special...!" ucap Ekin lirih dengan menatap Kirana yang sedang makan bersama Aaron.
"Aaron pemuda yang juga Special..!" ucap Luna lirih yang juga menatap Aaron yang sedang makan bersama Kirana.
"Hm..dari pada kalian bete, galau Gegana atau apalah yang maksudnya kalian patah hati, lebih baik kalian saling menjajaki. Ya pedekate begitulah..! he..he..!" goda siluman rajawali.
"Ngomong apa sih kamu burung..! ngacau...racau bikin risau..aja..!!" balas Luna kesal.
"Ha...ha...ha...!!" Ekin tertawa mendengar akan hal itu.
"Malah ketawa..!!" gerutu Luna dan kembali memakan daging ayam kalkun bakar dari Kirana tadi.
"Ah..aku kayak jadi obat nyamuk di sini..!!" seru Siluman rajawali yang kemudian menjauh dan kemudian dia memposisikan dirinya untuk tidur.
"Kirana..!!" panggil Aaron sambil menikmati daging kalkun bakarnya.
"Iya, ada apa..?" jawab sekaligus tanya Kirana.
"Sebetulnya tanpa pedang awan memberi tahu saja aku sudah tahu kamu tidak melukai Luna." kata Aaron yang terus menikmati makananya.
"Aku mengenal kamu sejak kamu menolongku, walaupun aku seekor kucing. Kamu berhati tulus kirana..!" kata Aaron yang menghentikan makannya dan menatap Kirana.
"Jangan bicara seperti itu, aku sama seperti kamu dan lainnya..!!" kata Kirana merendah.
"Buktinya..! pedang Awan lebih memilih kamu dari pada aku maupun Ekin. Pedang itu tahu mana orang yang tulus dan mana yang tidak." jelas Aaron.
Seketika itu juga Kirana melihat ke bahu kirinya, di mana pegangan pedang Awan menyembul.
"Pedang Awan..!!" ucap Kirana lirih.
"Pedang awan sudah menemukan tambatan hatinya. Dia sudah cocok sama kamu..!" kata Aaron yang menatap ke arah Kirana.
"Apakah pedang ini jadi milikku..?" kata Kirana yang menatap Aaron dengan berbinar-binar.
"Iya, karena pemiliknya juga sudah jadi milikmu..!" kata Aaron sambil mengulas senyum.
"Apa sih..?" ucap Kirana dengan wajah merona yang kemudian melempari Aaron dengan tulang ayam kalkun yang di santapnya.
"Wei...!!" Aaron menghindari lemparan tulang ayam kalkun dari Kirana.
Hari mulai beranjak petang, dan angin menderu dengan kencangnya.
"Sebaiknya kita cari tempat istirahat yang nyaman untuk menginap..!" seru Aaron yang melihat ke langit dan sekitarnya.
__ADS_1
"Kita cari goa di sekitar sini..!!" usul Kirana yang juga melihat langit semakin gelap.
"Kita tak Mungkin kembali ke goa diatas tebing, anginnya cukup kencang. Sayapku tak tak mampu terbang ke atas." ucap siluman Rajawali yang bangun dari tidurnya.
"Cari goa di sekitar sini saja..!!" usul Luna.
"Ekin, apa kamu bisa berjalan..?" tanya Aaron yang melihat keadaan Ekin.
"Aku akan berusaha..!!" ucap Ekin yang kini berusaha berdiri.
"Telanlah mutiara siluman warna hitam ini..!!' ucap Aaron sembari memberikan Ekin dua butir mutiara siluman berwarna hitam.
Ekin menatap Aaron dan kemudian dia mengambil dua butir mutiara itu dan segera menelannya.
"Wuzzz ..wuzzz...wuzzzz...!!"
Angin semakin kencang, dan mereka segera berjalan meninggalkan hutan bambu itu.
Walaupun Ekin masih terseok-seok dalam melangkahkan kakinya.
Rombongan itu menuju ke sebuah perbukitan.
Dan akhirnya mereka menemukan sebuah goa yang lumayan besar untuk mereka berteduh.
Aaron segera memagari pintu goa itu, dan kemudian mereka mencari tempat yang nyaman di dalam goa itu.
Ekin dan Aaron segera membuat perapian, sedangkan Luna dan Kirana menata batu yang berserakan untuk mereka istirahat.
Api unggun telah menyala, dan mereka duduk mengitari api unggun itu.
Siluman Rajawali, Aaron, Kirana, Luna, dan Ekin...adalah urutan mereka yang duduk mengitari api unggun itu.
Untuk para gadis, cepatlah kalian istirahat. Ekin...! pulihkanlah kondisi kamu. Siluman Rajawali, kau yang jaga hari ini, aku akan mengatur energy ku sebentar..!!" ucap Aaron dan semua menurutinya.
Kirana dan Luna tidur bersandarkan batu besar yang ada dalam goa.
Selesai mengatur Energynya, Aaron merasa tidak tega melihat Kirana yang tidur dengan keadaan tak nyaman.
Aaron kemudian duduk di samping Kirana dan membiarkan bahunya sebagai sandaran kepala Kirana.
Dan Ekin juga melakukan hal yang serupa pada Luna.
Sedangkan siluman Rajawali menghela nafasnya saat melihat kedua pasangan di depannya itu.
Akhirnya merekapun tertidur dengan pulasnya.
...~¥~...
...Terima kasih untuk para semuanya, terutama yang telah memberikan dukungan berupa like/komen/favorite/rate 5/gift maupun votenya pada novel SI OYEN PACARKU BUKAN MANUSIA ini.-...
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
__ADS_1
...Terima kasih...
...Bersambung...